Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.35 Penderitaan Axel


__ADS_3

Bianca saat ini sedang berkeliling di rumah mertuanya, Axel sudah berangkat ke kantor beberapa menit yang lalu. Ia perlahan menyusuri sembari mengamati sekelilingnya. Ia memperhatikan satu persatu foto yang terpajang di dinding dan di nakas yang menghiasi rumah mewah milik mertuanya itu.


Pandangan matanya tertuju pada satu foto yang membuatnya mengerutkan kening bingung. Di dalam foto tersebut ada dua orang yang satu balita dan bayi, sudah jelas balita itu adalah Axel karena matanya sangat mirip dengan Axel dewasa tapi siapa bayi perempuan di samping Axel itu?


Dia punya adik? Tapi di mana adiknya sejak pertama ia tidak pernah melihat ada anak perempuan di keluarga mertuanya ini, Bianca yang penasaran pun menyentuh foto itu melihatnya lebih teliti siapa tahu saja itu sepupu Axel yang mungkin pernah datang ke pernikahannya.


“Itu putri bungsuku” ucap nyonya Kevlar mengejutkan Bianca


Bianca tersentak lalu memalingkan tubuhnya menghadap ke arah ibu mertuanya itu “Bukankah dia cantik? Dia putriku yang paling cantik”


Bianca hanya tersenyum canggung, ia benar-benar tidak mengetahui jika suaminya memiliki adik perempuan karena Axel tidak pernah bercerita tentang keluarganya.


“Kau tidak mengetahui tentang itu nak?” tanya nyonya Kevlar dan Bianca hanya mengangguk dan merasa bersalah karena tidak mengetahui banyak tentang keluarga suaminya.


“Ayo ikut denganku” ajak ibu mertuanya.


Bianca mengikuti ibu mertuanya itu mereka masih diam dalam heningnya hingga akhirnya mereka sampai di depan pintu mewah yang di dalamnya terdapat banyak buku-buku yang tersusun rapi di rak di dinding, terlihat seperti ruang kerja tapi ini sangat menakjubkan.

__ADS_1


Bianca sempat kagum melihat isi ruangan itu, daripada ruang kerja lebih mirip dengan perpustakaan pribadi? ya seperti itulah. Nyonya Kevlar terlihat mengambil sebuah album foto tidak terlalu besar di antara buku-buku yang tersusun rapi itu. Saat ibu mertuanya itu memintanya untuk mendekat dengan cepat ia berjalan ke arah ibu mertuanya itu.


“Pasti Axel belum memberitahumu tentang ini, bukan?” tanya nyonya Kevlar saat Bianca duduk di sampingnya.


Bianca menganggukkan kepalanya pandangan matanya tertuju pada album foto yang ada di tangan ibu mertuanya itu. Nyonya Kevlar membuka album foto itu satu persatu mulai dari fotonya bersama tuan Kevlar, foto Axel lalu foto bayi wanita yang membuatnya penasaran tadi.


“Dia Alexa Kevlar, putri angkatku”


Bianca yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahinya menatap bingung ibu mertuanya itu “Saat itu Axel beranjak balita, mama dan papa bepergian berdua namun terjadi kecelakaan besar menimpa kami. Aku kehilangan anak yang sedangku kandung saat itu dan kami di larikan ke rumah sakit karena terluka cukup parah”


Bianca merasa bersalah telah membuka luka lama mertuanya itu, ia menggenggam erat tangan ibu mertuanya itu “Saat itu dokter mengatakan kalau mama tidak bisa mengandung lagi karena rahimku lemah akibat benturan keras. Sebenarnya bisa tapi kemungkinannya kecil, karena melihat kemungkinan kami selalu mencobanya namun tetap gagal dan terus-terusan kehilangan mereka. Setelah kejadian itu, aku sempat hamil dua kali dan keduanya keguguran”


“Karena tidak ingin kehilangan lagi dan lagi saat itu mama memutuskan untuk berhenti mencobanya. Apa kau tau nak? Saat itu aku terus menangis tidak henti aku merasa gagal menjadi seorang istri dan ibu. Saat kondisi fisikku sedikit buruk suamiku pulang ke rumah membawa bayi perempuan saat itu usianya satu tahun” ucapnya Bianca mengeratkan genggaman tangannya pada ibu mertuanya itu.


“Saat itu aku perlahan kembali ceria seperti biasa, aku sangat beruntung bisa memiliki anak secantik dan sepintar Alexa. Dan Axel sangat menyayanginya meskipun bukan adik kandungnya bahkan ia mengenalkan adiknya kepada teman-temannya, dia juga selalu menjaga adiknya itu. Saat bersama Alexa dia selalu tertawa dan tersenyum sekarang sangat sulit rasanya bisa melihat Axel tertawa lepas seperti dulu”


Bianca tak mengerti kalimat terakhir ibu mertuanya itu ia tidak bisa mencerna kata-kata itu dengan baik “Tapi ma sepertinya aku tidak pernah melihat Alexa sebelumnya”

__ADS_1


Nyonya Kevlar tersenyum tipis menatap menantunya itu “Saat remaja Alexa sakit keras, kami berusaha sekeras mungkin untuk menyembuhkannya tapi sepertinya Tuhan menyayanginya tidak ingin dia merasakan sakit lagi dan mengambilnya pergi dari kami. Alexa tidak pernah mengeluh sakit saat di hadapan Axel dia selalu tersenyum saat Axel berada di dekatnya walaupun ia sakit. Dan Axel selalu menangis di kamarnya dan menanyakan hal yang sama padaku kapan adiknya sembuh”


“Alexa anak yang pintar dia mengetahui kondisi tubuhnya yang buruk dan minta kami untuk tidak mengatakan hal yang buruk kepada Axel. Aku tidak bisa mengatakan apa pun dan hanya memeluknya saja”


Bianca ternganga, dia membuat kesalahan besar. Tidak seharusnya ia mengatakan ingin tahu tentang bayi perempuan itu seharusnya ia tidak membuka luka lama keluarga besar suaminya itu dan langsung memeluk erat mertuanya itu.


“M-maafkan aku ma, maaf karena membuka kembali luka itu” ucap Bianca terisak dalam pelukan ibu mertuanya itu.


Nyonya Kevlar membalas pelukan menantunya itu. Kemudian ia juga menceritakan banyak hal tentang kondisi buruk Axel saat kepergian adiknya itu, Axel selalu menyalahkan dirinya atas kepergian adiknya itu bahkan ada saatnya ia mengamuk tidak jelas hingga pernah di bawa ke psikiater.


Dan mulai saat itulah Axel perlahan berubah tidak ada lagi senyum dan tawa yang menghiasi wajahnya semua ini digantikan dengan tatapan tajam dan raut wajahnya yang datar itu.


Nyonya Kevlar meneteskan air matanya kala mengingat kejadian di masa lalu itu, ia menangkup wajah Bianca untuk menatapnya lalu ia tersenyum getir “Aku mohon jangan tinggalkan anakku. Meski kau tidak menyukai sifatnya yang dingin dan kaku itu kuharap kau tetap bertahan. Jika dia pernah menyakitimu, itu semua karenaku jadi maafkan dia untuk itu. Katakan saja pada kami jika dia menyakitimu aku akan membelamu” ucap nyonya Kevlar terisak.


Bianca menggeleng pelan “Tidak ma, aku akan bertahan semampuku. Aku tidak bisa menjanjikannya tapi aku akan mencoba mengembalikan Axel yang dulu” ucap Bianca


Nyonya Kevlar terharu mendengar perkataan Bianca dengan cepat ia memeluk menantunya itu, ia sangat beruntung memiliki menantu seperti Bianca “Terima kasih nak, kau wanita yang baik dan terima kasih sudah mau menjadi menantu kami”

__ADS_1


“Aku akan berusaha semampuku sampai batas waktuku untuk berada di sampingnya, ma” ucap Bianca dalam hatinya lirih.


__ADS_2