Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.50 Maaf...


__ADS_3

Akan ada banyak wartawan yang akan mengejarnya karena masalah ini, daripada wartawan ia lebih takut bagaimana reaksi kedua orang tuanya dan kedua mertuanya saat membaca berita ini. Dia tidak akan bisa menyangkal artikel itu karena di sana terpampang jelas wajahnya dan wajah Sheryl yang diburamkan foto itu di ambil saat mereka sedang makan malam bersama.


“Dia sangat licik” ucap Brandon tak suka saat melihat artikel itu melalui ponselnya.


Axel menatap ke arah Brandon lalu menghela nafasnya kasar, benar-benar aneh kehidupannya hancur berantakkan seperti ini terlebih lagi bukan hanya tentangnya tapi juga istrinya. Ia menghancurkan semuanya, Brandon benar dia memang pria brengsek.


Axel bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sofa yang diikuti oleh sahabat-sahabatnya itu, ia kembali menghela nafasnya dan meremas rambutnya frustrasi.


“Kami akan membantumu” ucap Mark


Axel menghela nafasnya lagi dan lagi sembari menggelengkan kepalanya “Tidak, aku akan menyelesaikannya sendiri”


“Ya itu benar, meskipun kau membuat kami kecewa tetap saja kau sahabat kami dan kami akan membantumu menyelesaikan semua ini”


“Jangan keras kepala! Kau tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini sendirian kami akan membantumu” ucap Brandon mengalihkan pandangannya.


“Terima kasih” ucap Axel.


Suasana ruangan itu menjadi canggung dan hening, tak lama kemudian Axel berdiri dari duduknya mengambil jas dan ponselnya. Ia tidak boleh berdiam diri di saat seperti ini, ia harus segera mengurus semua kekacauan yang ia buat ini.


Setelah menjauh beberapa langkah dari meja kerjanya, langkahnya kembali terhenti saat pintu ruang kerjanya dibuka dengan sangat keras membuatnya sedikit kaget dan menampakkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Akhirnya aku menemukanmu, anak sialan!” bentak tuan Kevlar lalu melayangkan satu pukulan tepat di wajah putranya itu.


Axel tersungkur ke belakang tubuhnya menghantam meja kerjanya, pukulan ayahnya itu terlalu kuat sepertinya ayahnya itu mengerahkan semua tenaganya untuk memukuli dirinya. Axel tidak menyangka akan mendapat reaksi seperti ini dari ayahnya, ini pertama kali ayahnya memukulnya sepertinya pria itu sangat kecewa kepadanya.


“Apa kau tau apa yang sudah kau lakukan?!” ucap tuan Kevlar penuh kemarahan yang ditahan oleh Brandon dan yang lainnya.


“Kau ingin membuktikan apa? Ingin membuktikan kalau banyak uang tidak masalah untuk memiliki simpanan?! Apa kau sudah gila?!” ucapnya lagi.


Kevin membantu Axel berdiri, punggungnya terasa sakit akibat terbentur meja kerjanya itu. Ayahnya tak henti-hentinya melontarkan kata-kata kasar kepadanya sedangkan ibunya hanya bisa menangis melihat ke arahnya.


Axel menatap ibunya “Maaf...” ucapnya lirih.


Anaknya telah menyakiti menantu satu-satunya itu “Apa yang kau lakukan nak? Apa semua itu? Ada apa denganmu nak, kenapa kau menjadi seperti ini?” tanyanya lirih menangkup wajah anaknya.


Ayahnya mendekat dan melempar selembar kertas tepat di depan wajahnya “Apa maksud perjanjian ini?!”


Axel terkejut dengan cepat ia menangkap kertas itu dan benar saja itu perjanjian yang terakhir kali ia buat “Seberapa banyak kau menyakiti menantuku itu?!”


Semuanya hanya diam, tidak ada yang bisa menahan tuan Kevlar lagi “Aku tidak menyangka, selama ini kau berakting terlalu bagus sampai aku tidak mencurigai sedikit pun tentangmu. Kau benar-benar brengsek, apa kau tau itu?!”


“Nak, apa yang sebenarnya terjadi sayang?” tanya ibunya yang masih terisak di hadapannya.

__ADS_1


Axel hanya bisa terdiam, ia sama sekali tidak bisa berbicara ketika melihat ibunya menangis seperti ini. Kali ini bukan hanya Bianca, ia juga menyakiti hati ibunya. Apa mungkin Alexa juga sangat kecewa dengannya karena ini?


“Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau tidak menolaknya jika kau memang tidak menginginkan pernikahan ini?” ucap ibunya lagi dan terdiam sejenak sembari menggelengkan kepalanya “Tidak, ini semua salahku. Seharusnya aku tidak memaksamu untuk segera menikah, maafkan mama nak”


Axel menggelengkan kepalanya ini bukan salah ibunya dengan penuh rasa bersalah ia merangkul ibunya itu “Maaf ma”


“Ini bukan saatnya untuk seperti ini, cepat hubungi Bianca bisa saja kini wartawan juga menunggunya di butik” ucapnya melepas pelukan anaknya itu.


Rasa bersalah Axel menjadi berpuluh-puluh kali lipat, hanya kata maaf yang bisa ia lontarkan saat ini “Dia pergi ma, semua karena salahku”


Nyonya Kevlar terpekik histeris ia memukul-mukul dada Axel dengan tenaganya yang tidak seberapa itu, sedangkan ayahnya sudah menatapnya seakan ingin menelannya bulat-bulat “Pukulan itu tidak seberapa, kau bisa saja mati ditangan ayah mertuamu. Aku tidak akan menolongmu biar saja kau mati ditangannya karena kau pantas menerimanya”


Nyonya Kevlar menangis ia tidak tahu semua ini “Kau harus menemukan menantuku, kau harus membawanya pulang atau aku akan sangat membencimu”


Axel kembali memeluk ibunya, hatinya sangat sakit dua kali dihantam begitu saja saat melihat ibunya menangis ini lebih sakit daripada saat melihat Bianca menangis. Ini salah, dari awal dia tidak seharusnya berbuat seperti ini seharusnya ia tidak goyah, dia mengacaukan semuanya.


“Maaf, aku akan menemukannya aku janji”


Axel memeluk erat ibunya, ia sangat bersalah kepada ibunya. Ia membuat wanita itu menangis dan hanya kata 'maaf' yang bisa ia lontarkannya saat ini. Ia bahkan tidak bisa menghibur ibunya saat ini karena ini bukan situasi yang tepat untuk menghibur seseorang, pada akhirnya orang yang ia cintai pergi meninggalkannya mulai dari Alexa adiknya dan kini Bianca istrinya meskipun terlambat untuk ia menyadari perasaannya tetap saja dia kehilangan wanita yang ia cintai.


Bianca berhasil memenangkan hatinya sedari dulu hanya saja egonya terlalu besar sehingga ia menyangkal perasaan itu dengan sekuat mungkin dan membuatnya berakhir seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2