Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.52 Kenapa Begini?


__ADS_3

Ketika sampai di rumahnya dengan tergesa-gesa ia keluar dari mobilnya lalu menutup pintu mobilnya dengan kasar. Langkah kakinya yang terburu-buru itu mengarah ke kamar yang ditempati istrinya itu dengan berat ia mengangkat tangannya untuk membuka lemari baju istrinya itu dan benar saja di dalam sana hanya tersisa beberapa lembar gaun milik istrinya yang tergantung.


Axel mengeram marah, ia melayangkan pukulan di pintu lemari baju istrinya itu dengan tergesa ia pergi ke kamarnya namun tidak menemukan satu pun surat yang di tinggalkan Bianca untuknya. Apa Bianca sangat membencinya? Sampai-sampai hanya dia yang tidak mendapatkan kabar bahkan sahabatnya Brandon mendapat kabar dari istrinya itu.


Tidak sampai di situ Axel terus berusaha mencari ke seluruh kamarnya berharap ada satu petunjuk dari istrinya itu, ia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya saat pertama kali memasuki ruangan itu ia dapat melihat ada sesuatu di atas laptopnya. Axel melangkahkan kakinya terburu-buru dan menggapai amplop kecil itu lalu membukanya dan di sana tertulis surat panjang yang ditujukan untuknya.


Axel membaca surat itu tanpa ia sadari membuatnya terisak. Setelah selesai membacanya tangannya bergerak menggapai amplop besar yang di dalamnya terdapat surat perceraian mereka. Dengan gemetar ia meremas surat yang ditulis Bianca untuknya sembari menatap kosong ke arah surat perceraian yang sudah ditandatangani istrinya itu. Tak jauh dari amplop itu ia melihat selembar foto pernikahan mereka yang sudah robek namun di satukan kembali dengan selotip, hatinya semakin teriris saat menyadari kenyataan yang sekarang tengah ia hadapi.


Axel tak kehabisan akal, ia merogoh kantongnya mengambil ponselnya lalu menghubungi asistennya dikantor “Temukan istriku, dimana pun, bagaimana pun aku tidak mau tau kau harus menemukannya. Suruh orang mencarinya, harus ketemu pokoknya sampai ketemu. Jika tidak aku akan membunuh kalian semua” ucapnya asal.


Axel melempar ponselnya ke atas meja, ia masih menatap surat perceraian yang sudah di tanda tangani Bianca. Ia terpekik geram dan mengacak rambutnya frustrasi.


“Kenapa kau pergi? Bukankah aku sudah mengatakan jangan pergi dari sisiku!” ucapnya lirih.

__ADS_1


...****************...


Sudah satu minggu berlalu Axel terus berusaha mencari istrinya bahkan di bantu dengan orang suruhannya tapi tak satu pun dari mereka yang melihat tanda-tanda keberadaan Bianca. Ponsel Bianca tidak dapat di lacak ya tentu saja mungkin sudah hancur berkeping di langgar kendaraan lainnya.


Axel mencari ke seluruh tempat yang mungkin di datangi Bianca tapi tetap saja tidak menemukannya. Bukan satu dua hari ia mencari istrinya itu tapi entah kenapa petunjuk sedikit pun tidak ia dapatkan. Axel memukul setir mobilnya dengan kuat, ia sangat kesal karena tidak dapat menemukan Bianca.


“Sialan!”


Axel menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya yang bersedekap di setir mobilnya, napasnya terengah bersamaan dengan amarahnya yang memuncak.


Axel meremas rambutnya frustrasi “Kumohon kembalilah”


Di sisi lain Bianca terlihat tengah mengatur bunga yang baru saja ia beli di toko bunga yang tak jauh dari rumah neneknya itu, ia menyusun bunga Lily dan mawar merah di vas yang berbeda. Ia mengamati ke sekeliling di sini terlalu sepi, ia ingin kembali ke kota tapi ia masih tidak siap jika harus bertemu dengan Axel.

__ADS_1


Setelah skandal Axek tersebar di media sosial kedua orang tuanya langsung menghubunginya. Ibunya menangis dan tak hentinya meminta maaf kepadanya karena sudah menempatkannya di situasi yang sangat menyesakkan seperti itu. Begitu juga dengan Bianca yang tak henti-hentinya menangis karena sudah membohongi dan mengecewakan orang tuanya.


Saat itu kedua orang tuanya menanyakan tentang hubungannya dengan Axel dan Bianca memberitahu mereka jika ia sudah menandatangani surat perceraian itu. Kedua orang tuanya itu mengatakan akan membantunya mengurus perceraian itu, tapi ibunya juga berkali-kali menanyakan bagaimana perasaannya terhadap Axel? Apa dia masih mencintai pria itu?


Bianca tak mengatakan apa pun tentang itu dan hanya diam saja, tentu saja ia mencintai Axel bagaimana mungkin dalam waktu sekejap ia bisa melupakan suaminya itu terlebih lagi Axel adalah cinta pertamanya. Tapi terlepas dari semua itu, ia juga mengatakan kepada ibunya untuk tetap mengurus perceraiannya. Bianca juga mengatakan kepada kedua orang tuanya untuk merahasiakan keberadaannya karena saat ini ia butuh waktu sendiri, ia tidak ingin menemui siapa pun.


Bianca berdiri di balkon rumah neneknya itu, rumah berlantai dua itu terasa sangat kosong. Cahaya matahari menyorot terang ke arahnya, beberapa kali terdengar suara helaan nafas berat darinya.


“Kenapa ini semakin membuatku sakit? Padahal sudah satu minggu sejak aku pergi bukankah seharusnya sekarang sudah baik-baik saja?” ucapnya lirih menundukkan kepalanya di pagar balkon itu.


Bianca menatap cincin yang tersemat dijari manisnya, ia memainkan cincin itu. Cincin pernikahannya masih ia pakai bahkan ia tidak bisa membuang cincin itu, ia berjanji pada dirinya akan melepaskan itu setelah satu tahun pernikahan mereka terlepas dari dirinya yang sudah mengajukan perceraian.


“Kenapa aku semakin mencintaimu? Bahkan di saat seperti ini aku masih berharap kau akan mencariku dan menjemputku, apa yang sebenarnya kau lakukan kepadaku?”

__ADS_1


Bianca kembali masuk ke dalam rumahnya dan menuju kamarnya, di nakas samping tempat tidurnya terdapat selembar foto pernikahannya yang sempat ia bawa dan terus ia perhatikan setiap kalinya. Hanya itu yang tersisa untuknya, semakin melihat wajah Axel semakin perih hatinya tapi ia tidak bisa berhenti untuk menatapnya.


Bianca bergumam sembari menatap lirih foto itu “Aku tau ini salah, tapi hanya sekedar ini tolong biarkan aku melakukannya”


__ADS_2