
Kini Bianca sudah resmi menjadi istri dari seorang CEO terkenal yang digemari banyak orang terutama para wanita. Hari demi hari telah terlewati dan hari ini adalah hari di mana ia kembali ke kampusnya memulai kembali kegiatan sehari-harinya seperti sebelum-sebelumnya.
Sangat berbeda dari apa yang di pikirkan Bianca ia justru di sambut baik oleh teman kampusnya tak sedikit yang memberikan ucapan selamat kepadanya bahkan ada yang terang-terangan mengatakan keiriannya karena Bianca sangat beruntung bisa mendapatkan pria sesempurna Axel Kevlar untuk di jadikan pendamping hidup.
Ya tentu saja tidak semua dari mereka yang menyukai fakta bahwa dirinya kini berstatus sebagai istri dari seorang Axel Kevlar dan tentunya itu semua diiringi dengan berita-berita tidak mengenakan tentang dirinya namun Bianca tidak ambil pusing tentang hal itu.
Saat ini Bianca tengah di sibukkan dengan skripsinya yang terus mendapat perintah revisi. Ia sangat lelah harus mengulang terus-terusan dan jari-jari tangannya rasa ingin lepas karena harus mengetik banyak hal.
Bianca menghela nafasnya kasar, ini pasti akan menguras banyak waktunya pasti sedikit waktunya untuk istirahat. Setelah kelasnya selesai Bianca beranjak menuju kantin untuk mengisi perutnya yang tadi sempat ia tunda saat kelas pertama selesai untuk menyelesaikan sedikit skripsinya yang perlu di revisi.
“Hah, ini sangat melelahkan” keluh Bianca pada sahabatnya Alisya.
Alisya menganggukkan kepalanya setuju “semoga setelah ini skripsi kita segera disetujui” ucapnya.
“Itu harus jika tidak aku akan berhenti saja” ucap Bianca yang membuat keduanya tertawa.
Mereka berdua memesan makanannya dan sedikit mengobrol untuk mengisi keheningan di antara keduanya dan tiba-tiba ponsel Bianca bergetar dan terlihat sebuah notifikasi pesan masuk.
[Axel (Es Batu)] ‘Kau di mana?’
[Bianca] ‘Aku di kampus, ada apa?’
__ADS_1
[Axel (Es Batu) ] ‘Aku di jalan, lima belas menit lagi akan sampai’
Bianca mengerutkan keningnya “Tiba-tiba, ada apa?” pikirnya. Bianca tak mengerti kenapa Axel tiba-tiba ingin menjemputnya, apa ada hal yang mendesak? Huh entahlah.
“Ada apa?” tanya Alisya membuyarkan lamunannya
“Ah tidak, Al aku duluan ya. Tiba-tiba ada hal mendesak yang perlu aku urus” ucap Bianca
“Kenapa tiba-tiba sekali?”
“Anu itu... Suamiku menunggu di gerbang” jelas Bianca malu-malu.
Alisya tertawa renyah melihat tingkah Bianca yang terlihat malu-malu itu “Hahaha yang benar saja pengantin baru ini, sudah pergilah”
Bianca berjalan cepat meninggalkan kampusnya saking terburu-burunya tanpa ia sadari ia menabrak seseorang yang ada di hadapannya dan buku-buku yang ada di tangannya terjatuh ke tanah karena kecerobohannya itu.
“Maaf aku tidak melihatnya” ucap Bianca sambil memunguti bukunya yang terjatuh.
“Tidak apa, lain kali berhati-hatilah”
Bianca menatap ke arah pria yang tak sengaja ia tabrak itu lalu ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan pria itu memberikan beberapa lembar kertas yang berisi bahan skripsi Bianca yang ia bantu memungutnya.
__ADS_1
“Terima kasih, sekali lagi saya minta maaf” ucap Bianca berlalu pergi meninggalkan pria itu namun langkahnya terhenti setelah menjauh beberapa langkah.
“Tunggu dulu” pekik pria itu menghentikan langkah Bianca. Bianca pun menoleh ke arah belakang “Ah aku belum tau namamu?”
“Bianca” ucapnya lalu kembali melangkahkan kakinya menjauh dari sana.
Tanpa ia sadari ia memberitahukan namanya pada orang asing. Bianca tertegun langkahnya terhenti lalu ia menoleh ke belakang pria itu sudah tidak lagi terlihat. Bianca bingung kenapa pria itu tiba-tiba menanyakan namanya hanya karena Bianca tak sengaja menabraknya lalu kenapa juga ia dengan tanpa beban memberitahukan namanya pada orang asing.
“Ah sudahlah lupakan saja”
Ketika sampai di depan gerbang, ia melihat Axel bersedekap tangan bersandar di depan mobilnya yang masih menggunakan pakaian kantornya bahkan dari jauh pria itu tetap terlihat sangat tampan. Lalu ia melangkahkan kakinya kembali mendekat ke arah Axel.
“Apa sudah lama?” tanya Bianca
“Tidak, aku baru sampai sekitar lima menit yang lalu” ucap Axel menatap Bianca dengan wajah datarnya “Ayo masuk, aku risih sekali dengan tatapan mereka”
Bianca mengedarkan pandangannya ke sekitar dan benar saja banyak mata yang mengarah kepada suaminya itu “Lain kali tunggu di dalam mobil saja, lagi pula aku sudah mengetahui mobilmu”
Bianca masuk ke dalam mobil mengikuti Axel, ia sangat gugup jika harus berdua saja bersama Axel di tambah lagi keheningan yang menambah kecanggungan dan rasa gugup Bianca bercampur menjadi satu. Bianca sangat heran dengan dirinya entah kenapa setiap kali ia berada di dekat Axel ia selalu merasa gugup, aneh bukan?
Bianca menghela nafasnya saat melihat jalanan yang sedikit macet, kegiatan kampus sudah menguras banyak tenaganya kini ia malah terjebak di dalam kemacetan. Bianca menguap, ia mengerjap-kerjapkan matanya berkali-kali agar tidak tertidur tapi itu sia-sia rasa kantuknya sudah tak dapat di tahan lagi hingga akhirnya ia pun tertidur dengan kepala yang menyandar di kaca mobil.
__ADS_1
Axel melirik ke arah Bianca yang tertidur di sampingnya “Dasar tukar tidur” ucap Axel tanpa ia sadari sebuah senyuman terukir di bibirnya.
Axel merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena terus-terusan berduduk di kantor bahkan sekarang pun hanya lima menit ia berdiri tadi menunggu Bianca di depan mobilnya. Axel melirik ke samping lagi sepertinya Bianca tertidur sangat pulas, ia mendekat ke arah Bianca kemudian menarik pelan kepala Bianca yang bersandar di kaca mobil. Setelah itu Axel merendahkan kursi mobil agar Bianca bisa tidur dengan nyaman, setelah selesai mengatur kursinya dengan hati-hati ia meletakkan kepala Bianca di sandaran kursi.