
Bianca menggeliat dalam tidurnya, ia menarik selimut hingga bahunya ketika merasakan dingin yang menyeruak masuk ke kulitnya. Matanya setengah terbuka dan belum sepenuhnya terbangun saat ia ingin memejamkan matanya kembali ia merasakan sepasang tangan yang semakin erat memeluk pinggangnya.
Bianca tersenyum itu lengan suaminya kemudian ia membalikkan tubuhnya seperlahan mungkin agar tidur pria itu tak terganggu. Ia menatap gemas wajah damai suaminya itu tangannya bergerak menyentuh setiap sisi wajah Axel, ia sangat menyukai sekarang ini pria di hadapannya ini selalu tersenyum ke arahnya bahkan wajah dingin itu tak lagi pernah ia lihat.
Bianca tersenyum menatap bibir yang akhir-akhir ini selalu tersenyum kepadanya itu, tubuhnya bergerak lalu mendekatkan wajahnya ke arah Axel dan ia mengecup singkat bibir suaminya itu. Namun saat ia ingin melepaskan kecupan itu ia kaget saat melihat mata Axel yang terbuka, suaminya itu tidak tertidur ia sudah bangun sejak awal.
“Good morning, sayang” ucap Axel mengejutkan istrinya itu.
“K-kau tidak tidur?” tanya Bianca memukul pelan dada Axel, ia gugup karena kepergok mencium orang yang sedang tidur.
Axel tersenyum lebar “Padahal aku sudah bangun, apa kau tidak ingin memberikan morning kiss untukku?” tanyanya menggoda Bianca.
“Berhenti menggodaku” ucap Bianca bangkit dari baringnya “Ayo bangun, kita sarapan” ajak Bianca menoleh ke arah Axel.
Axel menggeser tubuhnya mendekat ke arah Bianca lalu memeluk erat pinggang istrinya itu “Nanti saja, tidurlah lagi aku kedinginan” ucapnya.
“Ayolah bangun, aku akan pergi mengambilkan sarapanmu”
Axel menarik tubuh istrinya hingga berbaring di sampingnya dengan cepat ia memeluk erat tubuh istrinya itu “Hey, apa yang kau laku...”
Perkataan Bianca terpotong karena pria itu sudah terlebih dulu menempelkan bibirnya pada bibir Bianca, Bianca terkejut dengan tindakan Axel yang tiba-tiba itu. Darahnya berdesir di sekujur tubuhnya dan kupu-kupu di perutnya seolah beterbangan. Bianca terbawa suasana dan memejamkan matanya ia berusaha untuk mengimbangi ciuman Axel meskipun pada akhirnya ia tetap kewalahan.
Axel menyesap bibir bawah dan atas Bianca secara bergantian, ia menggigit pelan bibir bawah istrinya itu saat menemukan celah ia menyelusupkan lidahnya masuk menari-nari di dalam mulut istrinya itu. Ketika Bianca memukul dadanya berkali-kali barulah ia melepaskan ciumannya.
__ADS_1
Napas Bianca tersengal-sengal, ciuman ini lebih lama dari tadi malam “A-apa yang kau laku...”
Axel tersenyum lebar menatap ke arahnya “Terima kasih untuk morning kissnya, sayang” ucap Axel tangannya bergerak menghapus sisa salivanya yang membasahi bibir atas dan bawah Bianca.
Wajah Bianca seketika memerah dengan cepat ia bangkit dari baringnya, ia menatap Axel sebentar lalu pergi menuju kamar mandi. Bianca tidak lama di dalam sana ia hanya mencuci wajahnya dan menyikat gigi setelahnya ia keluar lalu menghampiri Axel.
Ia duduk di tepi ranjang menghadap ke arah Axel “Apa kau ingin ke kamar mandi? Jika tidak aku akan ke bawah untuk sarapan” tanyanya.
Axel mendekat dan melingkarkan tangannya di perut istrinya itu “Aku ingin ke kamar mandi” ucapnya sedikit berbisik.
Bianca menyuruh Axel untuk melepas pelukannya “Ayo buruan setelah itu kita sarapan, aku laper banget” keluhnya melihat Axel yang masih bergelayut manja memeluknya.
Axel mengambil posisi duduk tepat di hadapan Bianca, ia mendekatkan wajahnya ke arah Bianca namun istrinya itu mengetahui apa yang akan di lakukannya dengan cepat Bianca menutup mulut Axel dengan telapak tangannya meski begitu pria itu tidak kehabisan akal ia malah berkali-kali menciumi telapak tangan istrinya itu.
Axel menatap Bianca dengan tatapan menggoda “Cium aku dulu di sini, di sini, di sini” ucapnya sembari menunjuk kedua pipinya dan bibirnya.
Bianca menghela nafasnya dan mengernyit tidak suka saat pikirannya malah melayang ke ingatan saat terakhir kali Sheryl mencium kedua pipi dan bibir Axel di hadapannya.
Tiba-tiba saja ia merasa sangat kesal “Disitu, wanita itu menciummu” ucapnya.
Axel memandang tak suka dan menghela nafasnya “Sayang...” panggilnya untuk menghentikan pembicaraan tentang Sheryl
Bianca menatap lekat Axel semakin mengingatnya semakin membuatnya kesal, rasa cemburunya itu membuat tubuhnya bergerak sendiri sesuai instingnya ia mendekatkan wajahnya mencium kedua belah pipi dan bibir suaminya itu.
__ADS_1
Dan tentu saja bukan Axel namanya jika ia tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, ia menarik tengkuk Bianca dan kembali mencium istrinya itu. Istrinya itu tidak menolaknya Axel awalnya sedikit kesal dan gelisah karena Bianca kembali mengungkit tentang Sheryl tapi kini ia merasa sangat beruntung karena mendapat ciuman tidak terduga seperti ini.
Mereka kembali melakukan ciuman panas itu “Itu bonus sayang, ayo bantu aku” ucap Axel saat melepaskan ciuman itu.
Bianca malu wajahnya memerah dengan cepat ia berdiri dan perlahan membantu Axel untuk berdiri dan memapah suaminya itu menuju kamar mandi. Axel melakukan hal yang sama seperti Bianca hanya mencuci muka dan menggosok giginya.
Bianca menyuruh Axel untuk tetap di ranjang dan ia pun turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya itu. Dan beberapa menit kemudian ia kembali dengan nampan di tangannya yang berisi sarapan, sepiring kecil buah-buahan, segelas susu dan air putih.
Bianca melangkahkan kakinya dengan hati-hati kemudian meletakkan nampan itu di atas meja kecil “Ingin makan di luar atau di sini saja?” tanya Bianca
Axel yang tidak ingin merepotkan istrinya yang harus memapahnya lagi memutuskan untuk makan di atas tempat tidur saja. Bianca memberikan sarapan untuk Axel, ia duduk di tepi ranjang dan mereka pun menyantap sarapan mereka dengan tenang. Bianca tersenyum haru menatap ke arah Axel yang fokus pada sarapannya ini sarapan pertama mereka bersama menyantap makanan buatannya setelah sekian lama.
Axel mengelap bibirnya dan menikmati buah-buahan “Ah kenyang sekali” ucapnya
“Apa kau menyukainya?”
“Tentu saja, ini sarapan terenak setelah sekian lama” ucap Axel
Bianca terharu dan merasa senang di saat yang bersamaan, ia kembali melanjutkan sarapannya yang belum selesai sedangkan Axel menatap Bianca mencari-cari kesempatan.
‘cupp’ sebuah kecupan mendarat di bibir Bianca
“Aku mencintaimu...”
__ADS_1