Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.55 Tunggulah Sebentar Lagi


__ADS_3

Axel tidak punya banyak waktu lagi ia tidak boleh membiarkan istrinya pergi terlalu lama, ia harus segera menemukannya. Ia kembali berada di dalam mobilnya masih mencari kesana kemari tidak ada tempat pasti yang bisa ia datangi untuk mencari istrinya dan tidak mungkin ia setiap harinya bolak balik ke rumah Alisya sahabat Bianca untuk mencarinya.


“Maafkan aku, kembalilah kumohon” gumamnya sembari memikirkan tentang istrinya itu.


Ponselnya bergetar harapannya jika itu dari suruhannya sangat besar tapi ketika melihat nama di layar ponselnya semangatnya jadi berkurang dengan malas ia mengangkat telepon itu.


“Ada apa?” tanyanya


Seorang pria di seberang sana menghela nafasnya kasar “Kau di mana? Apa yang kau lakukan, kau tidak masuk kantor lagi?”


Axel tidak menanggapi ucapan sahabatnya itu “Kau akan jatuh miskin jika terus-terusan seperti ini” ucap Brandon memperingatinya.


“Itu tidak akan terjadi, perusahaanku aman di tangan karyawanku” ucapnya tersenyum mendengar celotehan sahabatnya itu.


Brandon tertawa “Aku tunggu di kafe depan perusahaanmu, cepatlah kemari” ucapnya.


Belum sempat menjawab panggilan itu sudah di akhiri secara sepihak oleh Brandon, mungkin ia tahu jika Axel akan menolaknya karena itu ia langsung mematikan panggilan itu dan tentu saja mau tidak mau Axel pasti menghampirinya.


Axel menatap ponselnya dengan kening yang mengerut ketika Brandon mengakhiri panggilan tersebut, dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobilnya menuju kafe di depan perusahaannya, mobilnya menyusuri jalan yang sudah ada di luar kepalanya itu dan berhenti di tempat yang sangat tidak asing lagi baginya.


Ketika ia sampai dari luar sana ia dapat melihat Brandon dengan jelas karena pria itu duduk tepat di jendela tempat ia memberhentikan mobilnya dengan malas ia melangkahkan kakinya mendekati sahabatnya itu.

__ADS_1


“Hahaha, lihatlah kau seperti gelandangan. Ke mana Axel kita yang modis itu?” ledek Brandon saat Axel berada di hadapannya.


“Diamlah!” ucapnya malas sembari duduk.


“Lihatlah penampilanmu itu sudah terlihat sama seperti orang gila. Apa kau mandi dengan benar?” ucap Brandon lagi sembari menahan tawanya.


“Aku mandi setiap hari, kau pikir aku ini apa? Cepat, apa yang mau kau katakan? Kau membuang waktuku” ucapnya malas.


Brandon menyesap minumannya “Setidaknya minumlah dulu itu, tidak ada hal penting aku hanya ingin menemuimu tapi yang ada di sana justru ayahmu” ucapnya.


“Kembalilah ke kantor, apa kau tidak kasihan melihat ayahmu mengurus perusahaan sendirian? Untuk Bianca kami akan membantumu, kau berkeliaran seperti ini juga tidak ada hasilnya bukan? Tunggulah sebentar lagi saja kau pasti bisa menemukannya” ucap Brandon.


“Ini sudah seminggu lebih tapi aku tidak dapat menemukannya. Aku bahkan tidak bisa bertanya kepada mertuaku karena sepertinya mereka juga tidak ingin memberitahuku keberadaan Bianca” ucapnya sembari menghela nafasnya.


“Bersabarlah” ucap Brandon


Axel menopang keningnya dan menunduk “Aku benar-benar menyesal karena terlambat menyadari semua ini. Semuanya terlalu rumit untukku” ucapnya.


“Setiap saatnya aku selalu di hantui dengan perlakuanku terhadapnya selama ini, tidak ada kenangan indah aku terus saja menyakitinya. Aku sangat menyesal aku benar-benar brengsek”


Brandon menganggukkan kepalanya setuju Axel benar-benar brengsek “Apa Bianca pernah mengatakannya? Dia sangat mencintaimu, dia juga rela menyakiti dirinya untuk bertahan denganmu. Saat kau membawa wanita itu pulang ke rumah, dia sangat terluka tapi hatinya terus meminta agar dia bertahan karena mungkin saja dengan berjalannya waktu kau akan mengerti dirinya”

__ADS_1


“Dari awalkan sudah kukatakan, perjodohan itu tidak selamanya buruk. Dan kau beruntung karena mendapatkan istri yang mencintaimu sepenuh hatinya, dan juga perjodohan, melakukan perjanjian dan bercerai sepertinya itu hanya ada di televisi aja. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu tapi aku hanya menyampaikan apa yang dia rasakan saja, karena saat itu dia sempat memberitahuku” jelas Brandon panjang lebar.


Axel tersenyum miris kembali mengingat tentangnya bersama Bianca “Aku memang brengsek, aku bahkan mengatakan perjanjian itu saat di pertemuan pertama kami” ucapnya menghela nafas kasar.


“Kau harus berubah, aku sangat yakin dia tidak benar-benar meninggalkanmu dan dia akan kembali jika waktunya sudah tepat. Dia hanya butuh waktu sendiri untuk menenangkan hatinya” ucap Brandon.


“Aku akan memperlakukannya dengan baik, bahkan jadi budaknya sekalipun” ucapnya tersenyum tipis.


Brandon menahan tawanya, ia tidak tahu boleh tertawa atau tidak karena Axel mengatakan hal itu dengan serius “Aku akan mendukungmu” ucapnya.


Axel kembali memasang wajah datarnya, kali ini ia sudah melakukan kesalahan besar dan ia sangat-sangat menyesali perbuatannya itu. Ia akan mengubah rasa sakit yang diterima istrinya selama ini menjadi kebahagiaan yang tidak mudah dilupakan. Bahkan jika nanti istrinya itu sudah tidak ingin menerimanya lagi dan benar-benar membencinya, ia akan pergi meninggalkan Bianca asal itu bisa membuatnya bahagia karena ia tidak ingin membuat istrinya itu terus tersakiti karenanya.


“Kau pulanglah ke rumahmu, istirahatlah satu harian ini. Untuk Bianca kami akan membantumu lagi pula kau kan juga sudah menyuruh orang untuk mencarinya jadi tidak masalah untuk kau istirahat sehari saja” ucap Brandon prihatin dengan keadaan Axel yang urak-urakan belum lagi wajahnya yang terlihat lesu seperti orang yang kurang tidur.


“Tidak, aku harus mencarinya. Aku tidak boleh menundanya lebih lama lagi, ini sudah terlalu lama sejak dia pergi” kekeh Axel


Axel menghela nafasnya kasar, sahabatnya ini sangat keras kepala “Aku tau kau mencemaskannya tapi setidaknya pikirkan juga tubuhmu! Apa kau pikir bisa mencarinya lagi setelah kau jatuh sakit? Lihatlah keadaanmu saat ini, kau seperti tidak layak untuk disebut seorang manusia. Jangan keras kepala seperti ini, itu akan merugikanmu sendiri nantinya”


Axel terdiam dan hanya menatap ke arah Brandon “Habiskan minumanmu itu lalu pulanglah ke rumah. Satu hari beristirahat tidak akan membuatmu kehilangannya tapi jika kau terus keras kepala seperti ini yang ada dia yang kehilanganmu” ucap Brandon asal ceplos saja.


Axel tersenyum tipis sahabatnya itu kembali lagi dalam mode 'mengomel'. Axel mengikuti saran Brandon untuk beristirahat satu hari ini saja, tubuhnya memang sedikit tidak enak dan matanya juga sangat berat tapi ia menahannya dan melawannya demi mencari istrinya kembali.

__ADS_1


Axel melajukan mobilnya menuju kediamannya, rumah itu terasa kosong langkahnya terhenti di depan tangga dan menatap kosong ke arah kamar Bianca entah kenapa ia seperti melihat Bianca yang berjalan lalu lalang menuju kamarnya dan dapur. Kepalanya semakin berat dan matanya juga perlahan mulai tertutup dengan gontai ia melangkahkan kakinya menuju kamar Bianca dan berbaring di atas ranjang milik istrinya itu, tidak butuh lama untuknya setelah terbaring beberapa detik ia sudah masuk ke alam mimpinya.


Tunggu aku! Aku akan segera menemukanmu, sayang.


__ADS_2