Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.94 Setelah Sekian Lama


__ADS_3

Axel menarik tangan Bianca dan berjalan ke atas menuju kamarnya, ia tidak menjawab ketika Bianca bertanya padanya. Pria itu terus menarik tangan Bianca untuk mengikuti langkahnya.


“Hey, ada apa?" tanya Bianca ketika Axel mengunci pintu kamarnya.


Pria itu mendekat dan mengecup kening Bianca, ia tidak menggubris perkataan istrinya tadi tangan pria itu bergerak untuk membuka kemeja kantornya. Ia terkekeh ketika Bianca memalingkan wajahnya dengan wajah yang bersemu.


Axel mendekat dan mengangkat tubuh Bianca "Astaga! Park Axel!" teriak Bianca terkejut dengan tindakan suaminya itu.


Axel hanya tersenyum "Kau lucu jika seperti ini" ucapnya.


Bianca memalingkan wajahnya dan enggan menatap Axel "H-hentikan”


"Kau cantik ketika bersemu”


Bianca semakin memerah dan jantungnya berpacu dua kali lebih cepat, ia berdehem guna menetralkan rasa gugupnya.


“H-hentikan”


Bianca menatap Axel ketika pria itu bergerak "Kau akan membawaku ke mana Axel?"


“Kamar mandi”


“A-apa?”


“Bukankah sudah terlalu lama kita tidak mandi bersama?” bisik Axel di telinga istrinya itu.


Axel menutup pintu kamar mandi itu dan menghalanginya, ia tahu Bianca hendak melarikan diri dan pria itu bersedekap sembari menatap tajam istri cantiknya itu.


"Minggir, aku ingin keluar" ucap Bianca masih memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Bianca sangat malu ketika suaminya itu bertelanjang dada di hadapannya, Seluruh otot pria itu terlihat begitu jelas dan membuatnya semakin seksi.


"Tidak menerima penolakan, sayang” ucap Axel yang bergerak mengunci pintu kamar mandi.


“T-tapi”


Axel mendekat dan mencondongkan tubuhnya menatap wajah Bianca ia tersenyum ketika wanita itu malu "Kau juga belum mandi Mommy”


“K-kau mandi saja sendiri”


Axel mengangkat tubuh Bianca dan tidak memperdulikan teriakan wanita itu, ia memutar kran lalu air itu jatuh dari shower dan membasahi tubuh mereka.


“Aduh pakaianmu jadi basah jika tidak mandi kau akan masuk angin nanti”


Bianca mengusap wajahnya dan menatap Axel kesal "Kau selalu saja menjebakku, apa kau...”


Belum sempat Bianca menyelesaikan kata-katanya Axel langsung mencium bibir Bianca dan membuat wanita itu bungkam, pria itu mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah istrinya itu.


Mau tidak mau Bianca menuruti ucapan Axel, ia dan suaminya itu mandi bersama lagi. Bianca mendengus sebal karena suaminya itu punya banyak cara untuk menjebaknya, pria cerdik.


Bianca sedang bersandar pada dada Axel dengan posisi yang memeluk pria itu, mereka membiarkan air hangat itu berubah menjadi dingin.


“Sayang”


"Hem?" jawab Axel sembari mengelus pelan punggung Bianca


Bianca mendongak dan menatap Axel “Ada undangan pernikahan, sahabatku menikah”


"Berarti kita harus hadir di sana” ucapnya

__ADS_1


Bianca menatap Axel berbinar "Benarkah?


Axel menganggukkan kepalanya "Memangnya siapa yang mengundang? Apa itu Alisya?”


Bianca menggelengkan kepalanya “Itu Alvaro, aku jadi merindukan Alisya” ucapnya


Axel menyudahkan acara berendamnya dan mengambil handuk "Siapa dia?" tanyanya sembari mengusap rambut Bianca yang basah.


Bianca diam dan tersenyum kemudian menghentikan pergerakan tangan Axel "Pria yang kau pukul waktu itu di kafe" ucapnya.


Bianca berjalan ke arah cermin dengan handuk yang melekat di tubuhnya. Ia meninggalkan Axel yang terdiam dan mencoba mengingat, kemudian tertawa ketika Axel berteriak.


“Tidak!”


Bianca menolehkan kepalanya dan menatap Axel "Sepertinya aku harus memilih gaun yang pas untuk pergi ke sana”


Axel menatap Bianca yang berlalu pergi dari kamar mandi, ia menatapnya dengan tatapan tidak suka. Bagaimanapun juga sahabat Bianca itu pernah melamar Bianca, Axel mengacak-acak rambutnya.


“Tidak perlu pergi, di rumah saja mengurus Ayana”


"Kau bilang bahwa kita harus menghadiri pernikahan itu" ucap Bianca.


Axel berkacak pinggang "Tidak untuk pria sialan itu"


“Alvaro, dia punya nama. Lagian dia juga bukan pria seperti itu” jelas Bianca tak suka Axel menjelek-jelekkan sahabatnya itu.


Axel memutar malas bola matanya “Terserah siapa pun itu, aku tetap tidak akan hadir ke pernikahannya”


Bianca mengedikkan bahunya "Ya sudah, kalau begitu aku akan pergi dengan Brandon saja”

__ADS_1


Axel menatap tajam Bianca dan mendekat, ia mendengus kasar "Jangan coba-coba!" desisnya dan Axel pun memilih untuk mengalah "Baiklah, kita akan menghadiri pernikahannya."


Bianca tersenyum dan memeluk Axel "Aku benci ini” gumam Axel dan dibalas oleh kekehan Bianca.


__ADS_2