
Axel menatap geram ke arah orang tuanya, ia tidak ingin menandatangani surat perceraian itu. Ibunya menyuruhnya pulang untuk membahas hal ini, di sana juga ada kedua mertuanya yang juga menyuruhnya untuk menandatangani surat perceraian itu. Walaupun kedua mertuanya itu sudah memaafkan dirinya tapi ia tetap tidak ingin menandatanganinya dan ia juga sudah berkali-kali menanyakan keberadaan Bianca tapi mereka menjawab tidak tahu dan Axel sama sekali tidak mempercayainya.
Rahangnya mengeras ia tidak mengerti kenapa orang tua dan mertuanya ini gencar menyuruhnya menandatangani surat perceraian itu “Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menandatanganinya”
Ibunya memegang punggung Axel dan mengusapnya pelan “Kenapa nak? Bukankah ini yang kau inginkan jangan menyakitinya lagi dan tandatangani saja surat itu” ucapnya.
Axel menatap menyalang ke arah ibunya, entah kenapa semakin didesak seperti ini membuatnya semakin marah “Jika aku bilang tidak, ya tidak kenapa terus memaksaku?!” ucapnya.
“Di mana sopan santunmu? Kalau kau tidak ingin bercerai kenapa kau menyelingkuhinya?!” ucap Tuan Kevlar balik membentak anaknya itu.
Ia menatap tajam ayah dan ibunya secara bergantian, amarahnya menggebu-gebu dan hatinya sakit sekali karena tidak ada yang mendukungnya untuk mempertahankan Bianca. Ia mengambil surat perceraian yang ada di atas meja dengan gerakan cepat ia merobek-robek surat itu membuat kedua orang tuanya dan mertuanya tersentak kaget.
“Apa kau gila?!” pekik ayahnya geram
Axel melirik ayahnya sejenak kemudian mengalihkan pandangannya kepada kedua mertuanya itu “Aku ini pria brengsek, aku menyakitinya jadi untuk itu aku akan tanggung apa pun risikonya tapi tidak perceraian ini karena sampai kapan pun aku tidak akan melepaskannya” ucapnya dengan nada sedikit tinggi.
__ADS_1
Ibunya hanya menggelengkan kepalanya sedangkan ibu mertuanya menghela nafasnya “Jika kau tidak ingin bercerai kenapa kau menyakiti anakku? Lalu kenapa kau membuat perjanjian seperti itu kepadanya, apa setelah satu tahun pernikahan baru kau akan menceraikannya?”
Kini giliran Axel yang menghela nafasnya “Karena aku pria brengsek, aku selalu melukainya. Aku bahkan tidak tahu perasaan ini muncul dan mementingkan egoku bahkan aku menyangkal perasaanku dengan mengasarinya”
“Ini salahku, aku memang tidak pantas untuk memintanya kembali tapi aku tidak akan menyerah, aku akan membawanya kembali sampai kapan pun aku tidak ingin perceraian itu” ucapnya lagi.
Nyonya Kevlar tidak dapat menahan tangisnya, ia merasa kasihan dengan anaknya tapi ia juga tidak membenarkan keinginan Axel untuk membawa Bianca kembali, ia takut anaknya kembali menyakiti Bianca.
“Tapi anakku menginginkan perceraian ini, ia meminta kami untuk mengurusnya” ucap ibu mertuanya itu.
“Silahkan pukul aku lakukan apa pun kepadaku tapi kumohon jangan mengurus perceraian itu aku mohon” ucapnya lagi.
Tuan Frans menatap Axel dengan mata yang berkaca-kaca ia kembali mengingat bagaimana anaknya menangis saat menceritakan semua masalah rumah tangganya itu. Ia merasa sudah gagal menjadi seorang ayah karena tidak menikahkan anaknya agar bahagia malah membuat anaknya menanggung beban seperti itu. Jujur saja ia ingin sekali menghabisi Axel saat ini bagaimana mungkin ia bisa tahan membiarkan seseorang menyakiti putri tercintanya itu.
“Aku bahkan sangat marah padamu saat ini, aku juga tidak ingin memaafkanmu. Tidak mudah untukku bicara baik-baik seperti ini kepadamu, aku ingin sekali memukulmu tapi anakku mengatakan padaku untuk tidak memukulmu. Aku tidak tau apa yang salah dengan anakku tapi sampai akhir dia membelamu” ucap tuan Frans panjang lebar.
__ADS_1
Tuan Frans kalut dalam pikirannya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Dan kejadian ini ia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Axel karena dia juga ambil bagian dari masalah ini, ia yang memaksa putrinya untuk menikah, bahkan ia tidak terlalu memperhatikan anaknya kesayangannya setelah dia menikah. Dia yang melakukan kesalahan besar, ia merasa tidak becus menjadi seorang ayah dan ia merasa malu dengan anaknya itu.
“Aku akan memberimu satu kesempatan lagi, pertama dan terakhir dan jika putriku tidak menerimamu aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu”
Axel bernafas lega “Aku akan memanfaatkan kesempatan itu, aku akan melakukannya dengan baik, aku tidak akan lagi menyakitinya jika istriku kembali. Aku janji hal itu” ucapnya.
Tuan Frans menatap tajam Axel sembari menganggukkan kepalanya, ia memberi kepercayaan kepada menantunya itu satu kali lagi “Kau harus menepatinya atau aku akan membunuhmu saat itu juga” ucapnya.
Semuanya berlangsung begitu saja, berawal dari ketegangan dan berakhir dengan ketenangan. Tapi tentu saja kedua orang tuanya dan mertuanya itu tentu masih merasakan kekecewaan terhadapnya.
“Aku akan membuktikannya, aku tidak akan mengecewakan kalian lagi. Aku janji” ucap Axel.
Axel sudah mendapat kembali kepercayaan dari mertuanya, kedua mertuanya itu sangat mirip seperti Bianca yang berhati besar. Axel menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan satu hal pun, ibu mertuanya benar jika Bianca adalah wanita yang berhati lembut bahkan ketika dia bersikap kasar wanita itu tetap sabar dan mengurusnya dengan baik.
Tuan Frans memberikan kesempatan itu karena melihat penyesalan Axel atas perbuatannya, ini juga bukan hal yang mudah untuknya memutuskan itu karena salah-salah putri kesayangannya itu bisa saja kembali terluka untuk kedua kalinya karena kesalahannya yang sama. Ia dapat melihat kesungguhan Axel pada ucapannya, ia yakin Axel sudah mulai membuka hatinya untuk putrinya dan alasan terbesar ia melakukan semua ini karena ia tahu dan paham betul seperti apa perasaan putrinya terhadap Axel.
__ADS_1
Tapi meskipun begitu ia tidak memberitahu keberadaan putrinya itu, ia ingin Axel berusaha sendiri mencari istrinya. Terlebih lagi ini semua ia lakukan untuk Bianca putrinya itu pergi pasti karena membutuhkan waktu untuk menerima semua ini dan cepat atau lambat Axel pasti akan menemukan putrinya melihat Axel yang bertekad seperti ini.