Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Abang Kei Selalu Jaga Nay?


__ADS_3

Naya tersenyum lembut sambil menatap dalam lelaki kecil di depannya. Pandangannya bertemu dengan sepasang bola mata hitam yang juga tengah menatapnya tak berkedip. Menunggu jawabannya.


Aduh, anak kecil ini tahu dari mana kosakata 'permaisuri hati'? Naya bergumam lirih.


"Benar, tak?" Matanya mengerjap masih menuntut jawaban.


"Adik kecil, siapa nama? Mhm... comel sangat." Nay mencubit kecil pipi anak di depannya untuk mengalihkan perhatian.


"Azmi Abdurrahman bin Haji Abdul Hakim. Comel? Jelas lah comel, Azmiii ..." ujarnya mengangkat dada.


"Aishhh ... Tambah comel. Boleh sayang sikit, tak?" Naya berbisik seraya memajukan pipi sebelah kanannya.


"Tak! Kalo yang itu, Abang nanti bagi!"


Eh?


Naya memalingkan wajahnya. Di sisi kanannya, Kei tengah menatap Naya diiringi kedipan nakalnya.


Sekarang pandangannya lurus, tepat di manik hitam mata Naya.


Naya memutar bola matanya. Apaan, sih. Kita belum sedekat itu ya, Fulgoso!


"Dah, ah. Kita makan dulu. Abang dah lapar sangat, nih ... Berbualnya diteruskan nanti setelah makan, okay? Siapa yang mahu memimpin do'a?" Kei mengarahkan pandangannya pada anak-anak kecil di hadapannya secara bergantian.


"Azmiii!!" Serentak keenam anak lainnya menunjuk anak lelaki kecil yang duduk di antara Kei dan Naya.


"Azmi?" Azmi menunjuk dadanya sendiri.


Naya tersenyum geli melihat gaya anak tersebut saat menunjuk dadanya.


"Boleh. Tapi ada syarat sikit," ucapnya Azmi kemudian.


"Syarat? Apa dia?" Nenek Syarifah mengerutkan keningnya.


"Kakak comel nih, Azmi belum kenal. Kenalan lah dulu ..." Azmi menaik-naikan alis matanya. Lucu dan menggemaskan.


Naya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Azmi.


"Okay, nama akak ...".


"No ... No ... No ...! Tak best lah kalau akak yang cakap, mestinya Abang Kei, lah ..."


Azmi mengalihkan pandangannya dari Naya yang tak jadi melanjutkan perkataannya.


Kini ia mendonggakkan kepalanya menatap Kei.


Nenek Syarifah yang duduk di antara anak-anak lainnya tersenyum. Sekilas ia mengacungkan ibu jarinya kepada Azmi yang kebetulan juga sedang meliriknya.


Deg!


Naya memicingkan matanya. Pandangannya mengarah kepada Nek Sya dan Azmi. Naya menatap keduanya bergantian.


Nek Sya dan Azmi, kenapa?


"Mhm .. Ehemm ... Okay ... Okay, Bang Kei yang cakap sekarang, ya ... Kakak yang comel dan cantik nih bernama Kanaya Khaurunnisa. Adik semua boleh panggil, 'Kak Nay atau Kak Naya".


"Kak Nay nih, siapa ke?"


Seorang anak lainnya bertanya sambil memiringkan kepalanya.

__ADS_1


Naya kembali memicingkan matanya. Kei yang sedari sering mencuri pandang padanya, tersenyum ditahan.


"Kata Bang Kei tadi di surau, kak Nay nih suri hati Abang Kei. Iye, ke?" Azmi yang sekarang memandang Kei dan Naya bergantian.


Kei menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Aduh ... Budak kecik, nih ..!! Tak pandai jaga rahsia!


"Suri hatinya Abang Kei?"


"Iye ke, Kak Nay?"


"Kenapa Kak Nay mahu kan Bang Kei si buruk rupa, tuh? Tak de lah handsome sikit, pun ... "


Semuanya berebut memberikan komentar.


Nenek Syarifah tertawa terbahak dengan memegangi perutnya. Bahkan beberapa kali ia mengusap sudut matanya yang berair.


Sementara Naya tertawa sambil tangannya terangkat menutup mulutnya.


Kei terdiam. Tatapan elangnya menghunjam tajam pada ketujuh anak tersebut secara bergantian.


Enam orang anak yang berdekatan dengan Nenek Syarifah langsung mengkerut. Mereka serentak menyembunyikan diri di belakang tubuh perempuan sepuh tersebut.


Sementara Azmi yang duduk di sebelah Naya, menyusupkan tubuhnya ke pangkuan Naya.


Naya langsung memeluk erat anak lelaki kecil itu seraya mengelus lembut kepalanya.


Apaan, sih ... Anak kecil juga. Kenapa harus diambil hati?!


Sekarang Naya yang menatap tajam Kei. Bola hitam matanya tak berkedip, lurus membelah manik hitam Kei.


Naya yang tidak siap, terkesiap. Cepat ia memiringkan wajahnya, berusaha menghindari sentuhan Kei.


Berhasil! Tangan kiri Kei yang terulur hanya meyentuh udara.


Namun belum sempat Naya bernafas lega, tangan kanan Kei bergerak lebih cepat dan berhasil mencuri cubitan kecil di pipi putihnya.


Naya memberengut kesal. Ia kembali mendelikan matanya.


Sialnya, malah semakin cantik di mata Kei!


Hingga ...


"Assalamualaikum. Ramai sangat. Ada apa, nih?"


...***...


Naya memilin-milin ujung jilbabnya. Sesekali ia menggigit bibir bawahnya. Kesal? Masih! Canggung? Apalagi!!


Bagaimana tidak kesal dan canggung. Naya tahu pasti bahwa Mama dan Papa mertuanya menyaksikan bagaimana kelakuan Kei saat menggodanya beberapa menit yang lalu.


Naya dapat melihat sorot keterkejutan di mata Puan Sri Latifah ketika melihat kehadiran Kei di sana.


Sesaat Naya sempat menangkap pendar rindu di mata perempuan separuh baya yang masih saja terlihat cantik dan anggun tersebut. Namun hanya sesaat, pendar itu meredup, berganti dengan sorot kelam tak terbaca.


Namun sialnya, Kei bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Si anak hilang, putra kedua dari Tan Sri Abdul Hamid itu malah santai menikmati makan malamnya yang sempat tertunda oleh drama Azmi dan teman-temannya.


Kei seperti orang yang beberapa hari tidak bertemu nasi, ia makan dengan begitu lahapnya. Beberapa kali nasi dari cambung besar itu pindah ke piringnya.

__ADS_1


Bahkan Kei terkesan sama sekali tidak mempedulikan kedatangan Tan Sri Abdul Hamid dan Puan Sri Latifah.


Nenek Syarifah yang menyaksikan hal tersebut menghela nafas panjang berkali. Ini adalah pertemuan pertama mereka kembali setelah hampir lima tahun ini saling menghindar.


Bila tahu bahwa kedua orang tuanya sedang pulang ke rumah di Seremban, Kei sengaja mencari-cari alasan agar ia tidak ikut pulang dan bertemu dengan mereka.


Begitupun dengan Tan Sri dan Puan Sri. Saat mereka mengetahui kalau Kei sedang menemui neneknya, merekapun sebisa mungkin menghindar, dengan tidak pulang ke Seremban agar tidak bertemu Kei.


Naya yang merasa terjebak dalam suasana kaku, rikuh antara anak dan orang tua itu merasa susah menelan nasinya. Bahkan tegukan air serada tersangkut di kerongkongannya. Ia merasa serba salah sekarang.


Untungnya kekakuan yang dirasa Naya tidak berlangsung lama. Ia diselamatkan oleh lantunan azan sholat Isya dari surau di sebelah rumah.


Bergegas Naya membereskan peralatan bekas makan malam mereka. Azmi dan teman-temannya sudah duluan berhamburan keluar rumah sesaat setelah mereka selesai makan.


Nenek Syarifah yang membantu Naya mengangkat piring-piring kotor, menyikut lengan Naya halus.


Naya yang terkejut sontak menoleh.


"Nay tidak usah khawatir, biarkan mereka menyelesaikan sendiri urusannya. Nenek pun nak lihat, orang-orang yang dah biasa bertemu problem di company mereka, kemudian boleh finding solution, boleh juga tak menyelesaikan problem di rumahnya sendiri?"


Naya berusaha tersenyum dan mengangguk dalam diam. Namun tetap saja ombak resah menggulungnya dalam gundah dan gulana.


Membersamai keluarga ini sejak kecil, sedikit banyak membuat Naya paham bahwa meskipun mereka terikat dalam cinta yang kuat, namun ego dan harga diri lebih menjadi junjungan.


Naya merasa ragu apakah ia bisa membuat Kei 'kembali' kepada keluarganya? Merekat kembali benang yang pernah putus.


Apakah harapan Nek Sya yang tumpangkan padanya dalam lima tahun ini terlampau tinggi? Entahlah.


Flashback On


"Nenek yakin, Nay boleh, bisa dan mampu menyatukan kembali keluarga ini. Mereka mungkin saat ini saling menyakiti dan membenci, tapi ada Nay yang sama-sama mereka sayangi."


"Abang Kei sayangkan Nay? Nay tak silap dengar, ke? Bagaimana mungkin Abang Kei sayangkan Nay, dia tergamak tinggalkan Nay sorang-sorang kat negeri orang, nih?"


"Nay, Abang kamu tuh, tak pernah tinggalkan kamu. Dia sentiasa jaga kamu, tapi dengan cara dia sendiri."


"Abang Kei selalu jaga Nay?"


Flashback Off


Seperti apa cara Abang menjaga Nay?


Dengan ...


Tidak pernah memperlakukan Nay layaknya isteri?


Menikahi perempuan lain tanpa Nay tahu?


Atau dengan ...


Sengaja menghadirkan perempuan itu di depan Nay agar luka ini semakin dalam?


...***...


To be continued


Otor: Hayooo ... yang mana Kei?


Reder: Kei selalu menjaga Naya? Pertanyaannya sekarang, kapan dan bagaimana cara Kei menjaga Naya?

__ADS_1


Otor: Makanya pantengin terus ya, ntar Otor bocorin cara Kei menjaga Naya.


__ADS_2