Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Selalu Ada Hati yang Penuh Maaf (Part 1)


__ADS_3

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera buat semuanya. Saya Kei Hasan bin Abdul Hamid, dengan ini memberikan klarifikasi saya sehubungan beragam berita yang beberapa hari ini beredar luas di ruang publik terkait perceraian saya dan tuduhan bahwa saya telah melakukan perselingkuhan. Mengenai perceraian, saya sampaikan bahwa saya memang telah melayangkan gugatan cerai terhadap Nadia Jefferson, istri saya. Namun perlu saya tegaskan, bila ada isu bahwa penyebab perceraian kami adalah perselingkuhan, maka tuduhan tersebut tidak benar. Saya tidak pernah melakukan perselingkuhan yang dituduhkan. Terkait sebuah nama, Kanaya Khairunnisa, yang akhir-akhir ini ramai diberitakan sebagai selingkuhan saya, hari ini saya tegaskan bahwa dia adalah istri sah saya, baik secara hukum agama maupun hukum negara. Saya menikahinya pada 23 Oktober 2017 silam, berselang 6 bulan sebelum pernikahan saya dengan Nadia. Jadi sekali lagi saya tegaskan, tidak ada perselingkuhan seperti yang beberapa hari ini marak diberitakan media. Adapun keputusan untuk berpisah dengan istri kedua saya, Nadia Jefferson murni karena ketidak-sejalanan kami, ada perbedaan visi dan misi yang tidak bisa lagi ditoleransi. Terakhir saya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat luas bila pemberitaan mengenai saya dan keluarga saya telah menganggu kenyamanan ruang publik dalam beberapa hari ini. Mohon maaf juga, bila sebagai tokoh publik, saya belum bisa memberikan contoh dan teladan yang baik. Demikian klarifikasi saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."


Hanya dalam waktu tiga puluh menit saja video yang memang diunggah Andrian di akun IG Kei tersebut sudah ditonton oleh 1.2 juta followers-nya dan di-share ratusan ribu kali.


Ribuan penyataan pro, kontra ataupun yang berusaha untuk netral juga membanjiri kolom komentar.


*Berarti Nadia yang ke dua, dong?!


Sumpe lo? Nadia menjadi orang ketiga, kaleee?!


Gila, bro! Lima tahun tanpa kebuka ke ruang publik. Saluutt gue dengan kehebatan lo nyimpen ******!


Whaaattttt? Enam bulan sebelum pernikahan dengan Nadia??? Pertanyaan gue, yang diselingkuhin dan dikhianatin sebenarnya siapaaa???!!!


Kalo nurut gue bodoh aja sih, si istri pertama, udah diselingkuhin, dikhianatin ... Kok masih mau-maunya balikan? Bodoh apa tolol?!


Halaahhh!! Paling juga karena harta dan tahta! Secara si Om kan kaya n punya kuasa, gitu...


Kalo gue sih, ini mungkin buah kesabaran si istri pertama kali, ya?


Kalo diperhatiin, kek nya cantik juga woi!


Cantik mata loe!


Jadi pengen lihat dia tampil di publik, cantik mana dari mba Nadia?


Cantik itu relatif, sist.


Kalo ngga cantik, ngga mungkinlah si Om kembali... Ya, kan Om???


Akhirnya, yang pertama memang selalu menggoda..he..he..he...


Kapan go public, Bang*???


Naya mencengkram kuat gawai Kei yang masih berada dalam genggamannya. Tubuh gadis cantik itu sedikit bergetar.


Beberapa kali ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, berusaha mengurai sesak yang tetiba menghimpit.

__ADS_1


Beberapa kali juga matanya mengerjap, menolak buliran bening yang mulai menepi di sana.


Naya tidak tahu pasti buncahan rasa apa yang sedang merantai dan membelenggunya sekarang.


Apakah bahagia karena akhirnya dianggap ada? Mengharu biru karena ada yang akhirnya mengakui?


Ataukah rasa khawatir dan cemas akan persepsi banyak hati dan mata yang pasti telah menatapnya dalam bingkai foto dan video?


Ya, Naya baru mengetahui bahwa video dan fotonya ternyata telah beredar luas di media dalam beberapa hari ini.


Bahkan sebuah fotonya saat belum ber-niqab juga sudah diunggah oleh sebuah akun media sosial yang entah siapa pemiliknya.


Sebuah foto Naya ketika gadis itu sedang hang out bersama teman-temannya pada perayaan ulang tahun salah seorang teman kuliah mereka.


Perlahan Naya mengangkat wajah, saat merasakan sebuah tangan hinggap dan mengusap lembut kepala berhijabnya.


Mengalihkan pandangan dari gawai di tangannya, Naya menatap Kei yang ternyata juga sedang menatapnya lurus. Beberapa saat keduanya terdiam dalam hening kata.


Kei menatap dalam kedua manik coklat di hadapannya. Berusaha menyelam di kedalamannya. Tenang tanpa riak, namun senantiasa mampu menghanyutkan seorang Kei Hasan.


Perlahan Kei mengulurkan tangan, menyentuh bulu mata yang panjang dan lentik alami.


"Mhm?" Naya hanya berdehem dengan menyipitkan kedua matanya. Nada dan matanya penuh isyarat tanya.


"Abang takut bila hanyut terlalu jauh," lanjut Kei masih berupa bisikan.


Naya membolakan matanya, malas mendengarkan kalimat rayuan berbalur pujian?


Kei tersenyum. Tatapannya tetap lurus, tepat di manik coklat milik sang istri.


"Let me go in to your heart, please?" Kei kembali bersuara, kali ini lirih dan semakin dalam dengan tanpa memutus tatapannya.


Naya menggerakan kepala, berniat membuang pandangannya ke samping kiri. Namun tangan kanan Kei sudah lebih dulu menangkup pipinya, membatasi pergerakan gadis itu.


"I love you!" Kei menjeda kalimatnya, berhenti sejenak sebelum kemudian melanjutkan kembali.


"Abang harap Nay tak bosan mendengar ini, karena Abang tak kan pernah berhenti menyatakannya untuk Nay," bisik Kei seraya mencondongkan tubuhnya.

__ADS_1


Kei semakin mengikis jarak di antara mereka. Pada satu titik lelaki itu berhenti, namun dengan tatapan yang semakin tak terbaca oleh Naya.


Naya terkurung dalam gelagap rasa. Ada sentak dan hentak yang bergemuruh. Guruh kilat dan petir seperti saling menyambar di dadanya, padahal sedang tidak ada hujan.


Mengikuti nalurinya, gadis itu perlahan mengatupkan kelopak mata saat merasakan hembusan nafas mint milik Kei semakin hangat menerpa kulit wajahnya.


Dalam bening pagi yang semakin berkilau diterpa cahaya Dhuha, kedua insan tersebut larut dalam riak kecil, sedikit tenang namun mampu menghadirkan gelombang pasang.


...*****...


Jakarta, di sebuah apartemen mewah.


Seorang lelaki dewasa berperawakan gagah menatap nanar layar besar di depannya. Terlihat di layar itu Kei sedang memberikan klarifikasinya.


Lelaki itu menggeram! Tangannya terkepal kuat dengan mata yang menyala bara.


"Shhiiittt!!! Dammm it! Aku tak kan mengalah kali ini. Tak kan kubiarkan kau memilikinya! Setelah menyakitinya sedemikian rupa, kemudian sekarang kau datang dengan ...Cinta konon! Tak kan kubiarkan! Aaarrrggghhhh!"


Lelaki berusia sekitar seperempat abad itu menghantam semua benda di dekatnya. Bahkan layar besar yang sekarang telah berganti dengan break iklan itupun tak luput dari pelampiasan kemarahannya.


"Jangan gembira dulu Kei! Aku akan merebutnya darimu. Apapun dan bagaimanapun caranya, aku pastikan kau tidak akan pernah memilikinya! Aku akan pastikan itu! So, silahkan bersenang-senang sebentar, karena waktumu tidak akan lama!"


Lelaki itu bersandar ke dinding kamar dengan nafas yang tersengal.


Sekarang matanya liar menelisik ke segala arah, lantai kamar, bawah sofa, bawah lemari dan bawah tempat tidur menjadi tempat pencariannya.


Ya! Ia mencari kembali gawai yang tadi sempat dibantingnya karena kemarahan yang memuncak.


Beruntung akhirnya ia menemukan gawai dengan logo apel digigit itu tergeletak pasrah di bawah lemari kecil. Dekat pintu menuju kamar mandi.


Perlahan diraihnya gawai yang sedikit retak tersebut. Kemudian jemarinya sibuk mencari sebuah kontak.


We need to talk! It"s an urgent one! Kau tak kan melepaskannya begitu saja, kan?!"


..._________*****_________...


To be continued

__ADS_1


Alhamdulillah, akhirnya bisa up pagi ini. Mudah2an bisa up lagi sore nanti.


Please, mohon do'a dari teman-teman semua, ya...


__ADS_2