
"Mama, would you do me a favor?"
Puan Sri menatap lamat kalimat pesan yang dikirim Kei, anak lelakinya yang selama beberapa tahun ini seperti sengaja menjauh dari circle keluarga besar mereka.
Apalagi setelah Puan Sri berhasil menjauhkan Naya dari jangkauan Kei, membuat putra tertuanya itu semakin terlihat begitu membencinya.
Namun sekarang? What was going on? Apa yang terjadi?
"Mama, would you do me a favor?"
Terasa bukan lagi hanya sebuah permintaan, namun sudah menyerupai permohonan yang takut kiranya tak tertunaikan.
Puan Sri menghela nafas panjang beberapa kali. Keningnya sedikit berkerut dengan mata yang menyipit.
Afifah yang masih duduk di ujung sofa menatap sang mama dengan sorot penuh tanya.
"Mama, what's up? Ada apa, Ma? Naya baik-baik saja, kan? Kei tidak ...?"
"She is okay, but not with your brother! Naya baik-baik saja, tapi tidak dengan Kei. Sepertinya adik kesayangan kamu tuh sedang dirundung masalah. Sedikit pelik, mungkin", ujar Puan Sri dengan ujung bibir yang tertarik ke atas.
Afifah tersenyum kecil. Perkataan dan ekspresi wajah sang mama sama sinisnya.
Afifah lantas menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil yang masih belum lepas dari wajahnya.
"Adik kesayangan Fah, putra kesayangan Mama pulak, lah tuh! Cie ... Cie ... yang sama gengsi dan tinggi harga dirinya, bak menjulang di menara gading... Wkw...wkw..."
Afifah tertawa dengan senyum yang bertambah lebar. Calon ibu muda tersebut berpura tidak melihat Puan Sri, sang Mama yang sudah seperti singa betina siap menerkam mangsa.
"Fah, jangan nak bergurau dengan Mama, please?!"
"Tak! Tak kan lah Fah nak bergurau dengan Mama, but kidding je! Ha...ha...ha..."
Afifah beringsut menjauh saat tangan sang Mama sudah bergerak menuju daun telinganya.
Puan Sri Latifah masih berusaha menjewer telinga sang putri saat gawai di tangannya kembali bergetar panjang. My PM is calling terlihat sebagai id caller.
Afifah yang melihat sekilas id caller yang tertera di gawai sang Mama gantian menyipitkan matanya.
"My PM?! Siapa tuh, Ma? PM tu Prime Minister, ke? Mama ditelpon Yang Amat Berhormat Mr. PM?! Wow! Hebatnya Puan Sri, Mamaku tersayang ..." Afifah menaik turunkan alisnya, tetap dengan gayanya yang menggoda sang Mama.
Puan Sri tak menghiraukan godaan sang putri, ia memilih melangkah sedikit menjauh. Bukan untuk menjawab panggilan yang sudah berkali-kali berdering dari orang yang sama, melainkan memasukan kode-kode tertentu untuk mengaktifkan kembali sebuah layanan yang sudah dinonaktifkannya selama beberapa waktu ini.
Puan Sri Latifah tersenyum simpul saat berhasil masuk. Sekarang ia sudah terhubung langsung dengan si pemilik gawai, bahkan bisa mengakses seluruh obrolan di room chat.
Sesaat kerutan tipis kembali membayang di kening perempuan yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah paruh baya itu. Matanya menelusuri pesan demi pesan yang terlihat di sana.
__ADS_1
Mhm... Siapa menabur angin, maka bersiaplah untuk menuai badai. Mama ingin lihat seberapa kuat perjuanganmu untuk memenangkan menantu Mama.
Bibir sang puan tertarik ke atas membentuk sebuah lengkungan kecil.
...*****...
Sementara itu Kei yang kembali melajukan kendaraannya sesekali melirik Naya yang bersandar dengan mata yang terpejam rapat.
Kei menghela nafas panjang, berusaha melonggarkan jalan pernafasannya yang seakan menyempit setelah menerima pesan beruntun dari tek Zainab, adik bungsu bunda Dijah, mendiang sang mertua.
Sejak menerima beberapa pesan dari tek Za saat mereka berhenti untuk makan siang tadi, Kei sudah berusaha menghubungi Puan Sri Latifah, baik menelpon langsung maupun mengirim pesan.
Namun tetap saja belum ada respon yang berarti dari sang Mama. Bahkan pesan-pesan yang dikirim oleh Kei hanya di read saja tanpa dibalas.
Kei mengenggam kuat gawai di tangan kirinya, sementara tangan kanannya tetap terampil mengemudikan kendaraannya. Suasana hening seakan memerangkap kedua anak manusia itu. Sepi dan sunyi.
Beberapa saat kemudian, karena tak kunjung ada balasan telpon maupun pesan dari sang Mama, tanpa sadar Kei meletakan gawainya di dashboard mobil dengan sedikit kasar.
"Abang kenapa? Macam orang punya salah, je. Gelisah sangat dari tadi", tiba-tiba suara bening Naya meningkahi bunyi gawai yang beradu dengan dashboard.
"Aarrgh. Nope! Nothing. Abang okay je". Kei sedikit tersentak dengan pertanyaan Naya yang tiba-tiba.
Naya menggerakan tubuhnya, membentuk sudut sembilan puluh derajat. Menaikan kedua kakinya ke atas kursi, gadis itu lurus menghadap Kei sekarang.
"Yakin ngga ada apa-apa?!" Naya menyipitkan matanya.
Tidak menjawab, Kei memilih mengangkat bahu dengan terus fokus pada jalanan di depannya.
"By the way, Nay dah tahu Abang nak bawa Nay kemana sejak semula, tapi kenapa berpusing-pusing dulu? Lama amat mutar-mutarnya?!" Naya mengangkat alisnya. Masih menatap lurus Kei.
"Maksud kamu?!" Kei yang gantian menaikan alisnya dengan tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan di depannya.
"Iya, lah! Kalo dah melewati kota Payakumbuh, Bukitinggi, sampai di Maninjau, dah singgah pula di kota Padang, tak kan lah Abang melewatkan Batusangkar, kan? Kampung mertua tuh, tak nak kena kutuk, kan?" Naya menangkupkan kedua tangannya di pipi dengan tanpa melepaskan pandangannya dari Kei.
"Ishh, budak kecik, nih...!" Kei menyentil kening Naya dengan telunjuk kirinya. Sekilas matanya menoleh sang istri.
"Abang bukan Malin Kundang atau Sitanggang! Kenapa harus dikutuk!" Kei mendelikan matanya.
"Lagian, kan kamu yang sering bilang, ucapan itu adalah do'a, jadi mesti hati-hati kalo bicara. So, ucapkan yang baik-baik saja." Kei masih melampiaskan kekesalannya dengan kalimat panjang kali lebarnya.
Naya hanya melengos dan diam. Memutar tubuhnya, gadis itu berniat untuk kembali memejamkan matanya. Namun deringan nada panggil gawai Kei yang sedang tergeletak di dashboard mengurungkan niatnya.
Beberapa saat nada dering itu terus bergema di antara mereka. Kei sedang fokus dengan kemudinya saat sebuah mobil sport putih mengambil jalannya, yang memaksa Kei untuk membanting stir ke kiri.
Gerakan Kei yang membanting stir ke kiri secara tiba-tiba, mengakibatkan mobil mereka sedikit oleng. Gawai Kei di dashboard hampir saja jatuh, saat Naya dengan gerakannya yang cepat menyambar untuk menyelamatkan benda persegi empat tersebut.
__ADS_1
Naya masih mengenggam kuat gawai Kei, saat dering nada panggil kembali bergema.
Tek Za is calling!
"Tek Za?!" Naya berseru setengah sadar. Antara rasa gembira dan tidak percaya dengan nama id caller yang tertera di layar gawai Kei.
Kei yang terkejut mendengar nama yang diserukan Naya, tanpa sadar menginjak rem secara tiba-tiba.
Aarrrgghhh!!
*Ciitttt!
Tiitttt...! Tiiiittt...!
Tintiiinnn*!
Teriakan Naya, decitan bunyi ban dan aspal yang beradu tiba-tiba bersambung dengan bunyi klakson kendaraan di belakang mereka yang juga terpaksa harus berhenti tiba-tiba karena ulah Kei.
Naya memejamkan matanya rapat dengan kedua tangan yang memeluk dirinya sendiri. Gawai Kei masih dipegang kuat dalam genggamannya.
"Hallo. Assalamualaikum, Naya? Itu kamu Nay? Naya? Naya?!"
Naya yang terkejut karena Kei yang mengerem mendadak, ternyata malah menekan tombol untuk menerima panggilan secara tidak sengaja.
Kei yang duluan tersadar dari pana segera membuka seat belt, mencondongkan tubuhnya ke arah Naya dan langsung memeluk gadis itu yang masih terlihat shock.
Sambil menarik halus gawai dalam genggaman Naya. Kei mengusap punggung sang istri.
"Are you okay? Pretty sorry, Abang tak sengaja." Kei berbisik di telinga Naya.
"Hallo ... Hallo ... Naya? Kei? Kalian di situ?!" Suara di seberang masih memanggil nama keduanya.
Kei menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum akhirnya menjawab panggilan itu.
"Wa'alaikumussalam, tek Za. Ini Kei lagi bersama Naya. Etek dan keluarga di sana sehat semua, kan? Sebentar lagi kita akan sampai. Kei sedang nyetir, tek. Jadi Kei tutup tutup dulu, ya? Assalamualaikum."
Kei langsung mengakhiri panggilan setelah mengucapkan salam.
Puan Sri, please ... I do need your help now!
...__________*****__________...
Mohon maaf, KeiNaya baru bisa hadir lagi ke ruang baca teman-teman semua setelah "menghilang" beberapa waktu. Ada kewajiban di dunia nyata yang menuntut untuk dituntaskan.
Selamat menikmati!
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan vote hari ini, ya...