Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Mengenali Rasa Yang Membelenggu


__ADS_3

Port Dickson, Apartemen Kei


Naya menyantap makanan kesukaannya sambil sesekali melirik Puan Sri dan Kei. Senyumnya tersimpul kecil menyaksikan ibu dan anak tersebut. Sama-sama diam, saling mempertahankan ego masing-masing.


"Mhm... Mama tahu dari mana kalo Nay di sini?"


"Nnggg... Mama ditelpon Kei. Katanya kamu tadi kurang sehat, jadi minta ditemani", Puan Sri menjawab dengan tenang sambil terus menyantap makanan di depannya tanpa sedikitpun memandang Kei.


Kei memutar matanya malas demi mendengar jawaban mamanya.


Well, Puan Sri. Sepertinya alur sedikit diubah. Mari mulai permainan cantik ini!


Kei mengepalkan tangannya di bawah meja.


"Jadi tadi abang nelpon Mama, ya?" Naya mengalihkan tatapannya kepada Kei.


"Hhm". Kei hanya berdehem tanpa kata.


"Udah, kita balik sekarang. Mak Lung sudah tercari-cari Nay sejak pagi, nih" ujar Puan Sri sambil berdiri dari duduknya.


Naya memandang Kei yang kembali ke mode pabriknya, datar dan dingin.


Apaan lagi sih? Tadi dah mulai hangat, kenapa kini jadi peti ais lagi?


Naya menghela nafas sedikit lebih panjang dan menghembuskannya kembali dengan kasar.


Setelah membereskan kembali meja makan, Naya masuk ke kamar Kei dan meraih tasnya yang terletak di meja nakas kemudian melangkah ke luar kamar.

__ADS_1


Kei yang baru akan memasuki kamar, menarik lengan Naya dan membawa kembali gadis itu ke dalam kamar. Menutup pintu kamar dan menguncinya.


Naya terkesiap. Matanya menatap Kei tajam seakan mengirimkan sinyal penolakan.


Kei tidak mengindahkan tatapan Naya, ia mendorong gadis itu menuju tempat tidur.


Naya semakin waspada. Tangannya reflek menyilang di depan dada.


Kei tersenyum kecil. Ide jail kembali bertebaran bak bintang di kepalanya.


Sedikit dorongan lebih kuat diberikannya. Naya terjatuh tepat di tengah ranjang King size milik Kei.


"Bang Kei?!"


"Iya sayang", Kei mendekat dengan seringai nakalnya.


"Memangnya kalo ada Mama kenapa? Mama itu dah pernah melewati masa muda, yah mama pasti ngertilah". Kei kembali tersenyum nakal.


"Isshh... Apaan, sih... Udah! Becandanya ngga lucu!" Naya mendorong kuat dada Kei, namun sama sekali tidak menggoyahkan kungkungan Kei.


Lelaki muda pewaris utama keluarga Tan Sri Abdul Hamid itu malah semakin mengikis jaraknya dengan sang istri.


Naya kelabakan. Tanpa sadar, kedua tangannya malah mencengkram kuat sprei tempat tidur. Dadanya berdebar tak beraturan kala merasakan hangat nafas Kei menerpa wajahnya yang masih tertutup niqab.


Kei yang awalnya hanya berniat sekedar menjaili Naya, kini terbawa suasana. Mata jernih bak telaga itu membuatnya hanyut dalam pesona.


Satu tangan Kei perlahan bergerak menuju wajah samping Naya, kemudian menarik lembut niqab yang menghalangi pandangannya untuk menikmati keindahan di depannya.

__ADS_1


Naya yang berada di bawah kungkungan Kei sejenak tenggelam dalam kuasa lelaki itu.


Lelaki yang telah mengikatnya dalam mitsaqon gholizon, ikatan yang kuat.


Merasa tidak mendapatkan penolakan yang berarti dari Naya, Kei semakin melancarkan serangannya.


Mata Kei sekarang hinggap di batang hidung Naya yang pendek melengkung, dengan ujung hidung berbentuk bulat. Button nose. Imut menggemaskan!


Kemudian jemari kukuhnya mengelus lembut pipi rossy, putih pualam milik Naya.


Tak lama di sana, jemari Kei terus bergerak tenang menuju rosebud, bibir mungil merah jambu seperti kelopak mawar. Sedikit terbuka, menggoda Kei untuk menyentuh.


Ibu jari Kei menyapu lembut bibir yang sedikit basah seperti kelopak mawar nan berembun di kala pagi.


Kei menghapus jarak di antara mereka, menyatukan kelopak mawar basah milik Naya dengan miliknya.


Waktu seakan terhenti berlalu bagi keduanya.


Naya kian mencengkram kuat alas kasur di bawahnya. Tubuhnya menegang seakan tersengat aliran listrik tegangan tinggi.


Mengikuti naluri, perlahan Naya memejamkan matanya. Mencoba menilik rasa yang belum dikenalinya namun terus membelenggunya dalam hangat.


Entahlah, ini nyata atau hanya sebuah fatamorgana.


___________ *** ___________


To be continued

__ADS_1


Mohon berkenan untuk memberikan vote, comment dan hadiahnya ya, biar authornya tambah semangat untuk update tiap hari...😊😊😊 Love you all.


__ADS_2