
"Wow! Sepertinya Zahra dan suaminya punya saingan malam ini. Ada lovebirds yang juga ingin seperti pengantin baru!"
Naya sontak membalikan badannya sambil terus berupaya melepaskan genggaman Kei yang malah semakin menguat.
Dalam temaram lampu taman Kei tersenyum tipis. Putra mahkota pasangan Tan Sri Abdul Hamid dan Puan Sri Latifah itu menolehkan sedikit pandangannya ke arah datangnya suara, tanpa berusaha untuk menjauhkan tubuhnya sejengkalpun dari Naya.
Terlihat Alexa bersandar pada sisi gazebo sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Perempuan muda yang usianya hanya terpaut dua tahun di bawah Kei itu menatap Naya dan Kei bergantian tanpa berkeinginan untuk melangkah lebih dekat.
"Hai Xa. Long time no see. How's life?" Kei bertanya tanpa melepaskan pandangannya dari sang jelita di sampingnya. Tangannya kembali terulur ke kepala Naya sambil mengusap lembut.
Alexa memutar bola matanya, sedikit jengah dengan pemandangan di depannya. Temaram lampu taman tak dapat menyamarkan pendar penuh cinta Kei pada gadis di sampingnya.
Pendar sama yang telah dilihat Alexa sejak lebih dari lima belas tahun silam. Waktu boleh melaju, masa bisa berubah, namun pendar di mata Kei untuk Naya tidak pernah sirna. Dan itu sesuatu yang sangat dibenci Alexa!
Bertahun ia mendamba Kei dalam hening aksara. Berharap lelaki itu menolehnya dan membalas rasa yang ia punya. Namun sekeras apapun Alexa berusaha, takdir menyeretnya untuk menerima kenyataan bahwa Kei tidak pernah menganggapnya ada.
Bagi seorang Kei Hasan, Alexa tetaplah hanya saudara sepupu tempatnya singgah untuk berbagi cerita, tapi bukan untuk melabuhkan sauh rindu.
Alexa kecewa? Sangat! Membenci? Iya, namun bukan pada Kei. Alexa tak pernah mampu untuk membenci lelaki yang ditakdirkan menjadi sepupunya itu.
Bila ada seseorang yang patut untuk dibenci karena telah mengalihkan asa dari cinta pertamanya, maka orang itu adalah Naya!
Ya, Kanaya Khairunnisa! Putri dari sahabat orang tua Kei, tetangga mereka yang tiap hari senantiasa berjumpa. Gadis yang selalu mampu menjadi magnet di tenggah keluarga Kei, seakan menjadi poros kehidupan mereka.
Bahkan Kei dan Ken yang kakak beradik seakan berlomba untuk bisa memberikan perhatian dan penjagaan ekstra kepada gadis itu. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian Ken yang berhasil mengikat Naya dalam sebuah ikatan pertunangan.
Alexa adalah orang yang saat itu merasa paling berbahagia karena semesta seakan merestuinya untuk kembali menyalakan asa cinta yang sempat meredup.
__ADS_1
Namun takdir kembali seakan ingin bercanda dengannya. Dua tahun setelah Ken dan Naya mengikat tali pertunangan, Ken meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis.
Tidak hanya Ken, tunangan Naya yang meninggal, kedua orang tua gadis itu juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Keluarga besar Puan Sri Latifah tetap ingin mengikat Naya dalam hubungan kekerabatan pernikahan. Melalui nenek Syarifah, mereka berhasil membujuk Kei untuk melanjutkan ikatan tersebut dengan menikahi Naya.
Alexa tahu pasti, seorang Kei Hasan tidak akan pernah bisa menolak permintaan sang nenek, perempuan sepuh yang begitu disayangi Kei.
Dunia kembali kelam bagi seorang Alexa. Ia menenggelamkan dirinya dalam hinggar bingar karir modellingnya. Berusaha menjauh dari circle keluarga besar Tan Sri Abdul Hamid, meski tetap saja rasanya untuk Kei tak pernah berubah. Begitupun bencinya pada seorang Kanaya Khairunnisa tetap meluah.
Meskipun enam bulan setelah menikahi Naya dalam sebuah prosesi sederhana, nyatanya Kei kemudian juga menyelenggarakan sebuah pernikahan mewah dengan seorang model terkenal, Nadia Jefferson.
Namun bagi Alexa, punca masalahnya tetaplah Naya. Gadis itulah yang telah meranggas asa cinta pertamanya, Kei Hasan. Karena Alexa tahu pasti, cinta Kei tetaplah Naya.
"Hi, Xa. Are you okay?" Kei mengibaskan tangannya di depan Alexa.
"Oh, no! Yes... Yes! Sure! I'm okay. No problem!"
Alexa mengutuki dirinya yang tadi jauh melalang buana dalam kembara rasa.
Oh, shiit! Akexa kembali mengutuki dirinya yang selalu saja tidak bisa mengendalikan rasanya di depan Kei.
"You nih kenapa? Lama tak jumpa makin oleng je..." Kei tersenyum kecil.
"What?!" Alexa membulatkan matanya demi mendengar kalimat Kei.
"He...he... Just kidding!" Kei mengangkat kedua tangannya sembari melangkah dan mendudukan dirinya di gazebo.
__ADS_1
Alexa memindai sekelilingnya. Where is she?!
"You cari siapa? Naya? Sudah ke dalam. Dia dipanggil Puan Sri. Maklumlah, menantu kesayangan, kan?!"
Alexa mencebik. Dia tahu Kei sedang memprovokasinya sekarang. Kenapa?
"I minta you tak jauh sangat nak masuk campur dalam urusan keluarga I". Kei menatap Alexa tajam dengan kalimat penuh tekanan.
"What do you mean?" Alexa menatap lurus ke dalam mata lelaki di depannya, berusaha untuk tidak terintimidasi oleh Kei.
"You know what I mean, exactly!"
Kei berdiri dari duduknya. Melangkah pelan meninggalkan Alexa yang masih bersandar pada sisi gazebo.
"Jangan coba-coba menganggu Naya. Baik secara langsung, maupun lewat tangan orang lain, termasuk Nadia! Karena aku tidak akan tinggal diam".
Baru beberapa langkah berjalan Kei kembali bersuara dengan tanpa menoleh Alexa.
"Ini peringatan pertama dan terakhir. Kau tahu pasti siapa dan bagaimana aku, Xa!"
Berkata begitu Kei kembali melanjutkan langkahnya menuju dan memasuki rumah utama keluarga besar Tan Sri Abdul Hamid. Tujuannya hanya satu sekarang, membawa Naya pulang.
__________*** __________
To be continued
Mohon maaf sebelumnya, baru bisa up lagi. Banyak kesibukan di real life yang tidak bisa ditinggalkan. Mohon terus dukungannya dengan memberikan like, vote and comment ya. Thank you all.
__ADS_1