Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Baby Gegasi Modusin Lagi


__ADS_3

Naya mengulum senyum kecilnya saat mengingat kembali kejadian beberapa saat yang lalu, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pulang bersama Kei.


Ketika Naya masih terbelenggu oleh ragu, antara menuruti kemauan Kei untuk pulang atau tetap stay bersama sang mertua, ujung matanya sesekali melirik ke arah Puan Sri. Namun perempuan paruh baya yang masih terlihat awet muda itu tetap diam, tak bereaksi apa-apa.


Naya semakin terbenam dalam dilema saat Puan Sri Latifah lebih memilih untuk menyibukan diri dengan gawai ditangannya. Terlihat acuh, tak bersuara sepatahpun.


Naya terjengkit kaget ketika gawai yang sedang di genggamannya bergetar singkat. Lebih terkejut lagi saat melihat siapa pengirim pesan di aplikasi hijau itu.


Sweety, pulanglah dulu dengan si baby gergasi tuh. Mama tak nak dia merajuk kat sini. So, Nay kena pulang sama baby tu, ya?Jangan takut, tak kan lah dia berani nak gigit Nay..😜


...****...


Naya menyandarkan kepalanya perlahan sambil memejamkan mata. Musik yang mengalun lembut dari stereo di mobil Kei mengantarnya semakin jauh menuju alam lena.


Kei yang sedang mengemudi, sesekali melirik dan memperhatikan gadis itu sambil tetap fokus dengan kemudinya.


Kala sudut matanya menangkap pemandangan di sampingnya, Naya yang mulai tertidur dengan posisi yang terlihat kurang nyaman, Kei segera menepikan mobilnya.


Dengan gerakan perlahan agar tidak menganggu tidur sang istri, Kei menurunkan tuas kursi yang diduduki Naya.


Setelah dirasa nyaman untuk istrinya, Kei kembali melajukan kendaraannya.


Tak lama, hanya sekitar dua puluh menit saja Kei sudah memasuki jalanan area perumahan tempat tinggal keluarga besarnya.


Kei sengaja melewati rumah panggung keluarganya. Ia segera mematikan mesin mobilnya saat sudah berada di depan sebuah rumah semi permanen yang meskipun tidak sebesar rumah keluarga Kei, namun terlihat asri. Rumah keluarga Naya.


Sejenak Kei mengalihkan pandangannya pada Naya yang masih tertidur. Bunyi nafasnya yang terdengar teratur menandakan gadis itu sudah dalam masuk ke alam mimpi.


Kei tersenyum kecil. Perlahan lelaki berahang kukuh itu keluar dari mobilnya. Berjalan pelan menuju pintu di samping Naya.


Masih dengan gerakan yang pelan dan hati-hati, Kei menarik gagang pintu tersebut dan membukanya perlahan.


Terlihat Naya yang tengah terlelap pulas, bergelung dengan mengangkat kedua kakinya, naik ke atas kursi. Tidak ketinggalan dengan kedua tangan yang dijadikan bantal, ditaruh di bawah pipi kanannya, mengarah ke kursi tempat duduk pengemudi.


Kei yang menyaksikan hal tersebut, kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Dasar anak kecil! Ternyata gaya tidurnya pun belum berubah. Masih suka bergelung!


Beberapa saat kemudian Kei membungkuk dan memposisikan tangannya di bawah lutut Naya dan di belakang punggung gadis itu, bersiap untuk membopongnya ala bridal style.


Setelah melingkarkan kedua tangan sang istri di lehernya, Kei bangkit dari posisi membungkuk, berdiri tegak dan mulai berjalan dengan perlahan.

__ADS_1


Naya yang berada dalam gendongan Kei tetap tak terusik, gadis itu sedikit menggeliat dengan mata yang tetap terpejam rapat kemudian melanjutkan kembali tidurnya.


Setelah berhasil memasuki rumah dengan sedikit kepayahan karena sambil mengendong sang istri, Kei segera menuju sebuah kamar yang selama ini sering ia tempati bila sedang pulang kampung, selain apartemennya di Port Dickson.


Dengan gerakan yang hati-hati sekali, Kei menurunkan tubuh mungil Naya di katil kayu jati yang masih terlihat sangat kokoh.


Sesaat kemudian Kei bergerak membuka sepatu kets putih dan kaos kaki yang dikenakan Naya dan menaruhnya di bawah tempat tidur.


Baru saja berniat untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya, perhatian Kei kembali teralihkan oleh Naya yang terlihat menggeliat tidak nyaman sembari berusaha melepaskan niqab yang masih tersampir di wajahnya.


Kei kembali menuju tempat tidur dan melepaskan tangan Naya yang masih berusaha menarik-narik niqabnya itu.


"Maaf, tadi abang lupa melepaskan niqab Nay", bisiknya sembari melepaskan kain penutup wajah itu.


Sejenak Kei kembali terpaku menikmati keindahan di hadapannya. Terlihat kening Naya sedikit mengkilat dengan buliran keringat yang perlahan turun menyusuri alis hitam milik gadis itu. Kei mengusap lembut kening berkeringat itu dengan ibu jarinya.


Tatapan tajam di mata kelam milik Kei, berubah teduh. Kini pandangan itu singgah di batang hidung Naya yang terlihat pendek sedikit melengkung, dengan ujung yang berbentuk bulat. Button nose. Imut dan menggemaskan!


Perlahan tanpa bisa dicegah, jemari kukuh Kei bergerak turun, mengelus lembut pipi rossy, berwarna putih pualam milik sang istri.


Tak berlama di sana, jemari Kei terus bergerak turun dengan perlahan namun pasti menuju rosebud, bibir mungil merah jambu seperti kelopak mawar. Sedikit terbuka, seakan sengaja menggoda Kei untuk menyentuhnya.


Ibu jari Kei menyapu lembut bibir Naya yang sedikit basah, seperti kelopak mawar yang ditetesi embun pagi.


Sesaat waktu seakan terhenti. Kei kembali merasakan sensasi unik nan berbeda, namun tak dapat dengan mudah diungkapkannya.


Lelaki tampan pewaris utama di keluarga Tan Sri Abdul Hamid itu menggerakan bibirnya perlahan, tak hanya mengulumm dan melumattt lembut rosebud, kelopak mawar merah jambu sang istri, namun juga berusaha untuk masuk lebih dalam.


Naya yang sedang terbang di alam mimpi, menggeliat tak nyaman, mulai terusik. Tubuhnya yang sudah gerah, semakin terasa panas karena ulah sang suami.


Kei yang menyadari gerakan Naya, segera melepaskan tautannya pada kelopak mawar itu. Ibu jarinya juga bergerak pelan menghapus sisa pertautan saliva mereka.


Shhiitt! Kenapa kelakuanku seperti seorang pencuri?!


Kei menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus merutuki diri.


Sabar Kei. Pasti akan ada waktu yang tepat untuk memiliki dia seutuhnya. Namun yang pasti, waktu itu bukan sekarang. Sekarang fokuslah untuk memenangkan hatinya, sambil menyulam kembali selendang kepercayaannya yang sempat kau robek. Setelah itu, yakinlah ... Kau akan segera memenangi raganya! Yakinkan itu!


Kei segera bangkit dari posisinya yang tadi mengungkung Naya, beranjak menuju kamar mandi. Ada bara yang harus segera dipadamkannya. Bila tidak, ia yakin bara itu akan berkobar menjadi api yang siap untuk membakarnya dan Naya malam ini dalam gelora yang pasti menghanguskan.


Double shiitt! Harus mandi malam-malam begini!

__ADS_1


Kei menghabiskan waktu sedikit lebih lama di kamar mandi untuk bisa kembali mendinginkan kobaran hasratnya.


Setelah berganti pakaian dengan piyama tidur, Kei kembali mendekati Naya yang masih pulas. Perlahan disentuhnya pipi chubby sang istri.


"Nay, bangun dulu. Ganti baju ya, biar kamu tidurnya nya lebih nyaman", Kei masih menyentuh sambil sesekali menepuk lembut pipi Naya.


Gadis itu hanya menggeliat sedikit, namun tetap dengan mata yang tertutup rapat.


"Nay sayang, ayo bangun dulu sebentar", Kei kembali bersuara.


"Atau...abang saja yang salin baju kamu?"


"Mhm..." Naya hanya merespon dengan deheman singkat.


"Boleh, ya?" Kei kembali bernegosiasi dengan sang istri yang sedang tidur.


"Mhmmmm.." Naya kembali berdehem, kali ini sedikit lebih panjang.


"Kalo boleh, ngangguk dong, Nay?" Kei kembali memaksa dengan gaya halusnya.


"Mhmmm". Deheman Naya kali ini diiringi anggukan samar yang nyaris tak terlihat.


Kei tersenyum, sedikit nakal dengan seringai jailnya.


"Bener, nih? But, please don't be mad, ya?"


"Mhhmmm... Mhm...yeah". Naya masih berdehem dengan suara yang masih saja samar.


"Okay, kamu yang ngizinin loh, Nay. So, boleh kan, ya?"


Berkata begitu tangan Kei bergerak cepat membuka semua pakaian luar Naya, menyisakan dalaman berwarna merah hati, sangat kontras dengan kulit putih istrinya.


Kei sesekali memicingkan matanya sambil menghela nafas panjang berulang kali. Tubuhnya mendadak kembali kekurangan pasokan oksigen.


Dengan segera Kei menyelimuti tubuh Naya yang nyaris tanpa benang. Dalaman Naya sekarang hanya menutupi dua bagian penting saja dari tubuhnya.


___________*** __________


Kei selalu saja modusin Naya, ya?


To be continued

__ADS_1


Mohon terus dukungannya dengan memberikan like, vote and comment, ya. Thank you all.


__ADS_2