Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Adu Skenario?


__ADS_3

Kei menepikan mobilnya di dekat gerbang gedung resepsi majelis perkahwinan Zahra, sepupunya. Suasana sekitar tampak mulai ramai oleh para tamu undangan. Deretan mobil mewah yang keluar masuk halaman gedung, menunjukan strata sosial yang punya hajatan.


Puan Sri Latifah masih duduk di dalam mobil dengan tenangnya. Ia belum sedikitpun beranjak dari posisinya.


Kei berdecak dalam hati. No more drama, Puan Sri! Dan aku tidak akan terjebak lagi dalam skenario ciptaanmu!


Beberapa saat berlalu, Kei yang tidak melihat pergerakan dari dua orang perempuan di kursi belakang segera keluar dan membuka pintu belakang di sisi Naya yang sepertinya memang tertidur.


Kei menyentuh lembut seraya menepuk pelan pipi Naya yang tertutup niqab.


"Nay, bangun. Kita sudah sampai".


Naya mengeliatkan sedikit tubuhnya, namun tetap dengan mata terpejam.


"Sepertinya Nay mengantuk sangat, biar bersama Kei saja", ujarnya tanpa mengalihkan pandangan dari wajah Naya.


"Maksud kamu?" Puan Sri melayangkan wajah protesnya.


"Puan Sri, Mama tersayang, tak lihat ke Naya tuh letih sangat?" Kei kembali berujar sedikit sarkas dengan logat Melayunya.


"So, biar suami die yang jage". Kei sengaja menekankan kata suami.


"Suami konon! Sejak bila kamu merasa jadi suami Nay?!" Puan Sri masih merespon dengan ketus.


Kei menggelengkan kepalanya, menolak terprovokasi oleh perkataan Puan Sri.


"Mama, please. Kei sedang tidak mau berdebat sekarang. Naya biar bersama Kei. So, Mama silah masuk dan tolong sampaikan salam Kei buat Mak Lung Salma".

__ADS_1


Kei berusaha menepis egonya dengan tetap menjaga nada suaranya. Sesekali matanya menyasar suasana sekitar gedung resepsi.


Puan Sri tersenyum kecut, sudut bibirnya sedikit terangkat. Ia tahu anak lelakinya itu sedang mengelak dari seseorang. Dan ia tahu siapa itu!


"No. Naya stay kat sini. Mama nak kenalkan dia dengan relasi dan teman-teman Mama", elak Puan Sri seraya mulai membangunkan Naya yang masih terlelap.


"Nay, Naya... Bangun sayang, kita dah sampai".


Naya kembali mengeliat, namun sekarang dengan kelopak mata yang mulai mengerjap sebentar untuk kemudian menutup kembali.


Kei yang menyaksikannya merasa gemas sendiri, hingga tanpa sadar langsung mengecup lembut kedua mata Naya bergantian.


*Cup!


Cup*!


Puan Sri membulatkan matanya penuh sambil tangannya bergerak akan memukul lengan Kei. Ia tak menyangka Kei akan berani bertindak seperti itu di depannya.


Kei lebih dulu menghindar dengan senyum lebarnya. Entah kenapa ia merasa sangat bahagia sekarang. I'm over the moon!


Sengaja mengecup Naya di depan sang Mama, Kei ingin memperlihatkan kepemilikannya atas gadis itu. She is mine!


Puan Sri masih berusaha menjangkau tubuh Kei agar bisa memukul anaknya itu. Namun gerakan Puan Sri malah mengusik tidur Naya. Gadis itu membuka kedua matanya dengan sempurna seraya menatap kedua orang di dekatnya itu penuh tanya.


"Mama? Kita kat mana?" Naya lebih memilih mengajukan pertanyaannya kepada sang mertua.


"Kita dah sampai kat tempat resepsi. Hayuk turun", jawab Puan Sri sambil membuka pintu mobil di sampingnya.

__ADS_1


Sementara Kei yang masih berdiri di dekat pintu samping Naya mengulurkan tangan untuk menuntun gadis itu turun.


Naya menatap sekilas tangan Kei yang sedang terulur, hatinya menolak untuk menyambut, namun tubuhnya malah merespon berbeda.


Naya menerima uluran tangan Kei. Rasa hangat seketika menjalar kembali di hatinya. Genggaman Kei terasa menguat saat Naya berusaha melepaskannya.


Naya menengadahkan wajahnya. Kei sedang menatapnya dalam.


"Abang masih ada pekerjaan, belum bisa masuk sekarang. Nanti malam Abang jemput, ya?" Kei berbisik pelan.


"Sibuk sangat, ke? Sampai saudara ada majelis kahwin pun tak bisa hadir? Sibuk apa sibuk?" Puan Sri kembali dengan sindiran pedasnya.


"Puan Sri, Mama sayang, sedang ada project kat dalam sana, kan? So, silah lanjut?" Kei kembali tersenyum tanpa mengalihkan matanya dari Naya.


Naya menundukan pandangannya, menghindari sorot menghanyutkan di depannya.


"Mama, tolong jaga istri Kei, menantu kesayangan Mama nih. Malam nanti Kei jemput balik", ujarnya kembali menekankan kata istri dan menantu sambil mengelus lembut pucuk kepala Naya yang tertutup jilbab.


Puan Sri membuang muka menghindari pemandangan di depannya. Ia tahu Kei sedang mencoba memprovokasinya lewat Naya.


Well, bila scenario memang harus diubah, okay kita ubah. Mama nak lihat, hati yang mana yang akan kamu jaga Kei?!


________ *** _________


To be continued


Mohon berkenan untuk memberikan like, vote, comment dan gift ya, biar authornya tambah semangat untuk update tiap hari...😊😊😊 Love you all.

__ADS_1


__ADS_2