Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Perang Dingin Juga Butuh Energi Panas


__ADS_3

Flashback On


Satu jam sebelumnya ...


Puan Sri Latifah mengerutkan kening saat matanya menangkap sesosok perempuan cantik di atas pelaminan yang sedang menyalami sepasang pengantin yang nampak sangat berbahagia, Zahra dan suaminya.


Pandangan Puan Sri Latifah masih belum lepas dari sosok perempuan yang sekarang telah berhasil mengalihkan perhatiannya dari keberadaan Kei dan Naya yang sedari tadi senantiasa dipantau Puan Sri melaui "orangnya" di lapangan.


Sekarang perempuan itu terlihat turun dari pelaminan, berjalan anggun dengan diiringi oleh ... Alexa? Apakah Alexa yang telah mengundangnya? Apakah mereka berteman? Sepertinya banyak perkembangan yang luput dari pantauan seorang Puan Sri Latifah!


Puan Sri membuka gadgetnya. Terlihat ia seperti menghubungi seseorang.


"Kamu masih niat kerja atau tidak?!! Kenapa rubah lepas dari kandang, aku tak tahu?!!"


"Maaf, Puan Sri. Saya hendak melaporkan sejak Subuh tadi, tapi nomor Puan Sri tidak bisa dihubungi" terdengar seorang laki-laki menjawab dengan suara yang berat.


"Saya sudah mengirimkan pesan sejak pukul enam tadi pagi, Puan Sri. Dan berkas-berkas berkenaan sudah saya **e-mail**kan sejak seminggu yang lalu, tapi sepertinya belum Puan Sri baca. Silahkan dicheck", kembali suara berat itu terdengar.


Puan Sri Latifah menghela nafas panjang seraya menutup panggilan sepihak. Tangan dan matanya memindai layar gadget berlogo apel yang telah digigit tersebut. Terlihat notifikasi beberapa panggilan tak terjawab dan kotak pesan baru.

__ADS_1


Perempuan cantik separuh baya yang masih terlihat awet muda itu membaca satu persatu pesan dari orang suruhannya di Jakarta.


Setelah membaca semua pesan singkat tersebut, jarinya bergerak menyusuri laman surat elektroniknya. Membuka dan membaca semua e-mail dari pengirim yang sama. Terlihat senyum kecutnya saat membaca semua data dan informasi di sana.


Data dan informasi detil, yang menjawab semua pertanyaan tentang kehadiran Nadia Jefferson, perempuan muda yang beberap menit ini menyita perhatiannya.


Alexa, model dan aktris kenamaan Malaysia saat ini yang juga merupakan sepupu Zahra dari pihak sang Ayah, adalah orang yang paling bertanggungjawab atas kegundahan hati istri dari Tan Sri Abdul Hamid tersebut.


Beberapa kali Puan Sri Latifah memijit-mijit keningnya. Tampak ia sedang berpikir keras. Sesekali matanya tetap memperhatikan pergerakan Nadia yang sedang dijamu oleh Alexa dan terlihat juga beberapa gadis-gadis cantik teman Alexa lainnya.


Sesaat kemudian, Puan Sri menjentikan jempol dan telunjuknya. Terlihat senyum sumringah di wajah cantiknya. Kemudian jemarinya kembali bergerak lincah di gadgetnya sambil mendekatkan benda tersebut ke telinganya.


Flashback Off


"Mana Naya?!!"


Di sinilah Puan Sri Latifah sekarang! Tepat berada di depan Kei Hasan, sang putra.


Matanya kian menyorot tajam saat tanyanya tak jua berjawab.

__ADS_1


Sesaat hening tercipta diantara keduanya dengan tatapan masing-masing yang enggan berkedip. Saling adu kuat, menolak untuk menyerah.


"Ma-Mama?!" Naya membulatkan matanya. Keterkejutan jelas terpancar di sana.


Naya yang penasaran karena Kei tak kunjung kembali ke ruang makan, mendorongnya untuk menyusul.


Seruan Naya memutus pandangan antara ibu dan anak tersebut.


Naya yang dapat merasakan aura negatif di sana, segera meraih kedua tangan ibu mertuanya, membawanya ke kening kemudian menciumnya dengan takzim.


Kei masih terpaku di tempatnya berdiri saat Naya sudah menarik Puan Sri memasuki apartemen. Dengan malas Kei mengikuti keduanya sambil meremas kuat rambut legamnya.


"Nah, Mama duduk sini kat Naya. Abang duduk kat situ", Naya menuntun Puan Sri untuk duduk disampingnya dan menunjuk kursi di depan mereka sebagai tempat duduk Kei.


"Well, kita makan dulu ya. Perang walaupun dingin tetap butuh energi, he ...he ... he ..." Naya tertawa kecil sambil sengaja menundukan wajahnya. Meski tak melihat, ia tahu kedua ibu dan anak itu sedang menyorotnya tajam sekarang.


...***...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2