Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
AA? Azki Abraham! (Part 2)


__ADS_3

Flashback On


Paris, Pertengahan Mei 2018


Azki Abraham, pemuda berusia 21 tahun itu menatap lekat foto seorang gadis berhijab di tangannya. Seorang gadis yang masih sangat belia, baru berusia belasan tahun.


Entah mengapa, pertama kali memandang, Azki langsung tersihir oleh sepasang mata jeli dengan iris coklat terang, khas orang-orang Asia.


Mata dengan pandangan jernih dan bening itu seperti telaga yang menyuguhkan kedamaian pada orang yang memandang dan menyelami kedalamannya. Telaga yang tenang, nyaris tanpa riak apalagi gelombang.


Azki Abraham, seorang lelaki muda blasteran timur dan barat. Ibunya seorang perempuan Melayu, Malaysia yang menikah dengan seorang pria berkebangsaan Inggris.


Azki lahir dan tumbuh besar di London. Ia baru dua kali menjejakan kaki di negeri kelahiran sang ibu, itu pun ketika Azki masih berusia tujuh tahun dan sebelas tahun.


Saat diberikan foto Naya, pemuda tampan itu langsung terpesona pada pandangan pertama. Meskipun hanya wajahnya saja yang terlihat, karena seluruh tubuhnya tertutup rapi, namun justru itu yang membuat gadis itu semakin istimewa di mata seorang Azki Abraham.


Bagaimana tidak? Lahir dan besar di London yang merupakan kota metropolitan terbesar di Britania Raya, circle pergaulan Azki memang relatif sedikit bebas. Ia sudah terbiasa berkumpul bersama para gadis dengan tampilan modis dan stylist khas perempuan metropolis pada umumnya.


Berpakaian serba terbuka yang kadang hanya menutup alakadarnya dengan dalih mode dan fashion. Meskipun tampilan perempuan berhijab di jalanan kota bukanlah hal yang aneh lagi di negeri pencetus Revolusi Industri itu.


Namun yang menjadi VVIP-nya sekarang adalah seorang gadis yang terlihat begitu bersahaja. Dari pantauan awalnya beberapa hari ini, dapat ia simpulkan sementara bahwa gadis ini begitu menjaga diri dan pergaulannya.


Hal tersebut diyakini Azki setelah lebih satu minggu ini ia menjadi stalker dadakan, bukan di media sosial seperti FB dan IG karena setelah ditelusurinya gadis itu sangat 'bersih' dari dunia tak bersekat tersebut. Padahal para gadis seusianya mungkin sibuk wara-wiri menunjukan eksistensi diri di berbagai akun media sosial milik mereka.


Lalu bagaimana Azki melakukan kerja profesioanalnya? Pemuda itu langsung melakukan stalking dari dekat. Caranya? It's an easy peasy! He can do it with his eyes shut! Amat sangat mudah bagi seorang Azki Abraham!


Sengaja pindah, menjadi penghuni baru di apartemen yang sama, bahkan satu lantai dengan Naya, memudahkan Azki melancarkan aksinya.


Meski terbilang mahal bagi kantongnya yang pas-pasan, namun tak masalah saat yang menyewanya adalah Kei Hasan, pengusaha muda pemilik beberapa bisnis yang tersebar di beberapa negara ASEAN. Seorang putra mahkota dari kerajaan bisnis Tan Sri Abdul Hamid dan Puan Sri Latifah.


Pekerjaan Azki simple saja sebenarnya, 'menjaga' seorang Kanaya Khairunnisa! Melaporkan secara berkala semua aktifitas keseharian gadis itu di luar apartemennya. Siapa saja teman dekat dan komunitas pergaulan istri sepupunya tersebut.


Tapi bagaimana mencipta momen pertemuan dengan VVIP yang satu ini? Momen perjumpaan yang telihat alami namun tak mudah terlupakan?! But, how?!


Apakah dengan berjalan tergesa-gesa dan berpura menubruknya saat sebelum masuk lift? Kemudian minta maaf dan kenalan? Ah, basi!


Ataukah mengikuti gadis itu di beberapa kegiatan rutinnya? Salah satunya kegiatan bakti sosial bersama komunitas persatuan pelajar ASEAN di Eropa dan kemudian berkenalan secara alami sebagai sesama anak rantau ASEAN?

__ADS_1


Apalagi dengan ditunjang oleh gen ibunya yang sangat mendominasi di tubuh seorang Azki Abraham. Wajah dan aksen Melayu yang kentara tentu akan sangat membantunya untuk bisa cepat mengakrabkan diri dengan Naya. Tapi, usang! Sama sekali tidak mengesankan dan dengan mudah segera terlupakan!


Azki meremas kuat rambut ikal hitamnya berkali-kali. Ini merupakan hari ke tujuh belas setelah ia menandatangani kontrak kerjanya dengan Kei, namun ia masih menjadi stalker sejati. Penguntit yang hanya bisa memantau dari jauh.


Azki menenteng kopi hangat kemasan yang baru dibelinya di gerai minuman depan apartemennya. Saat itu, waktu baru menunjukan pukul 06.30 p.m, namun entah kenapa selepas sholat Isya ia enggan untuk keluar sekedar hang out bersama teman-temannya seperti kebiasaannya selama ini.


Malam itu, lelaki muda tersebut lebih memilih berdiam di apartemennya sambil menonton film action di sebuah akun berbayar. Namun tiba-tiba ia merasa ingin sekali meminum kopi Aceh. Segera saja Azki turun ke bawah untuk mendapatkan minuman kesukaannya itu.


Namun dalam perjalanannya menuju kembali ke apartemennya, hanya beberapa langkah di depannya, sepasang anak manusia sedang berjalan sangat berdempetan, dimana tangan si lelaki menempel erat di pinggang si perempuan.


Pemandangan biasa sebenarnya, karena ia sedang berada di sebuah negara yang memegang teguh hak kebebasan individu. Sepanjang kegiatan tersebut tidak merugikan orang lain dan dilakukan atas dasar suka sama suka, why not?!


Namun kali ini sangat ganjil bagi mata seorang Azki karena yang sedang ditempeli dengat sangat ketat tersebut adalah seorang hijaber yang berjalan sedikit pelan agak terseok. Instingnya langsung bekerja dengan baik. Ada yang tidak beres! Dan sepertinya ia mengenali perawakan mungil sang hijaber. Jangan-jangan...?


Dengan gerakan cepat tak terduga, tangannya langsung menyentak dan menarik kuat tangan sang gadis hingga langsung terlepas. Kedua orang tersebut terkejut! Si gadis dengan wajah pucat, terlihat semakin panik dan tertekan.


Berbanding terbalik dengan si lelaki yang terlihat sangat murka dengan ekspresi berang, namun hanya sekilas karena detik berikutnya ada gelisah di matanya yang kentara disamarkan, saat Azki sengaja menatap sang gadis dengan pandangan marah.


"Qui est-il?!" (Siapa pria ini?!)


Terlihat si gadis berhijab tersebut terkejut dengan pertanyaan Azki. Namun mata terkejutnya berubah kembali memancarkan ketakutan saat si lelaki itu kembali berusaha menempelinya.


Kembali Azki meneriaki si gadis hijaber dengan lebih keras dengan menarik sang gadis ke dekatnya.


"Te - te - teman, ya teman aku," jawabnya tergagap saat lelaki itu tidak memutus pandangannya dari sang gadis.


Azki tersenyum samar. Langsung ia keluarkan jurus terakhirnya.


"Teman???, Yakin kamu bila ia hanya seorang teman?! Teman kok bisa gandeng-gandengan, yakin kamu?!! Jangan membuatku semakin marah, pulang!!!" Azki sengaja menggunakan bahasa yang diyakininya bisa dipahami oleh Naya sebagai kode.


Kemudian ia langsung menarik kuat lengan Naya. Baru beberapa langkah meninggalkan di bule yang terlihat melongo, Azki berhenti dan membalikan badannya.


"Elle est ma femme! N'essayez plus de la séduire ou je ne vous épargnerai pas!" (Dia istriku! Jangan coba-coba merayunya lagi, atau aku tidak akan mengampunimu!)


Di dalam lift menuju lantai apartemen mereka, keduanya terdiam beberapa saat. Azki merasa kecolongan, hampir saja nyawa sang VVIP-nya menjadi taruhan. Sementara Naya masih berusaha mengurai shock, kejadian barusan yang dialaminya hampir-hampir mematikan nalar berpikirnya. Ia masih terdiam, hingga lelaki penolongnya mengulurkan satu tangannya untuk bersalaman sebagai perkenalan.


"Aku Azki, maaf tadi menyentak tangan kamu dengan kasar, maksudnya supaya terlihat alami saja," ujarnya sambil menarik kembali tangannya yang tak kunjung mendapat sambutan.

__ADS_1


"Dan maaf juga, karena mengakui kamu sebagai istri. Maksudku untuk pendalaman peran ...he..he..he.." Sedikit terkekeh Azki menggaruk kepalanya.


"Terimakasih banyak atas bantuan ab...ab...anda."


"Panggil 'abang' boleh juga." Serobot Azki serasa dapat durian runtuh. Sepertinya alam memang sedang memberinya sebuah 'restu'.


"Sekali lagi, terimakasih! Semoga Allah membalas dengan keberkahan hidup dan pahala yang berlipat ganda."


Naya menangkupkan kedua tangannya di depan dada sambil menganggukan kepala berkali-kali sebagai ungkapan terimakasihnya.


Satu lagi yang disimpulkan Azki dari pertemuan awal in a person, secara langsung dengan gadis itu. Naya begitu santun dalam tutur kata dan sikap. Nampak ia begitu menjaga adat ketimurannya. Sial! Azki seperti dipaksa semesta untuk jatuh cinta!


Gila memang! Jatuh cinta pada seseorang yang sudah jelas merupakan istri dari sepupunya. Perempuan yang bahkan harus dijaganya secara profesional seperti yang tertera dalam kontrak kerja yang ditanda tanganinya.


Tapi bagaimana lagi? Itulah cinta yang tak pernah bisa memilih hati, kemana ia harus berlabuh dan menjatuhkan diri.


Berdasarkan data lengkap yang didapatnya dari Kei, sang sepupu, gadis cantik itu berusia delapan belas tahun tujuh bulan. Berarti sekitar tiga tahunan di bawahnya.


Dari sang ibu, yang merupakan saudara sepupu dari ayah Kei, Tan Sri Abdul Hamid, akhirnya Azki tahu bahwa gadis cantik yang diminta Kei untuk 'dijaga'nya itu ternyata sebelumnya adalah tunangan dari Ken Husain, putra bungsu Tan Sri Abdul Hamid yang meninggal karena kecelakaan tragis beberapa bulan sebelumnya. Bukankah itu maknanya Kei menikahi Naya untuk menggantikan Ken? Melanjutkan kesepakatan dua keluarga besar mereka yang dibuat. Berarti tidak ada cinta di antara mereka, kan? Yes!


Azki membuat sebuah kesimpulan atas nama harapan dan peruntungan untuk dirinya sendiri. Lelaki muda tersebut menyimpulkan bahwa Kei bersedia menggantikan Ken hanya demi memenuhi permintaan keluarga besarnya. Bukankah itu artinya Naya juga berbuat yang sama? Menikah karena keluarga, bukan atas keinginannya sendiri!


Tiba-tiba secercah harapan semakin menyinari kabut fantasinya untuk bisa memiliki seorang Kanaya Khairunnisa!


Namun sebuah atmosfer baru sedikit mengguncangkannya. Setelah hampir dua tahun melakoni peran sebagai secret bodyguard, menjadi bayangan bagi seorang Kei Hasan untuk menjaga Naya, Azki baru menyadari sebuah keanehan.


Kei mulai menampakan sisi posesifnya seperti pencinta kepada kecintaannya. Saat Azki terlambat memberikan laporan berkalanya tentang Naya, Kei langsung memberikan teguran kerasnya.


What?! Pecinta dan kecintaan?!! Apakah maksudnya Kei mulai mencint... Cinta?


Oh, ss-hhiittt!!


Flashback Off


_________*****_________


To be continued

__ADS_1


Mohon maaf, baru bisa up hari ini. Sedang sibuk beberapa hari ini mengisi workshop. Masih berlanjut hingga Jum'at depan, jadi mohon do'a dari teman-teman semua, semiga bisa menyelipkan up di tengah kesibukan di dunia nyata.


Jangan lupa like dan comment ya..


__ADS_2