
Kei mengalihkan netra kelamnya kepada para penculik sang istri yang masih menunduk sambil saling curi pandang satu sama lain.
Terlihat jelas ketakutan di wajah mereka yang sebelumnya berpancar kebengisan saat menghadapi Naya.
"Well, demi permintaan istriku... Aku bebaskan kalian untuk keluar dari ruangan ini. Tapi untuk bisa meloloskan diri dari pulau ini, silah kerahkan usaha terbaik kalian ...!" Kei menjeda kalimatnya. Menatap dalam ketiganya, Kei kembali berucap datar tanpa ekspresi.
"Karena aku tidak tahu pasti apakah Puan Sri Latifah, mertuanya masih memberi kesempatan untuk kalian melihat matahari esok pagi!" Berkata begitu Kei bergerak cepat, memutar dan melentingkan tubuhnya dengan gerakan salto.
Dalam hitungan sepersekian detik, tendangan kaki kirinya sudah bersarang dan menghantam kuat kaki dan tangan para lelaki berpakaian serba hitam itu.
Ketiga lelaki itu tersentak bersamaan dengan belulang yang terdengar berderak patah.
Kraakk!
Tubuh ketiganya meluruh, jatuh tersungkur ke lantai ruangan. Gerakan taktis, cepat dan tak terduga dari Kei Hasan, the Black Eagle of Malaya tak sempat mereka antisipasi, apalagi elak kan.
"Pergilah! Jangan sampai aku berubah pikiran!" teriak Kei kemudian.
Naya terkesiap! Pandangannya pun tak sempat menangkap gerak cepat sang suami.
Naya hanya bisa melihat tubuh ketiga pria berpakaian serba hitam itu tersungkur disertai derak patahan tulang dan jeritan aduhan dari mulut ketiganya.
Naya membulatkan matanya. Menatap Kei dengan pandangan tak percaya.
Gadis itu tadi menyangka Kei benar-benar akan melepaskan ketiganya tanpa prasyarat apapun.
__ADS_1
Naya bersiap akan melancarkan 'serangan' cubitannya terhadap sang suami untuk mengurai kekesalannya, namun ternyata seorang Kei Hasan lebih antisipatif.
Lelaki berahang kukuh dengan tatapan elang-nya yang senantiasa tajam itu menangkap kedua tangan sang istri dan membawanya ke dada kirinya dengan gerakan khas flamboyan-nya.
Gerakan seorang pria yang sedang memohon, menagih belas kasih dari sang wanitanya.
Naya membuang pandangannya. Merah cherry telah meronai pipi putih chubby miliknya.
Kei tersenyum simpul penuh kemenangan.
"Sayang, jangan marah. I love you!" Kei membisik, penuh goda.
Naya memutar bola matanya. Talking about 'love' in a such situation?!
Naya menggelengkan kepalanya, dengan masih berusaha menghindari adu pandang dengan sang suami. Dasar kang gombal!
Naya masih belum mampu berucap kata. Bibirnya mengelu seiring sakit yang semakin mendera tubuh bagian belakangnya.
Kini ia tak lagi bisa berlakon di hadapan sang suami.
Nay okay, Nay baik-baik saja! No!
Dia sedang tidak baik-baik saja sekarang!
Pukulan dan tendangan bertubi di bahu dan punggungnya tadi membuat Naya susah untuk bernafas sekarang. Jalan pernafasannya terasa tersumbat. Semakin ia berusaha menghela nafas, semakin terasa sakit di dadanya.
__ADS_1
Naya memejamkan mata, berharap bisa mengurai nyeri yang sangat. Sekarang terdengar desisan dan nafasnya yang semakin melemah dan terputus-putus.
"A ... Ab ... Bang, ... Ple ... ase ... Please he...lp ..." Ucapannya terputus seiring tubuhnya yang lunglai hampir rubuh bila Kei tidak menyanggah dengan lengan kukuhnya.
Mata gadis itu mengatup sempurna seiring nafasnya yang terlihat terhenti.
Kei terkesiap! Rahangnya mengetat dengan tangan terkepal sempurna sekarang. Oh, shiitt!
"Sayang ... Nay ... Nay sayang?! Can you hear me?!" Kei terlihat panik. Tubuhnya menegang seketika.
Berusaha mempertahankan kewarasannya, lelaki dewasa itu bergerak cepat memeriksa pergelangan tangan sang istri. Menekan urat nadi Naya dengan ibu jarinya, Kei berharap merasakan denyutan.
Kemudian jari telunjuknya hinggap tepat di bawah hidung Naya, berharap ada hembusan nafas di sana.
Menggerakan kepalanya, Kei perlahan menempelkan telinganya lekat di dada sang wanitanya. Berharap ada detak yang sedikit menyentak.
Namun semuanya melemah! Denyut nadi, hembusan nafas maupun detak jantung Naya melemah sempurna.
Kei mendekap kuat tubuh lunglai Naya.
"No, sayang! You can't do this to me! No!" Kei berteriak kencang dengan nafas yang memburu, meningkahi gemuruh ombak dan gelombang Selat Melaka.
...________****________...
To be continued
__ADS_1
Apakah Kei masih punya kesempatan? Sambil nungguin Kei dan Naya, yuk kepoin dulu karya temanku ya..