
Kei melajukan Ford Ranger-nya dengan kecepatan sedang. Ia harus mengemudikan mobil offroad yang biasanya hanya dipakainya saat turun ke lokasi proyek. Kei terpaksa mengalah setelah sedikit drama yang dimainkan dengan apik oleh Puan Sri Latifah.
Perempuan paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu memaksa Naya untuk ikut satu mobil dengannya yang akan disupiri oleh Putra, asisten pribadinya.
Kei Hasan sang putra kandung namun rasa menantu itu tentu saja tidak terima dengan permintaan sang Mama. Lelaki itu bersikukuh bahwa dia yang tadi pagi membawa Naya ke Port Dickson, berarti ia pula yang akan mengantarnya kembali ke Seremban.
Akhirnya karena negosiasi yang alot antara ibu dan anak itu tak kunjung membuahkan hasil, Naya dengan gaya diplomatisnya membujuk Kei untuk meminta Puan Sri agar bersedia untuk ikut satu mobil dengan mereka. Jadilah sekarang Kei menjadi supir pribadi bagi kedua perempuan cantik tersebut.
Jalanan yang sedikit lebih ramai dari pada tadi pagi menjadikan Kei extra hati-hati. Matanya terlihat fokus ke jalanan di depannya. Sesekali ia sengaja melirik ke rear-vision mirror untuk melihat dua penumpangnya di belakang. Puan Sri Latifah dan Naya!
Ya! Kedua perempuan cantik beda generasi itu terlihat tengah duduk dengan manisnya. Hanya sesekali terdengar obrolan ringan di antara mereka, lebih tepatnya Puan Sri yang mendominasi pembicaraan dengan Naya yang hanya meningkahi seadanya.
__ADS_1
Kei bisa merasakan perubahan sikap Naya sejak kejadian di kamar sekitar setengah jam yang lalu. Gadis cantik berhijab rapi itu lebih banyak mendiamkan Kei, ia hanya mengajak Kei berbicara saat menengahi perdebatan antara Kei dan Mamanya perihal Naya akan semobil dengan siapa untuk kembali ke Seremban.
Kei menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ini adalah menit-menit yang cukup menyiksa baginya, berdekatan secara fisik dengan dua orang perempuan yang selalu saja menempatkan Kei pada dilema rasa.
Kanaya Khairunnisa, istri yang belum bisa direngkuhnya secara utuh. Selalu saja ada sekat rasa dalam kebersamaan mereka.
Puan Sri Latifah, sang Mama yang seperti begitu membencinya karena telah menyeret Naya dalam pusaran pertikaian mereka.
Suasana hening sekarang yang mengiringi perjalanan mereka. Sekali lagi Kei melongok ke rear-vision mirror, terlihat Naya yang sedang memejamkan matanya.
Senyum kecil Kei hilang seketika, berganti kecut saat matanya kembali menatap ke belakang melalui rear-vision mirror, bukan lagi penampakan Naya yang terlihat, melainkan seraut wajah yang sebenarnya anggun dan cantik namun terkesan galak dengan mata yang membulat penuh. Puan Sri Latifah!
__ADS_1
Gantian Kei yang membolakan matanya sambil menggeleng pelan, kemudian beralih perhatian pada jalanan di depannya.
Kei yang sedang dalam mode konsentrasi penuh, sedikit terkejut saat merasakan getaran di saku celananya. Andrian calling!
Kei segera memasang handsfree di telinganya. Terlihat wajahnya sedikit berubah saat mendengar kalimat demi kalimat di seberang sana, namun hanya sekilas. Sesaat kemudian wajah datarnya kembali mendominasi.
"Okay, thank you".
Itu satu-satunya kalimat yang bisa ditangkap oleh Puan Sri Latifah. Perempuan paruh baya itu mengernyitkan keningnya. Instingnya segera memberi sinyal. Ia yakin ada sesuatu yang urgent yang barusan diterima Kei, meski ia belum tahu itu apa.
________ *** _________
__ADS_1
To be continued
Mohon berkenan untuk memberikan vote, comment dan hadiahnya ya, biar authornya tambah semangat untuk update tiap hari...😊😊😊 Love you all.