Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
Perkenalkan, Saya Mertua Naya!


__ADS_3

Naya dan Puan Sri Latifah berjalan beriringan memasuki gedung resepsi, dengan Puan Sri yang merangkul lengan menantu perempuannya itu.


Sesekali terlihat keduanya berhenti untuk menyapa dan beramah tamah dengan para tetamu undangan, kerabat maupun kenalan Puan Sri.


Tak lama kemudian Naya dan sang mertua sampai juga di hadapan kedua mempelai.


Puan Sri berada di posisi depan untuk duluan menyalami Zahra dan suaminya, sementara Naya mengiringinya di belakang.


"Congratulation on you wedding, dear! Ehemm... Comel sangat kamu, sayang... Semoga sentiasa berbahagia, ya..." ujar Puan Sri dengan mengusap lembut punggung sang mempelai perempuan.


Zahra, putri bungsu mak lung Salma itu tersenyum lembut sambil mencium takzim punggung tangan Puan Sri.


"Terimakasih mak cik Tifah atas doanya. Wait a moment, is this...? Zahra membulatkan matanya saat perhatiannya beralih pada perempuan berniqab di belakang Puan Sri.


"Assalamualaikum, kak Za."


"Wa'alaikumussalam. Naya?! How come? Kak Za kira Naya masih stay kat Paris sana, dah tak ingat jalan pulang", ucap Zahra seraya merangkul erat Naya. Sedari kecil mereka memang sering bertemu dalam acara-acara keluarga besar Tan Sri Abdul Hamid dan Puan Sri Latifah.


Zahra juga sangat memahami betapa sayangnya Puan Sri dengan Naya, meskipun ia tahu bahwa Kei sang sepupu menjalani pernikahan yang cukup pelik dengan Naya, apalagi sejak Kei melakukan pernikahan ke dua dengan Nadia, seorang model terkenal yang ternyata juga menjalin persahabatan dengan sepupu mereka lainnya, Alexa.


"Selamat kak Za. Baarakallahu laka wabaaroka 'alaika wajama'a bainakumaa fii khayr. Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada kak Za dan keberkahan atas pernikahan kakak dan semoga Allah mengumpulkan kak Za dan Abang dalam kebaikan. Aamiin". Naya menoleh sekilas kepada lelaki di samping Zahra sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Thank you so much, Nay. Bahagia sangat kak Za bertemu kamu hari ini. Pak Cik Hamid cakap, Nay stay kat Jakarta. Dah jadi cik gu kat college disana?"


"Alhamdulillah. Iya kak Za. Nay sekarang tinggal di Jakarta. Btw, moga kak Za dan Abang menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, ya" lanjut Naya dengan wajah penuh senyum dari balik niqabnya, namun dengan jelas bisa terbaca oleh Zahra dari kerlip indah mata bening gadis itu.


Segera keduanya, Puan Sri dan Naya berlalu dari hadapan Zahra dan suaminya untuk memberi kesempatan kepada para tamu lainnya yang sudah antri di belakang mereka.


"Nay sudah lapar, tak? Kalau tak, kita temui mak lung Salma dulu boleh?" Puan Sri melangkah dengan terus mengamit lengan Naya.

__ADS_1


"Boleh, Ma. Nay belum lapar. Kita tadi kan sudah makan di apartemen bang Kei", menyebut nama Kei, terlihat sendu membayang di mata gadis itu. Perlahan ia menundukan wajahnya dengan terus mengiringi sang mertua.


Puan Sri menghentikan langkahnya, matanya menatap Naya yang tepat berada di sampingnya sekarang.


"Sweety, get him out of your mind for a moment, please? Selain silaturrahim, kita kat sini for having fun, tau? Tuh kat sana banyak sangat untuk dinikmati", ujar perempuan cantik paruh baya yang juga dikenal sebagai pebisnis perempuan handal di negerinya itu sambil mengarahkan pandangan pada aneka hidangan yang menunggu untuk dinikmati para tamu.


Naya mengangkat wajahnya dan menatap lurus sang ibu mertua. Tatapan teduh namun teguh di depannyalah, salah satu yang menguatkan Naya selama ini. Ia bersyukur memiliki mertua seorang Puan Sri Latifah.


Dari balik niqabnya, Naya tersenyum. Kemudian tangannya mengangkat tangan Puan Sri yang sedari tadi mengenggam tangannya. Naya menempelkan tangan sang Puan di kening dan hidungnya. Terakhir ia mencium takzim tangan itu.


Puan Sri balas tersenyum seraya merangkul erat sang menantu. Beberapa saat keduanya hanyut dalam suasana haru, hingga suara yang begitu mereka kenal melerai pelukan sang ibu mertua dan menantunya.


"Duh... yang sayang-sayangan dari tadi, tak nak ajak Fah ke?" Afifah, putri sulung Puan Sri Latifah memberengut dengan wajah masamnya yang pura-pura.


"Ifah, sayangnya Mama? Kamu dari mana saja? Mama dah cari-cari dari tadi", sambut Puan Sri dengan membentangkan kedua tangannya.


Afifah tidak serta merta menyambut pelukan sang Mama, ia malahan menghindar dengan sengaja memeluk Naya yang berada di samping Puan Sri.


"Afifah?!"


Afifah buru-buru melepaskan pelukannya pada Naya, sang adik ipar. Perempuan cantik itu membuka kedua tangannya lebar dan menghambur ke dalam pelukan sang Mama tercinta.


Setelah puas berpelukan, Afifah melepaskan diri lebih dulu dan meraih tangan Puan Sri yang sebelah kanan kemudian membawanya ke atas kepalanya sebagai permintaan maaf karena dengan sengaja tadi mengerjai sang Mama.


"Puan Sri, mama tercinta. Maafkan Fah, ya? Gurau je?" Afifah menampilkan wajah tanpa dosanya sambil mengedipkan mata beberapa kali.


Naya tersenyum simpul menyaksikan tingkah sang kakak ipar yang sebentar lagi akan menjadi ibu setelah menunggu dengan penuh kesabaran selama tujuh tahun ini.


"Hai Fah, lama tak jumpa. Semakin nampak nya?" Sebuah suara mengejutkan mereka.

__ADS_1


"Semakin? Semakin apa nih, Xa?" Puan Sri yang lebih dulu menyambut kedatangan Alexa dengan seorang perempuan yang terlihat cantik dengan tampilannya nan elegant. Nadia Jefferson!


Naya yang berdiri diantara Afifah dan Puan Sri merasakan tubuhnya sedikit bergetar. Jantungnya berdetak lebih rancak dari biasanya.


Siapa yang mengundang mbak Nadia? Bang Kei, kah? Atau mungkinkah kak Lexa? Mereka sama-sama di dunia modelling, kan?


Berbagai sangkaan memenuhi kepala Naya sekarang. Untuk mengurangi resah yang tiba-tiba menderanya, Naya lebih dulu mengulurkan tangannya ke hadapan Alexa dan Nadia bergantian.


"Kak Lexa, mba Nadia, selamat bertemu kembali. Apa kabar?" Naya tersenyum dengan pendar bintang di matanya.


"Kamu Naya?" Alexa tak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya. Ia tidak mengenali gadis berpakaian serba tertutup di depannya. Dia hanya bisa mengenali Naya setelah mendengar suara gadis tersebut.


"But? Wait a minute! Kalian sudah saling kenal?" Alexa membolakan matanya tak percaya.


"Ya, iyalah. Masa aku tidak kenal Naya?" Nadia membuka suaranya dengan kalimat yang terdengar ambigu.


"Maksudku, Naya kan seorang desainer yang sedang naik daun, yang punya Sweet Lily in Late Spring itu? Masa aku ngga kenal? Ya ngga mungkin lah. Kita bahkan sudah bertemu beberapa kali. Iya kan Naya?" Nadia kembali mengarahkan pandangannya kepada Naya.


Naya tersenyum kecil dari balik niqabnya. Ia hanya mengangguk beberapa kali sebagai respon atas penjelasan Nadia.


"Kalò dengan Puan Sri, sudah kenalkah?" Alexa sekarang menatap Nadia dan Puan Sri bergantian.


Puan Sri maju selangkah seraya mengulurkan tangannya.


"Saya Puan Sri Latifah, mertua Naya", ujarnya dengan menekankan kata 'mertua'.


__________*** __________


To be continued

__ADS_1


Mohon maaf sebelumnya, baru bisa up lagi. Banyak kesibukan di real life yang tidak bisa ditinggalkan. Mohon terus dukungannya dengan memberikan like, vote and comment ya. Thank you all.


__ADS_2