
Naya yang sedang tilawah al Qur'an tiba-tiba merasakan gerak mobil yang tidak biasa. Merasakan tubuh yang mendadak oleng, gadis itu segera menutup mushaf di tangannya.
Naya yang duduk di bangku kedua, tepat di belakang Putra masih belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Gadis itu hanya dapat melihat Putra yang sedang berada di belakang kemudi berusaha mati-matian untuk tetap menstabilkan laju kendaraan mereka dengan membanting stirnya ke kiri.
Beberap saat kemudian, Naya melihat sebuah Toyota Land Cruiser hitam metalic yang tadi memotong laju kendaraan yang sedang dikemudikan oleh Putra tepat berada di depan mereka dengan gerakan zig zag seakan sedang berusaha menghalangi jalan mereka.
Naya berusaha berpegangan pada kursi depannya, namun tetap saja tubuhnya yang tidak siap menerima goncangan yang keras dan tiba-tiba, membuat kepalanya membentur kuat kursi kemudi yang sedang diduduki Putra.
Naya meringis menahan nyeri di kening sebelah kirinya yang sekarang terasa kebas. Gadis itu berusaha meraba sambil mengusap bagian tersebut yang mulai terasa membuat benjolan kecil. Bengkak.
Putra yang sedang siaga dengan tetap menjaga kestabilan laju kendaraan mereka, menatap Naya dari rear vision mirror di depannya.
"Puan? Are you okay?" Terbersit kecemasan dalam nada kalimatnya.
Naya tidak langsung menjawab, ia masih sibuk mencari pegangan yang kuat agar tidak terjatuh. Hanya gerakan jari telunjuk dan ibu jarinya yang bertemu membentuk tanda 'ok'.
__ADS_1
Putra kembali memusatkan fokusnya pada kemudi. Toyota Land Cruiser hitam metalic di depan mereka masih belum berhenti memberikan sinyal provokasi.
Naya mulai merasa ada sesuatu yang sedang mengancam keselamatan mereka.
Putra dengan segudang pengalaman lapangannya dalam pengawalan VVIP tetap nampak cool and relax. Lelaki berbadan tegap itu sedikitpun tidak terlihat terprovokasi oleh pengemudi Toyota Land Cruiser di depannya. Hanya sesekali matanya menyipit dengan kening yang berkerut, seperti sedang berpikir keras.
Naya yang melihat hal tersebut menjadi bertambah was-was. Gadis berhijab rapi itu semakin merapatkan pegangannya pada kursi yang diduduki Putra.
"Bang, mereka siapa? Mau apa?" Naya sedikit memajukan tubuhnya ke kursi di depannya, berusaha mengamati orang-orang yang berada di dalam mobil berwarna hitam metalic tersebut.
Baru saja berhasil sejajar dengan Land Cruiser hitam metalic itu, tiba-tiba sebuah Civic Turbo yang juga berwarna hitam langsung merapat ke mobil yang dinaiki Putra dan Naya.
Sekarang kedua mobil berwarna hitam itu seakan sedang mengepung Toyota Alphard SC-nya Putra.
Naya mulai merapal banyak do'a di dalam hatinya. Ia tahu, mereka sedang tidak baik-baik saja sekarang. Ada bahaya yang tengah mengancam, meskipun gadis itu belum tahu pasti siapa yang ingin mencelakai mereka.
Putra sedari tadi sebenarnya telah berusaha untuk mencari bantuan. Dengan sandi-sandi tertentu, asisten kepercayaan Puan Sri Latifah itu telah berhasil melakukan kontak dengan anggota pengamanan keluarga besar Tan Sri Abdul Hamid yang lain. Mereka sedang dalam perjalanan menuju lokasinya sekarang.
__ADS_1
Lelaki itu tahu pasti, bukan dia yang sedang menjadi tarģet sekarang, namun gadis yang tengah duduk di belakangnya.
Sesekali Putra melayangkan pandangannya ke belakang, mencari tahu kondisi VVIP yang sedang dikawalnya sekarang. Terlihat Naya memejamkan mata dengan bibir yang senantiasa bergerak pelan, seperti sedang melafaskan sesuatu.
Naya semakin merapatkan kedua kelopak matanya saat merasakan goncangan maha dashyat menghantam mobil mereka.
Ternyata dari arah berlawanan, sebuah truk yang seperti kehilangan kendali, menyongsong mobil Putra yang masih berusaha meloloskan diri dari kepungan dua mobil di samping kanan dan kirinya.
"Allahu Akbar!", bisiknya lirih sebelum semuanya menjadi gelap dalam pandangan Naya.
..._________*****_________...
To be continued
Sambil nunggu kehadiran Naya dan Kei, yuk singgah dulu di karya temanku. Recommended deh...
__ADS_1