Di Ujung Sayap Rindu

Di Ujung Sayap Rindu
I Promise You, Everything Will Be Okay


__ADS_3

Naya memejamkan mata saat tendangan itu hampir menyentuh tengkuknya.


Ia pasrah. Meyakini bahwa tiada yang dapat menyelamatkannya kecuali Allah, sang Maha Kuasa saja, Naya merasakan ketenangan menyusupi hatinya.


Matanya tetap mengatup rapat, pasrah menerima apapun yang akan terjadi dengan tubuhnya.


Saat hembusan angin tendangan menerpa dan hampir menyentuh tengkuknya, Naya merasakan sebuah lengan kukuh memeluk dan menarik tubuhnya. Rapat dan hangat.


Waktu seolah terhenti. Sesaat gadis itu menumpangkan tubuh, bersandar nyaman di dada bidang yang tengah menaunginya.


Perlahan Naya mencium wangi khas mint yang menguar lembut di penciumannya.


Membuka mata perlahan sambil mendongakan kepalanya, pandangan Naya langsung bertemu dengan tatapan elang di hadapannya. Tetap kelam dan tajam namun selalu saja mampu menenangkan. Abang Kei?


Kei menatap hangat gadis dalam dekapannya seraya mengusap lembut puncak kepala Naya.


"Maaf, abang telat datangnya. Mana yang sakit, sayang?" Kei menelisik, matanya bergerak menyusuri ujung kepala hingga ujung kaki sang istri, sambil tangannya mengusap lembut punggung sang istri.


Naya sekuat tenaga menahan perih dan nyeri di tubuh bagian belakangnya. Saat tangan besar Kei menyentuh punggungnya, Naya memejamkan matanya rapat.


Gadis itu menggelengkan kepalanya kuat. Suaranya tersekat tak mampu melewati kerongkongannya. Ia hanya sanggup mencengkram kuat lengan Kei, seakan takut terlepas.

__ADS_1


Rahang kukuh lelaki dewasa pemilik beberapa stasiun televisi berbayar itu mengetat kuat. Giginya bertemu rapat. Wajah dinginnya kembali mendominasi.


Kei tidak tahu pasti peristiwa apa saja yang telah dilalui gadisnya beberapa jam ini, namun satu yang pasti semuanya berbuah traumatis.


Perlahan Kei melonggarkan pelukannya. Menuntun Naya dan mendudukannya di lantai dekat jendela.


"Sayang, I promise you. Everything will be okay. Just close your eyes and stay close to me." Kei kembali menyalurkan ketenangan lewat pandangan matanya yang menatap Naya hangat.


Naya tetap masih belum bisa merespon dengan suaranya. Gadis cantik bertubuh mungil itu hanya mampu berbicara lewat mata beningnya yang menatap Kei teduh.


Sesekali matanya mengerjap, berusaha meyakinkan hati bahwa sang hero penyelamat di depannya nyata adanya.


"Sayang, kenapa tengok abang macam tu? Abang tambah kacak (ganteng) ke?" Kei mengalihkan perhatian Naya dengan gurauan recehnya.


Kei tersenyum tipis saat menyadari perhatian Naya yang telah teralihkan.


Sayup telinga Kei menangkap deru bunyi mesin pesawat bersayap putar, helikopter.


Hingga kemudian di kejauhan matanya menangkap sebuah helikopter militer yang bergerak menuju mercuar tempat mereka sekarang.


Kei menukikan pandangannya ke bawah mercuar. Terlihat beberapa orang yang juga sudah terlibat pertarungan sengit satu lawan satu.

__ADS_1


Kemudian matanya beralih pada tiga sosok berpakaian serba hitam di depannya.


Tatapan tajam penuh intimidasi Kei hinggap di wajah mereka satu persatu.


Tanpa memutus pandangannya Kei melangkah maju, semakin mendekati ketiga sosok yang juga memakai penutup wajah berwarna hitam.


"Kalian salah memilih target, men. Bos kalian tidak memberitahu siapa dia?!" Kei melirik sekias Naya yang masih bersimpuh di lantai dekat jendela mercusuar dengan mata terpejam rapat.


"We don't care who she is!" Sosok tinggi berbadan tegap menyahut Kei dengan lantang.


"Oh, really?! What an idiot one!" Kei terdengar datar dan dingin.


"Bila hari ini kau bisa lolos dari sini, but I am afraid you cannot, sampaikan pada bos mu, I let her go today, but not tomorrow! Aku tidak sudi memelihara seekor rubah di rumahku!" Kei bicara tanpa ekspresi. Wajah datarnya tetap mendominasi.


"Well, aku tidak mau mengotori penglihatan istriku dengan membunuh kalian di hadapannya. Aku hanya minta kalian tinggalkan di sini bagian tubuh kalian yang tadi telah menyentuhnya!"


..._________*****_________...


To be continued


Hei... Hei... Kei dan Naya dah datang lagi. Tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


Nah, sambil nunggu up berikutnya, yuk pantengin dulu karya temanku ya..



__ADS_2