Dihamili Adik Kelas

Dihamili Adik Kelas
Jaket


__ADS_3

Arga menggeram kesal saat Laura menarik bajunya secara tiba-tiba. Cowok itu berbalik dengan wajah yang amat frustasi. Menatap Laura dengan pandangan mata nanar.


"Apalagi? " tanya Arga kesal. Ia sudah sangat letih menemani gadis itu seharian.


"Aku penasaran banget sama suara yang ada di dalam sana. Aku mau lihat!" Laura menunjuk sebuah bedeng tertutup berbentuk silinder yang bertuliskan tong setan di pintu masuknya.


Ya Tuhan ...


Arga menggusar rambutnya ke belakang. Ia sudah tidak tahu harus marah yang seperti apalagi agar Laura si Cacing Pita itu mau mengerti. Demi apa pun, Arga sudah sangat letih menemani Laura sedari tadi.


"Itu tong setan, ngga usah di lihat! Ngga ada yang bagus di sana." Arga menarik tangan Laura agar mau diajak pulang. Terpaksa ia lakukan itu. Agar Laura mau jalan dan tidak merajuk lagi.


"Gaaa ..." Anak itu menahan laju langkah Arga. Kakinya mendadak berhenti bagiakan sepeda yang tiba-tiba di rem. Gadis itu mencebik, lalu menghempaskan tangan Arga dari genggamanya.

__ADS_1


"Mau apalagi, Nyet?" kesal Arga geram. Cowok itu menatap Laura tidak senang. Firasat buruk mulai menari-nari di pikirannya.


"Aku penasaran banget, mau lihat ada apa di dalem sana. Sebentar aja, plisss. Nanti aku ngga bisa tidur kalo penasaran. Aku harus lihat pokoknya." Laura memohon dengan tampang memelas. Ada sedikit senyum tulus dari wajahnya.


"Ya tuhan! kapan sih, lo bisa berhenti ganggu hidup gue. Seengganya bikin gue tenang sedikit di dekat lo," tandas Arga lantang.


"Plisssssss ... aku penasaran banget, mau yah, Ga. Aku janji, ini terakhir kalinya aku ngajakin Arga ke tempat seperti ini," rayunya lagi.


Arga terdiam lalu berfikir sejenak. Kata terakhir terdengar sangat menyenangkan di telinganya. Kalau bisa terakhir kali juga Laura menghantui hidupnya. Jangan ada lagi hari esok dan seterusnya.


"Ngga mau! Arga temenin aku masuk. Aku ngga berani kalau lihat sendiri. Ayok temenin masuk Ga," rajuk gadis itu lagi.


"Lo itu bener-bener, ya! gue harap ini terakhir kalinya lo nyusahin hidup gue. Hari ini gue udah kenyang banget sama semua kegilaan yang lo buat!" Arga mendengkus, ia bangun dari duduknya. Lantas ia berjalan cepat menuju loket pembelian tiket pertunjukan tong setan tersebut

__ADS_1


Laura tersenyum melihat tingkah Arga yang selalu naik darah, namun tetap menuruti segala permintaan darinya. Calon good daddy, pastinya.


"Gue kasih waktu sepuluh menit, lebih dari itu gue tinggal!" ancam Arga ketika mereka sedang mengantri untuk membeli tiket.


"Iya, Ga ... Aku janji," ucap Laura senang.


Laura segera berlari riang ke pintu masuk wahana tong setan tersebut. Lalu bergabung bersama para penonton lainya yang hendak masuk ke dalam.


"Tunggu dulu...," cegat Arga tiba-tiba. Arga segera melepas jaketnya, lalu memberikanya kepada Laura."Pake jaket gue," ucapnya dingin.


What ?


Rahang Laura menganga tanpa berkomentar. Sumpah demi apa pun, Arga benar-benar beda hari ini. Cowok itu seperti orang yang sedang keracunan malaikat cinta.

__ADS_1


"Makasih, Ga." Laura menerima jaket pemberian Arga lalu memakainya. Harum tubuh Arga langsung menusuk penciuman Laura begitu jaket itu dipakai.


__ADS_2