Dihamili Adik Kelas

Dihamili Adik Kelas
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Laura segera berlari bersamaan dengan teman-teman sekelasnya saat bell pertanda istirahat dibunyikan. Pelajaran MTK di jam pertama sukses membuat darah semua murid kelas 12 B membeku total. Apalagi banyak sekali materi tambah untuk persiapan ujian. Ingin langsung loncat kuliah saja rasanya.


Maka di sinilah Laura berada sekarang. Duduk di kantin bersama sahabatnya Rena, sedang menunggu dua mangkuk bakso dan es teh manis. Berkumpul bersama dengan siswa-siswi lainya yang sedang sama-sama keroncongan.


Sekitar sepuluh menit kemudian,datanglah dua mangkok bakso dan satu gelas es teh manis ukuran jumbo dengan dua sedotan di dalamnya. Ini yang dinamakan trik hemat ala anak SMA.


Segeralah Laura menarik jatah bakso miliknya, yang pada jaman ini si bakso sedang dihujani gosip parah.


"Jangan makan bakso lagi. Bahaya! bahannya pakai daging tikus. Apa lagi ditambahin formalin pengawet mayat."


Itu kata para emak jaman old yang suka stay di depan tv, sembari menyaksikan acara berita yang ada preman di penjaranya. Laura tidak peduli, bakso adalah makanan kesukaannya. Jika benar ada tikusnya, mungkin Laura akan menambahkan kucing agar terlihat seperti tom and jerry.


"Apa, lo bilang?" teriakan Rena membuat Laura tersedak bakso satu biji, untung kecil. Sesegera mungkin Laura menyambar es teh manis, lalu meminum hampir seperempat gelas jumbo itu.


"Lo ciuman sama Arga?" Kali ini Rena menurunkan nada suaranya serendah mungkin. Menatap Laura dengan air muka tidak percaya tentunya.

__ADS_1


"Lo gak lagi demam, kan, Ra?" Rena refleks menyentuh dahi Laura saking geramnya.


Setelah berhasil dibuat ngakak dengan cerita soal pembalut, kini Rena dibuat kaget dengan berita ciuman yang baru saja Laura lontarkan.


"Iya, semalam Arga nyium gue," terang Laura kemudian. "Pas gue lagi nonton tong setan, tiba-tiba dia nyosor gitu. Apa itu bawaan masa pubertas? Kayaknya lama-lama dia gak tahan deh, liat kecantikan gue!" Dengan bangganya Laura pamer tanpa dosa.


Rena terdiam sejenak. Otaknya mulai berfikir sesinkron mungkin. Arga tidak akan berani mencium Laura tanpa alasan, pasti ada sesuatu yang mengganjal. Bisa jadi tidak sengaja atau mungkin lagi nge-prank.


"Lo yakin itu ciuman? beneran bukan karena engga sengaja? biarpun gue benci Arga, tapi gue yakin, Arga ngga mungkin berani nyium cewek sembarangan," terang Rena logis.


"Apaan, sih? ngomong yang jelas. Telen dulu, Ra...!" sentak Rena sembari menatap Laura geram.


"Aku juga nggak tahu, Ren?" ulang Laura kemudian.


Kalau Laura sudah berurusan dengan bakso memang susah untuk diganggu gugat. Diajak bicara pun kadang tidak nyambung.

__ADS_1


Laura meminum es teh manis dulu sebelum mulai bicara. "Jadi di dalam tong setan itu pengap dan berisik. Banyak orang sampai desek-desekan. Gue juga ngga tahu kenapa, tiba-tiba aja masa Arga ciuman bibir gue waktu kita ngga sengaja berhadapan," tutur Laura menjelaskan.


"Yah, dodol ... itu namanya bukan ciuman. Tapi ngga sengaja senggolan, kali. Udah gue tebak, mana mungkin cowok h0mhom kayak dia mau nyium cewek. Apa lagi ceweknya elo, takut yang ada si Arga, tuh—" ledek Rena sembari terkekeh. Memang membully itu sangat menyenangkan.


"Arga ngga h0mhom ... Ren...," protesnya tidak terima.


"Ngga homhom, tapi ngga suka cewek!"


Tawanya menggema nyaring di kantin. Untung siswa lainya juga berisik. Jadi tidak ada yang peduli dengan kehebohan Laura dan Rena.


"Lo tega banget memecahkan ekspektasi gue, sih, Ren! tapi bibir kita itu udah nempel, tau." Laura mencebik sembari menyatukan ujung jarinya membentuk simbol ciuman. "Itu artinya kita ciuman, kan?"


"Au amat, akh!" Laura mengedik. Lantas memasukan potongan bakso ke mulutnya.


Tiba-tiba anak iti terdiam dengan ekspresi menohok.

__ADS_1


Sial, ngapain si, dia ke sini?


__ADS_2