Dihamili Adik Kelas

Dihamili Adik Kelas
Perjalanan Laura


__ADS_3

Perjalanan panjang nan penuh lika-liku telah Laura lewati sedemikian rupa. Dari yang pahit, bahkan jauh lebih pahit sudah pernah Laura cicipi semuanya.


Namun, ada satu hal yang masih dipertahankan oleh wanita itu. Sampai detik ini Laura masih menyembunyikan keberadaan Gama dari keluarga besarnya. Bahkan saat nenek Laura meninggal, Laura hanya pulang seorang diri tanpa membawa Gama.


Dia belum siap membeberkan fakta pada kedua orang tuanya,bahwa Laura adalah seorang ibu tunggal.


Yang keluarga besar Laura tahu, dia adalah wanita mapan dengan latar pendidikan S1. Padahal selama ini Laura tidak pernah kuliah. Uang bulanan kuliah yang dikirim orang tuanya habis untuk keperluan hidup dan ***** bengek lainnya.


Takut?


Merasa berdosa?


Tentu saja iya. Laura selalu harus mencari alasan tiap kali kedua orang tuanya bertanya tentang kegiatan Laura selama kuliah. Itu membuat Laura pusing. Tak jarang ia bertanya kepada menyangkut masalah ini.


Itu sebabnya, kebohongan membuat Laura takut untuk mengakui selamanya. Entah sampai kapan semuanya terungkap, yang jelas untuk saat ini Laura belum siap.


-


-


-


Kembali lagi ke TKP. Setelah semua hidangan dipesan, yanto tiba-tiba mengajak Laura untuk naik ke ruang pertemuan.


Sontak Laura terperanjak.

__ADS_1


"Kok aku? Itu 'kan bukan tugas aku?"


"Tapi atasan nyuruh kamu ikut nyiapin juga, Ra! Udah nurut aja, siapa tau kamu bisa naik jabatan kaya aku," kekeh Yanto lalu menarik lengan Laura.


Laura memang hanya Office girl yang ditugaskan untuk menjadi pesuruh karyawan bawah. Sementara untuk para karyawan dengan jabatan tinggi yang berada di ruangan khusus, Laura belum pernah menanganinya sama sekali. Bahkan ia tak pernah memasuki lantai 12. Lantai tempat direktur utama dan para karyawan berjabatan tinggi.


Dengan perasaan gugup dan takut, Laura mengikuti Yanto yang membawa troli besar berisi makanan. Ia semakin tak karuan saat melihat pintu lift terbuka dan menyajikan kesejukan yang berbeda dari ruangan bagus lainnya.


Ruangan itu sangat megah. Tembok luarnya terbuat dari kaca khusus sehingga Laura bisa melihat betapa indahnya kota Jakarta dari atas sini.


Wanita itu sempat ternganga sejenak hingga pada akhirnya menunduk karena takut melihat wajah-wajah elit yang ada di sana.


"santai aja, Ra." Yanto berbisik ketika mengetahui kegugupan Laura.


Mereka kemudian masuk ke ruang pertemuan dan segera menyiapkan hidangan secepat mungkin.


"Iya."


Bicara wanita itu sedikit tertekan.


Laura baru bisa mengembuskan napas lega setelah keluar dari ruangan horor itu.


Akhirnya selesai juga, pikir Laura sambil mempercepat langkahnya menuju pintu keluar.


"Mau kemana, Ra? Bantu aku nyiapin makanan ke ruang direktur dulu."

__ADS_1


Deg.


Kelegaan Laura kontak menghilang. Berganti gugup yang tak kunjung menemui titik terang. Dengan wajah terpaksa, akhirnya Laura kembali mengikuti Yanto menuju ruang tersebut. Beruntung saat mereka masuk tidak ada siapa pun di sana.


"Kok gak ada orang?" bisik Laura kepada Yanto.


"Direktur barunya belum dateng. Hari ini 'kan niatnya para karyawan mau ngadain acara penyambutan direktur baru."


"Oh. Pantes tadi kita disuruh beli bunga banyak banget. Ini bunganya taro mana?"


"Taro aja di setiap sudut ruangan," perintah Yanto. Dia sedang menyiapkan makanan.


"Emangnya tadi kamu gak liat papan ucapan berjejer di ruang kantor kita?"


"Engga! Aku buru-buru masuk ke dalem, soalnya udah telat banget. Bunga yang ini taro mana?" Laura menatap Yanto sambil memegang erat bunga terakhir di tangannya.


"Yang itu taro meja utama yang ada tulisan direktur." Yanto menjawab, tapi masih sibuk menata makanan di meja.


Laura mulai menajamkan pandangannya. Dia bergerak ke ruang samping dimana terdapat meja besar milik sang direktur.


Glek ...


Wanita itu menelan ludahnya banyak-banyak saat membaca papan nama yang ada di meja.


Argantara Mega!

__ADS_1


Nama horor itu terukir jelas di sana.


"Ini bukan Arga yang itu, 'kan?" batin Laura, entah kenapa sekujur tubuhnya terasa menegang bukan main.


__ADS_2