Dihamili Adik Kelas

Dihamili Adik Kelas
Rena Tahu


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu.


Ujian sekolah tinggal menghitung hari lagi. Semua siswa disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, begitu pun dengan Laura dan Rena yang sibuk mempelajari materi ujian dan beberapa kisi-kisi yang diberikan oleh guru.


Kini keduanya sedang belajar kelompok bersama. Rena bahkan sampai menginap di rumah Laura demi tercapainya nilai yang diinginkan.


Rena memang tak sepandai Laura dalam mata pelajaran, itu sebabnya gadis itu sengaja menginap di rumah Laura untuk mempelajari beberapa bagian soal yang belum ia pahami.


"Buku catatan lo yang waktu itu mana ya, Ra? Gue belum selesai nyatet, nih."


"Di meja, coba deh lo cari!" Laura yang masih sibuk menulis di atas kasur hanya menjawab tanpa menoleh.


Rena pun mengangguk. Ia mulai mencari buku yang ia mau. Saat tangannya tak sengaja menarik sebuah buku, tiba-tiba jatuhlah sebuah tes pack dari cela buku tersebut.


"Raaa!" Bibir Rena mendadak kelu. Ia menatap benda pipih bergaris merah dua itu dengan mata tak percaya. Rena bahkan sudah lupa soal tuduhannya waktu itu, sekarang Tuhan memberi tahu rahasia Laura melalui cara yang lain.


"Laura lo hamil?"

__ADS_1


Kontan gadis itu langsung menoleh. Dengan gerakan liar, Laura merebut benda pipih yang sedang di pegang oleh Rena.


"Sorry Ra, gue gak sengaja narik buku. Terus itu jatuh dari buku yang gue tarik!" Rena menjadi salah tingkah. Begitu pun dengan Laura yang hanya memandang Rena tanpa berani bicara.


"Ra," tegur gadis itu lagi. Ia bisa melihat wajah Laura berubah ketakutan dalam sekejap waktu.


Tanpa basa-basi, Rena langsung memeluk Laura supaya gadis itu lebih leluasa. Ia sembunyikan dulu jengkelnya, dan sekarang fokus pada perasaan Laura terlebih dahulu.


"Kenapa lo nyembunyiin semua ini dari gue?" tanya Rena pelan-pelan.


Tangis Laura langsung pecah di pundak Rena. "Maafin gue Ren! Gue bingung dengan semua ini," ucap gadis itu.


"Siapa yang ngelakuin ini, Ra? Siapa?" Rena mencoba menginterogasi Laura pelan-pelan.


"Arga?" tanya gadis itu lagi.


"Ini salah gue Ra! Ini salah gue! Gue yang bodoh," ujar Laura sembari terisak-isak.

__ADS_1


Pelukan mereka perlahan terlepas. Rena menatap sayu gadis itu sambil sesekali mengusap air mata di wajahnya.


"Gue nanya siapa bapaknya, Ra! Bukan gimana prosesnya. Lo ngelakuin hal ini sama siapa?" cecar gadis itu.


"Sama Arga, Ren! Tapi semua itu terjadi atas kesalahan gue. Waktu itu gue naruh obat perangsang di minuman Arga sampe bikin dia hilang kendali."


"Ya ampun, Ra! Kenapa bisa begitu?"


Rena pun mulai menceritakan segalanya. Mulai dari kerjasama yang ia lakukan bersama Roma, sampai hal pada malapetaka yang terjadi malam itu.


Rena sampai menggeleng dengan cerita Laura. Di titik ini Rena memang menyalahkan Laura sebagai pelaku utama.


"Jadi nggak ada yang tahu soal kehamilan lo kecuali gue?" tanya Rena.


Kini keduanya sudah berpindah tempat. Mereka duduk di atas ranjang dengan posisi saling berhadap-hadapan.


"Ngga ada Ren! Gue terlalu takut untuk cerita ke siapa pun, dan gue sama sekali nggak mau ngelibatin Arga dalam kesalahan yang udah gue lakuin. Cukup masa depan gue aja yang hancur, Arga jangan sampai ikut terseret."

__ADS_1


Mendengar itu, Rena tertegun. Dia sendiri juga masih terlalu dini untuk memahami permasalahan yang seharusnya ditanggung oleh orang dewasa ini.


__ADS_2