Dihamili Adik Kelas

Dihamili Adik Kelas
Kejadian Singkat


__ADS_3

"Nanti kalo udah dicuci aku balikin yah Ga," kata Laura sembari menarik resleting jaket yang baru saja ia pakai.


"Ngga usah, buat lo aja! Gue punya banyak jaket, dan gue juga gak akan mau pake barang yang udah disentuh orang," cetus Arga lagi. Lantas cowok itu segera mendorong tubuh Laura untuk segera masuk ke dalam area penonton.


Sebenarnya Arga memberikan jaketnya kepada Laura karena terpaksa. Saat Laura berlari tadi, tak sengaja mata Arga menangkap noda darah di rok belakang Laura. Karena Arga merasa tidak nyaman melihat pemandangan itu, akhirnya ia merelakan jaket kesayangannya untuk dipakai Laura.


Mereka mulai naik keatas untuk memasuki area penonton. Ternyata suasananya cukup padat dan pengap di dalam sana. Suara motor mulai bergemuruh begitu mereka masuk di dalamnya.


"Berisik banget Ga," protes Laura sembari memegangi telinganya. "Hebat banget, yah. Bisa terbang-terbang gitu motornya," celoteh anak itu lagi.


Gadis itu terlihat riang sembari menatap takjub. Bola matanya mengikuti arah motor yang berputar-putar.


"Ini keren banget, Ga." Laura berjingkrak ria sembari melambaikan tangannya pada joki yang sedang melakukan atraksi. Saat melihat orang mengulurkan uang saweran, anak itu pun ikut memberi uang pecahan lima ribu. Si pemilik motor langsung memutari area lalu mengambil saweran yang diulurkan Laura dan para penonton lainnya.


Joki itu berputar-putar di atas motor. Kemudian naik ke atas sembari mengangkat kedua tanganya. Semua penonton bersorak takjub, tak terkecuali Laura. Mungkin hanya Arga seorang yang malas melihat pertunjukan itu.


"Arga suka, ngga?" tanya Laura sedikit meninggikan nada suaranya. Volume motor membuat siapa pun harus sedikit teriak ketika berbicara.


Arga menggelengkan kepalanya samar. Melipat kedua tanganya di depan dada, lengkap dengan raut wajah bete ciri khasnya.

__ADS_1


Berhubung posisi Arga sedang tidak siaga, tak sengaja ada orang yang mendorong tubuhnya ke samping. Sialnya, Arga sedang menghadap ke arah Laura. Saat ia terdorong, tidak sengaja bibirnya menyentuh permukaan bibir Laura. Kejadian itu terjadi begitu singkat dan tidak bisa diantisipasi lagi.


Deg!


Tubuh Laura mendadak kaku bersamaan dengan detak jantung yang menggila hebat. Mulutnya yang suka berceloteh seketika kelu tak bisa berucap. Tidak ada pergerakan dari tubuh Laura, kecuali jantungnya yang terus memaksa untuk segera keluar dari tempatnya. Ia sangat yakin, pipinya pasti sudah bersemu merah andai Arga mau memperhatikannya.


Arga mencium Laura. Mimpi gila macam apa ini ...?


Itulah fakta yang masih terasa mimpi baginya. Entah Laura harus senang, sedih, atau kecewa. Sumpah! Laura gugup sejadi-jadinya. Keberanian gadis itu menciut dadakan, bahkan tidak ada sama sekali.


Gadis itu merasa baper seketika.


Sudah sepuluh menit mereka berada di dalam sana. Laura segera keluar terlebih dahulu, sementara Arga hanya mengikutinya dari belakang.


Hingga di atas motor sampai mereka jalan, keduanya masih diam membisu tanpa sepatah kata pun. Beda dengan Laura yang masih terbayang-bayang kejadian tadi, Arga terlihat cuek tidak peduli.


Sementara Laura, gadis itu menunggu penjelasan dari seorang Arga. Setidaknya ia harus meminta maaf karena sudah mencium anak orang tanpa izin terlebih dahulu. Namun ,cowok itu masih saja bungkam, seakan merasa tidak terjadi apa-apa di antara mereka.


Sampai akhirnya Arga menghentikan motornya sepuluh meter sebelum mencapai rumah Laura. Sengaja ia lakukan itu karena permintaan Laura sendiri.

__ADS_1


Gadis itu tidak mau sampai ketahuan neneknya, bisa mati kalau neneknya sampai melihat Laura pulang malam diantar laki-laki.


"Ga, hati-hati ya!" Arga hanya membalasnya dengan berdeham saja.


"Ga...," panggil Laura sebelum cowok itu membelokan motornya.


Laura akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu yang mengganjal di hatinya sedari tadi.


"Apa ?"


"Emmm... Yang tadi itu, ciuman pertama kita, yah?"


Deg!


Entah kenapa jantung Arga berdetak secara ubnormal ketika mendengar Laura mengucapkan kata 'ciuman pertama'. Ada kelenjar aneh yang tiba-tiba merambat dalam dirinya. Bukan perasaan jatuh cinta, tapi lebih seperti sebuah sengatan listrik yang membuat sekujur tubuhnya mendadak panas.


Ciuman pertama? Mimpi aja lo!


***

__ADS_1


__ADS_2