Dihamili Adik Kelas

Dihamili Adik Kelas
Berhenti


__ADS_3

"Stop!"


Laura menghadang Arga dengan kedua tanganya. Kakinya sakit akibat tak sengaja ditabrak motor Arga barusan tak ia hiraukan.


"Lo gila ya! Kalo mau mati jangan di sini, bege. Bunuh diri di mana kek yang jangan ada guenya!" Arga hendak melajukan motornya, namun Laura tidak mau menyerah dan terus memegangi kedua spion motor Arga.


"Awas!" bentak Arga jelas kesal dan emosi.


"Laura mau ikut Arga, hari ini Laura mau ketemu sama papah Arga! Aku janji latihan karate sama papah Arga soalnya." gadis itu berbicara lembut mendekati manja. Membuat Arga semakin muak dan ingin muntah saja.


"Apa hubunganya sama gue?" tanya Arga tak peduli. Jangan harap Arga akan memberikan tumpangan pada gadis ini, bisa alergi nanti.


"Ya gak ada hubungannya. Aku cuma mau nebeng sama Arga sekali-kali? Kasian jok motor kamu nggak pernah dipakai buat boncengin cewek."


"Emangnya gue peduli?" cibir Arga masa bodo.


Memang tidak pernah ada murid wanita yang pernah dibonceng motor Arga. Cowok itu memang aneh, dia tidak pernah memiliki kisah cinta apa pun dengan wanita lain. Itulah yang membuat Laura semakin penasaran dan bertekad mengejar Arga sampai berhasil mendapatkan.


Yang lebih aneh lagi, cowok itu tidak memiliki ponsel. Apa lagi sosial media, cowok itu tidak pernah menengok hal semacam itu. Sangat aneh memang, Laura juga tidak tahu mengapa cowok itu tidak mengikuti perkembangan jaman yang ada. Laura selalu bertanya, namun Arga tidak pernah menjawab.


"Ga pliiss... kali ini aja oke ..." Laura memohon dengan penekanan paksa. Namun, Arga tetap bersikap tidak peduli.

__ADS_1


"Sekalinya engga ya, engga! Lo ngerti bahasa manusia apa engga, sih?" Arga lantas menyalakan motornya kembali berniat untuk pergi.


"Plissssss Gaaa ...!" Laura kekeh dan pantang menyerah. Pokoknya ia harus berhasil kali ini.


Ya tuhan... Arga mendengus kesal dengan tingkah gadis ini. Pulang sekolah nanti... fiks! Arga harus minta pindah sekolah pada orang tuanya.


"Gue ngga mau boncengin lo... Ngga mau dan ngga akan. Ngerti gak, lo?" cetus Arga.


Laura menyingkir dan tidak menghalangi Arga lagi. Namun, saat cowok itu menyalakan mesin motornya hendak melaju, dengan sigap Laura langsung duduk di jok belakang motor Arga.


"Oh Tuhan!" geram Arga emosi.


Merasa kesal, akhirnya Arga melajukan motornya kencang sekali. Ia sudah sangat jenuh dengan segala sikap Laura. Cowok itu melajukan motornya dengan kecepatan 120 km / jam. Rok yang dikenakan Laura terbang-terbang dan tersingkap, membuat gadis itu tidak nyaman dibonceng Arga.


"Ga, pelan-pelan! Aku takut banget, nih."


Arga yang mendengar itu makin tidak peduli, cowok itu semakin menambah laju kecepatan motornya.


"Gaaa aku takut .......!" Laura memeluk Arga sekuatnya. Gadis itu benar-benar dibuat ketakutan setengah mati. Badanya bergetar, jantungnya hampir mencolos dari tempatnya.


Karena merasa cukup, akhirnya hati Arga luluh. Cowok itu menurunkan kecepatan laju motornya dalam batas wajar. Arga melihat Laura yang masih menunduk ketakutan, namun gadis itu sudah tidak lagi memeluk Arga. Walau sangat menyukai Arga, Laura masih punya harga diri, ia tidak pernah berani kelewat batas dalam mencintai.

__ADS_1


Lututnya berdarah....


Batin Arga saat melihat kaki Laura dari kaca sepionnya. Gadis itu ya ... Saking antusianya ingin dibonceng Arga, bahkan sampai tidak sadar bahwa kakinya terluka.


Mungkin akibat ditabrak oleh motor Arga waktu di depan gerbang.


Shittt.


Arga menghentikan motornya mendadak, membuat Laura tersentak dan kontan menubruk punggung Arga dari belakanh.


"Arga kenapa berhenti...?" Laura mulai curiga. Pasti Arga akan menurunkannya di tengah jalan. Padahal jalan ke rumah Arga masih sangat jauh. Yang lebih parah lagi, tidak ada angkutan umum di kawasan itu.


"Turun!" bentak Arga dingin.


Tuh kan... Belum lepas dari kecurigaannya, Arga sudah memerintahkan gadis itu untuk segera turun dari motornya. Tak banyak basa-basi, Laura langsung turun sesuai yang diperintahkan Kai.


"Arga, mau nurunin aku di tengah jalan yah... Arga tega banget sama aku, ini masih jauh tau. Kasian Laura kalau jalan kaki."


Cowok itu diam membisu, tidak menjawab celotehan yang dikatakan Laura.


"Ga ... Hikssss ...." Laura menghela lemas ketika melihat Arga melajukan motornya kembali. Cowok itu meninggalkan Laura sendiri di tengah jalan yang cukup sepi.

__ADS_1


__ADS_2