Dikira Melarat Ternyata Konglomerat

Dikira Melarat Ternyata Konglomerat
Rere vs Gilang


__ADS_3

Meninggalkan kisah Gilang dan Meilani yang sudah bahagia kita beralih ke kisah Rere dan Agung.


Apa kabar mereka?


Agung sedang putus asa mengejar cinta Rere. Beberapa waktu lalu Rere salah paham padanya. Dia mendapati kekasihnya itu di sebuah hotel bersama seorang wanita panggilan.


Brak


Rere membuka kamar hotel yang diduga tempat Agung dan wanita panggilan itu berada. Dia mendobrak pintu kamar itu dengan paksa. Saat itu seorang wanita sedang menggoda kekasihnya. Wanita itu duduk di atas paha Agung yang sedang duduk di sofa.


Ketika wanita ja*Lang itu akan menempelkan bibirnya ke leher Agung, Rere menarik rambut wanita tersebut dengan kasar. "Aw, lepaskan cewek sialan!" Rintih wanita itu kesakitan saat rambutnya dijambak oleh Rere.


"Kamu yang sialan. Berani-beraninya memanfaatkan pacarku yang sedang mabuk. Kamu kira kamu bisa tidur dengannya, hm?" Rere sangat geram. Rasa cemburu sudah mendominasi dirinya. Maka dia lampiaskan kekesalannya itu pada wanita yang memakai pakaian sek*si tersebut.


Rere melepas rambutnya. "Enyah kamu dari sini," usir Rere dengan menatap tajam ke arahnya.


"Dasar pengganggu," umpat wanita itu lalu dia melenggang pergi.


Agung masih setengah sadar. Tapi dia tidak bermaksud untuk melayani wanita ja*Lang itu. Dia dikuasai oleh alkohol jadi dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Bagaimana pun dia laki-laki normal. Melihat wanita berpakaian sek*si tentu hasratnya mencuat.


Rere menarik tangan Agung agar dia bangun. Tapi tenaganya tidak sekuat itu. Rere terjatuh di atas dada bidang Agung. Agung malah memeluknya dengan erat.


Rere memberontak. "Lepasin nggak?" Ancam Rere. Agung tak mengindahkan omongannya. Lalu Rere yang kesal mencubit perutnya dengan keras. Agung pun kesakitan. "Rasain." Rere berdiri lalu menarik dasi Agung agar ikut berdiri.


"Ayo pulang!" Dia menarik paksa kekasihnya. Agung pun terpaksa mengikuti langkah Rere. Rere membawanya masuk ke dalam mobil. Dia mengantarkan Agung hingga ke depan rumahnya.


Rere masih dalam mode kesal karena laki-laki itu hampir saja tidur dengan wanita lain. Dia mendorong tubuh Agung hingga terjatuh dari mobil. Agung tergeletak di depan rumahnya. Setelah itu Rere pergi.


Keesokan harinya Agung ingat jika semalam dia masuk ke dalam kamar hotel tapi dia berakhir di kamarnya sendiri. Dia ingat saat Rere mencubit perutnya. Agung pun segera bergegas untuk mandi dan bersiap menuju ke kantor.

__ADS_1


"Agung, nggak sarapan dulu, nak?" tanya sang ibu.


"Aku nggak ada waktu, Ma. Bentar lagi meeting," jawabnya berbohong.


"Lain kali jangan minum terlalu banyak," tegur ayahnya.


"Maaf merepotkan papa."


"Seharusnya kamu berterima kasih pada orang yang mengantarmu meskipun kamu diturunkan di depan rumah begitu saja," ucap ayahnya.


"Oke, Pa. Ini mau otewe nemuin dia. Apa perlu aku bawa ke sini buat kenalan sama papa mama?" goda Agung. Dia mendapatkan tatapan sengit dari ayahnya.


Agung tidak menuju ke kantornya melainkan ke kantor kekasihnya. Agung sudah mengirim pesan singkat pada Alex kalau dia akan datang terlambat.


"Re, Rere," panggil Agung ketika baru turun dari mobil. Rere berjalan menuju ke lobi hotelnya. Dia tak menghiraukan Agung. Agung berlari dan berhasil mencekal tangan Rere.


"Re, apa kamu marah?" Rere memberikan tatapan tajam.


"Kamu tahu kan semalam aku mabuk gara-gara menemani klien yang minum," ungkap Agung. Dia membela diri.


"Kamu sudah sering mabuk-mabukan. Aku malas jika harus mengantarmu pulang setiap kali kamu mabuk. Aku harap kita jaga jarak dulu."


Agung terkejut pada keputusan Rere. "Maksud kamu apa? Apa hanya karena aku mabuk lalu kamu mutusin aku?" Geram Agung. Dia masih mencintai wanita itu mana mungkin mereka putus.


"Aku harus masuk banyak pekerjaan yang menantiku," balas Rere dengan ketus.


Agung meraup wajahnya kasar. Pagi-pagi sudah dibuat kesal oleh wanita yang dia cintai. Setelah itu Agung memutuskan untuk pergi. Dia harus bekerja tapi dia akan kembali mendekati Rere.


Di tempat kerjanya Agung tidak fokus dalam bekerja. "Fokus Gung. Fokus!" Alex berkali-kali memperingatkan Agung. Agung tidak bisa berkonsentrasi jika yang dia pikirkan hanya Rere.

__ADS_1


Setelah pulang kerja, Agung mampir ke toko bunga. Dia membeli buket coklat dan bunga yang cukup besar. "Semoga dia menyukainya."


Agung mengendarai mobilnya menuju ke hotel tempat Rere bekerja. Di sana dia tidak melihat kekasihnya. Yang dia temui hanya Kristal. "Mas Agung ngapain ke sini? Cari Rere?" tebak Kristal.


"Di mana dia? Aku tidak melihatnya."


"Rere baru saja pergi. Aku menyuruhnya pulang duluan. Hari ini dia tidak lembur."


"Baiklah aku akan menyusulnya." Agung bergegas menaiki mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berharap dia bisa menyusul Rere. Namun, sejauh mobilnya berjalan, dia tidak menemukan mobil Rere.


"Ke mana dia?" Agung memukul kendali setirnya. Lalu dia memutuskan untuk pergi ke rumah Rere.


Sesampainya di sana rumahnya sepi. Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di belakang mobilnya.


Leo membuat kaca jendela mobilnya lalu menyembul dari dalam. "Minggir aku mau lewat," usir Leo yang sedang mengenakan kaca mata hitamnya.


Namun, Agung berjalan mendekat ke arah Leo. "Bang, aku hanya ingin menemui Rere"


Leo mengerutkan keningnya. "Aku tidak tahu dia dimana. Aku baru balik kerja," jawab Leo.


Agung mengembuskan napas berat. Dia merasa frustasi karena tidak bisa menemukan Rere. Lalu ke mana Rere?


Rere sengaja bersembunyi dan tidak pulang. Karena dia tahu Agung akan mengejarnya. Dia sudah cukup lama berpacaran dengan Agung maka dia hafal bagaimana wataknya. Mereka memang sudah sering putus nyambung. Rere memang suka tarik ukur agar Agung lebih peka.


Usianya sudah cukup matang jadi dia tidak ingin terlalu lama berpacaran. Tapi dasar Agung laki-laki yang kurang tanggap. Rere malu jika harus mengungkapkan keinginannya untuk menikah lebih dulu. Secara dia kan wanita biasanya laki-laki yang melamar lebih dulu.


Rere berhenti di sebuah pengisian bahan bakar. Dia cukup lama berada di sana. Ketika dia melihat jam yang melingkar di tangannya rupanya hari sudah mulai larut. Dia pun hendak menyalakan mesin mobil. Namun, tiba-tiba di depan mobilnya berdiri beberapa orang asing. "Mau apa mereka?"


...***...

__ADS_1


Othor udah lama nih nggak nulis adegan action. Di bab berikutnya simak jurus yang dikeluarkan oleh othor ya 🤣🤣


Tapi sawerannya jangan lupa ya kembang kopinya


__ADS_2