Dikira Melarat Ternyata Konglomerat

Dikira Melarat Ternyata Konglomerat
Calon janda


__ADS_3

Hari ini sampai seminggu ke depan aku update 3 bab ya jadi kalian yang udah baca jangan jadi pembaca tak kasat mata oke. Tinggalin jejak like, subscribe sama komen. Buat yang masih nyimpen vote ditunggu ya sumbangannya 😂


Selamat membaca


...***...


"Apa kamu tidak mengejar istrimu?" Tanya Grace.


"Biarkan dia berpikir jernih dulu," jawab Ruli. Dia sudah tahu Kristal akan marah padanya. Ruli berpikir kalau istrinya itu akan kembali baik esok hari. Seperti pertengkarannya kemaren.


Kristal menangis sejadi-jadinya. Dia keluar dari rumah Ruli. Tapi siapa sangka dia malah diabaikan oleh suaminya. Kristal berjalan sambil menangis. Dia tidak menghiraukan hujan yang membasahi badannya. Dadanya terasa sesak manakala suaminya lebih membela mantan istrinya itu. Padahal beberapa saat yang lalu dia berjanji hanya ada namanya seorang di dalam hati suaminya.


"Dasar pembohong," umpat Kristal dengan kesal. Dia menangis di bawah derasnya air hujan. Entah berapa lama dia berjalan sambil kehujanan hingga tubuhnya menggigil kedinginan. Akhirnya Kristal memilih untuk merebahkan diri di kursi kosong yang ada di pinggir jalan.


Kebetulan saat itu mobil Alex lewat di jalan yang sama. Samar-samar dia melihat seseorang yang dia kenal. "Kristal," gumam Alex. Alex pun menghentikan mobilnya dengan mengeram secara mendadak.


"Mas ada apa?" tanya Sandra terkejut. Untung saja bayi yang ada di dalam pelukannya tidak lepas dari tangannya.


Alex tak menjawab dia mengambil payung lalu menghampiri adiknya. "Kristal," panggil Alex. Kristal membuka matanya. "Bang," Kristal kembali terisak.


"Kenapa kamu ada di sini? Kenapa tidak kembali ke rumah? Mana suamimu?" Cecar Alex.


"Bawa aku pulang ke rumahmu, Bang," rengek Kristal.


Alex pun merangkul bahu sang adik mengajaknya masuk ke dalam mobil. Sandra tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Kristal tapi dia memilih diam. Dia tahu Kristal sedang ada masalah. Dia akan bertanya nanti jika adik iparnya itu sudah tenang.


Sesampainya di rumah Alex, Sandra dan Kristal keluar dari mobil. "Masuklah! Ganti bajumu," perintah Alex pada adiknya itu. Hatinya merasa pilu melihat adiknya seperti itu.

__ADS_1


Setelah itu Sandra menceritakan pada Alex kalau sebenernya Ruli pernah menikah. Dia menebak kalau Kristal sedang bermasalah dengan suaminya karena masa lalu sang suami. Alex mengepalkan tangannya menahan amarah. Dia tidak mau memperlihatkan kemarahanya di depan istrinya. Apalagi Sandra baru saja kembali dari rumah sakit. Dia akan memberi pelajaran pada adik iparnya itu besok.


Keesokan harinya Alex mengecek Kristal di kamarnya. "Kristal kamu sudah bangun?" Teriak Alex dari luar kamar.


"Masuk aja, Bang! Pintunya tidak dikunci."


"Apa kamu mau bareng aku ke kantor?" Kristal mengangguk. Dia kembali seperti biasanya. Semalaman Kristal berpikir untuk tidak bersedih terlalu lama. Menangisi keadaan bukanlah karakter Kristal. Dia akan mencoba melupakan suaminya. Kristal berpikir untuk tidak mempertahankan rumah tangganya yang sudah tak ada kemungkinan setelah masuknya orang ketiga.


"Tunggu aku di bawah, Bang. Aku mau ganti baju." Sebagian baju Kristal memang masih disimpan di rumah Alex saat dia menginap untuk menemani Zavier tidur. Dia pikir akan lama berada di rumah kakaknya jadi dia membawa baju lumayan banyak.


"Jangan lama-lama," kata Alex dengan dingin seperti biasanya. "Iya, ya."


Alex merasa gelisah karena sudah setengah jam adiknya tak juga turun. "Tuh anak dandan kaya mau ke kondangan aja," gerutu Alex.


Sandra terkekeh. "Sabar, Pa," ucapnya sambil menimang bayi yang sedang tertidur di gendongannya. Tak lama kemudian Kristal turun. Alex membelalakkan matanya ketika melihat penampilan Kristal yang memakai rok mini superketat.


"Kristal apa yang kamu pakai itu?"


"Jangan aneh-aneh cepat ganti!"perintah Alex dengan tegas.


"Kenapa ini caraku untuk menarik perhatian laki-laki. Aku ini calon janda jadi sah-sah aja kalau aku sedang berburu mangsa." Alex memijit kepalanya yang terasa pening.


"Kamu berangkat sendiri saja. Aku malu harus mengantarmu." Alex berlalu meninggalkan Kristal.


"Bang, tungguin kek," teriak Kristal memanggil Alex.


"Kak pamit." Kristal melambaikan tangan ke arah Sandra. Ibu dua anak itu merasa lucu dengan kelakuan Kristal yang aneh. Aneh karena tiba-tiba saja dia bilang ingin menjanda.

__ADS_1


Kristal mengikuti abangnya sampai masuk ke dalam mobil. "Turun!" Bentak Alex tapi Kristal tak menghiraukannya. Dia memasang headset ke dalam telinganya agar tidak bisa mendengar omelan Alex.


Alex melempar selimut yang biasa dibawa di dalam mobilnya untuk menutupi paha Kristal yang terpampang nyata.


"Aku heran sama kamu, disakiti suami bukannya sedih malah jadi aneh kaya gini. Kamu bilang apa? Calon janda? Abang nggak akan ngebiarin kamu dipermainkan oleh laki-laki."


Kristal tak menghiraukan omelan panjang lebar dari Alex. Saat ini dia tengah menikmati musik pop untuk menghilangkan rasa sedihnya. Walau bagaimanapun dia harus bisa bertahan walau tanpa suaminya. Hidup nggak hanya buat elo, tapi gue juga butuh hidup, prinsip Kristal.


Baginya walau Ruli mencampakkan dia sekalipun dia tidak akan berhenti untuk melanjutkan hidup. Baginya masih ada orang-orang yang perlu diperjuangkan selain suaminya yang bahkan tak mau mengejar ketika dirinya merajuk. Apalagi semalam dia habis kehujanan sampai badannya menggigil.


Sakit jika terus diingat. Maka Kristal memilih untuk move on jika memang dia sudah tidak berjodoh lagi dengan Ruli. Ucapannya saat dia bilang akan menjadi janda tak sepenuhnya keluar dari hati. Mana ada wanita di dunia ini yang rela menjadi janda. Apalagi bila melihat suami kembali dengan wanita lain. Terlebih wanita itu pernah menduduki posisi di hati Ruli.


Sesampainya di kantor, Kristal turun tanpa mengucapkan apapun pada Alex. "Dasar adik durhaka," umpat Alex yang sangat kesal pada Kristal.


Semua orang mengarahkan pandangannya kepada wanita yang mengenakan setelan baju warna pink dan bawahan rok yang pendek dengan sepatu boot setinggi lutut.


Rere mengusap matanya beberapa kali saat melihat atasannya itu berpakaian tak seperti biasanya. "Bu, anda sehat?" Kristal memicingkan matanya saat mendengar pertanyaan dari Rere.


"Tentu saja." Kristal mengangkat tangannya. "Bawakan tas saya," perintah Kristal pada asisten pribadinya tersebut.


Saat berada di dalam lift seorang pengunjung hotel melirik penampilan se*ksi Kristal. Wanita itu bukannya tak menyadari hanya saja dia masih menunggu reaksi setelahnya. Saat laki-laki itu akan keluar dari lift tangannya sengaja mencolek bagian pa*ntat Kristal. Tapi dengan sigap Kristal melintir tangan laki-laki itu.


"Lepaskan aku!" Rengek laki-laki itu sambil meringis kesakitan.


"Kamu yang kurang ajar padaku apa aku salah memberimu sedikit pelajaran."


"Hei Nona, lihat caramu berpakaian tidak salah kalau aku tergoda," ucapnya membela diri.

__ADS_1


"Aku memang sengaja berpakaian seperti ini karena aku ingin meringkus laki-laki bejat sepertimu. Kamu tahu berapa orang yang sudah ku jebloskan ke dalam penjara?" Ancam Kristal.


Rere rasanya ingin bertepuk tangan melihat aksi atasannya yang terlihat sangat keren.


__ADS_2