Dikira Melarat Ternyata Konglomerat

Dikira Melarat Ternyata Konglomerat
Rencana Pernikahan Gilang


__ADS_3

Dua bulan sudah usia baby Gwen dan Glen. Mereka sudah mulai melihat meski masih samar-samar. Tapi bayi seusianya mampu mengenali bau ibunya. Ketika baby Glen dan baby Gwen digendong selain Kristal mereka akan menangis.


"Mama ingin menggendong mereka tapi mereka hanya mau sama ibunya saja," keluh mama Lira yang sedih karena tidak bisa menggantikan Kristal.


"Kristal juga maunya mereka mau diajak siapa saja, Ma. Tapi anak-anak sudah mulai pinter, mereka bisa mengenali siapa yang ingin menggendongnya, ma."


Saat ini kedua bayi kembar itu sedang tidur di box bayi masing-masing. Mama Lira mengajak Kristal untuk keluar agar kedua bayi kembarnya bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan suara berisik.


Sementara itu di tempat kerja Gilang mengabarkan pada Ruli kalau dirinya akan menikah dengan Melani dalam waktu dekat. "Kira-kira sebulan lagi aku akan meresmikan hubunganku dengan Meilani," ucapnya sambil memberikan undangan.



"Wah gerak cepat nih," ledek Ruli sambil terkekeh.


"Itu karena kami sudah yakin dengan keputusan kami. Lagi pula untuk apa lama-lama berpacaran. Bukankah lebih baik kalau suatu hubungan dibawa ke jenjang yang lebih serius. Usiaku sudah tidak muda lagi," terang gilang panjang lebar.


Ruli menepuk bahu Gilang. "Aku selalu bangga kepadamu. Kamu orang yang paling bijak yang pernah aku kenal."


"Untuk pernikahanmu aku akan sponsori semua catering kamu tenang saja tidak usah pikirkan biayanya. Aku yang tanggung, anggap saja ini sebagai hadiah dariku."


Gilang merasa beruntung memiliki sepupu sebaiknya Ruli. "Aku juga bangga memiliki sepupu sebaik dirimu yang tidak pernah perhitungan soal materi."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan anak kembarmu, sudah lama aku tidak melihat mereka, aku belum sempat menjenguk anak-anakmu," ucap Gilang.


"Yang jelas sangat merepotkan tapi mungkin ini yang dinamakan nikmatnya jadi orang tua. Setiap hari aku harus bangun untuk membantu istriku menenangkan jika salah satu dari mereka ada yang menangis."


Gilang tertawa mendengar cerita Ruli. "Aku bisa membayangkan bagaimana repotnya kamu dan kristal memiliki dua bayi."


"Ya, pernah kehilangan satu anak lalu diganti dengan dua anak sekaligus tidak akan membuat aku menyesal justru aku sangat bersyukur atas pemberianNya."


"Doakan aku juga kelak jika aku sudah menikah aku bisa memiliki anak dengan secepatnya."


"Tentu saja, doa terbaik untukmu asalkan jangan sekali-kali kamu kredit duluan." Gilang tahu apa yang dimaksud dengan kata kredit yang keluar dari mulut Ruli.


"Ngomong-ngomong hari ini aku tidak melihat Meilani ke mana dia?" tanya Ruli.


"Izin untuk mengurus surat pengajuan pernikahan di KUA."


"Bagaimana denganmu?"


"Aku sudah meminta bantuan ayahku jadi aku terima beres tinggal menunggu hari H saja."


"Jika butuh bantuan datanglah padaku aku siap membantu."

__ADS_1


"Sebaiknya kamu bantu Kristal saja merawat anak-anak kamu. Bukankah baru saja kamu bilang kalau merawat anak kembar itu sangat merepotkan?" Ledek Gilang.


"Aku doakan kamu juga akan memiliki anak kembar tiga bahkan empat," goda Ruli.


"Memangnya istriku kucing bisa melahirkan 3 sampai 4 anak sekaligus?"


"Siapa tahu saja omonganku ini diijabah oleh Allah." Gilang hanya menggelengkan kepala saat mendengar candaan Ruli yang Dia pikir tidak lucu.


Di luar sana Amara akan makan siang bersama dengan seorang laki-laki. "Jangan mengajakku ke sini," tolak gadis itu.


"Memangnya kenapa makanan di sini sangat enak aku dan teman-temanku cukup sering membeli makanan di sini," ungkap Riko.


"Bagaimana bisa aku makan siang di restoran kakakku sendiri kalau dia tahu aku sedang jalan bersama laki-laki maka dia akan mengintrogasiku, aku tidak mau mereka kabur setelah melihat sikap dingin kakak itu," batin Amara.


"Amara." Seseorang memanggilnya dari belakang.


...***...


Hai mampir yuk ke novel ini rekomended lho jangan lupa subscribe


__ADS_1


__ADS_2