
"Onty, onty," panggil Zavier pada Kristal yang masih tertidur. Anak itu menusuk-nusuk pipi Kristal tapi gadis itu tak juga bangun.
Lalu Zavier berteriak di telinga Kristal saat memanggilnya. "Onty...."
Kristal langsung terperanjat kaget. "Zavier, kamu ganggu tidur onty saja," omelnya. Sesaat kemudian dia tersadar. "Lho kamu kok udah ada di sini? Semalam kamu menginap?" Zavier menggeleng.
"Zavier baru datang. Onty bangun kita ke taman yuk!" Rengeknya. Kristal kembali merebahkan diri. "Onty masih ngantuk," jawabnya sambil menaikkan selimutnya kembali.
Zavier memiliki ide agar Kristal mau bangun. "Onty, ada paman Ruli di bawah." Kristal langsung semangat saat mendengar nama Ruli.
Gadis itu bangun dan menyambar handuk. "Tunggu, onty mau mandi dulu. Bilang sama paman Ruli, onty nggak akan lama," kata Kristal sebelum memasuki kamar mandi.
Zavier terkekeh saat berhasil mengelabui Kristal. Tak mau menunggu di kamar sendirian, Zavier turun ke bawah. "Di mana ontymu?" Tanya sang ayah.
"Onty baru mandi, Dad," jawabnya.
Sesaat kemudian Kristal turun sambil dengan terburu-buru. Dia clingak-clinguk mencari keberadaan seseorang. "Mas Ruli mana, Bang?" tanya Kristal pada Alex.
"Ruli? Dia tidak ke sini," jawab Alex dengan ekspresi datar. Kristal melirik tajam ke arah Zavier. "Kamu berbohong pada onty." Kristal mengejar Zavier lalu menggelitikinya.
"Kalian ini, bisa tidak kalau tidak ribut kalau ketemu?" Protes Berlian yang geram melihat anak dan cucunya yang tidak pernah akur.
"Anaknya Bang Alex nih Ma, bandel banget kaya bapaknya." Kristal langsung mendapat tatapan tajam dari Alex. Sandra dan Berlian malah terkekeh.
"Kristal kamu jaga rumah sama Zavier," perintah Jaden.
"Kalian mau ke mana?" tanya Kristal.
"Kami akan ke rumah sakit menjenguk kakekmu," jawab Berlian.
"Kakek Darren atau kakek Rasya?" tanya Kristal.
"Kakek Darren penyakit jantungnya kumat. Jadi kamu jaga rumah saja menjaga Zavier. Anak kecil tidak diperbolehkan masuk ke rumah sakit," terang Berlian.
"Aku ikut," rengek Kristal.
"Kamu bisa datang lain kali bersama Ruli. Hari ini tugasmu menjaga Zavier sekalian belajar mengasuh anak sebelum kamu jadi orang tua." Alex menoyor kepala Kristal.
"Abang," protes Kristal. Lalu dia menengadahkan tangannya.
"Apa?" Tanya Alex tidak mengerti.
"ATM. Aku akan mengajak Zavier ke taman bermain jadi aku butuh uang." Kristal mengayunkan tangan agar Alex segera memberikan ATM nya.
__ADS_1
Lalu Alex mengambil ATM di dompetnya. "Dasar pemerasan," umpat Alex kesal pada adiknya.
"Kami berangkat sekarang ya, sayang," pamit Berlian.
"Hati-hati di jalan, Ma."
"Kakak titip Zavier ya Kristal," ucap Sandra dengan lembut. Kristal mengangguk. "Kak Sandra hati-hati ya jaga kandungan kakak. Bang jangan ngebut!"
Alex tak menghiraukan teriakan adiknya. Setelah semua orang pergi, Kristal mengajak Zavier ke rumah Ruli.
"Assalamualaikum, Ma," sapa Kristal pada Lira pagi itu.
"Waalaikumsalam sayang. Kamu pagi sekali ke sini. Eh ngajak siapa ini?" tanya Lira sambil berjongkok.
"Ini Zavier, anaknya Bang Alex. Dia dititipin sama aku, Ma. Orang tuanya dan orang tuaku sedang pergi ke luar kota," terang Kristal.
"Ajak masuk!" Perintah Lira.
Lalu Amara keluar dari kamarnya dan menyapa Kristal. "Kakak bawa siapa?" tanya Amara.
"Keponakan," jawabnya singkat.
"Ihk lucunya." Amara mencubit pipi Zavier gemas. Namun, Zavier mundur dan bersembunyi di belakang Kristal.
"Ada di kamar. Semalam dia pulang sangat larut." Kristal terkejut saat mendengar ucapan ibunya.
"Boleh aku naik, Ma?" Lira mengangguk. Lalu dia meninggalkan Zavier bersama Lira.
"Onty," rengek Zavier yang merasa asing dengan orang-orang di rumah itu.
"Sama Oma Lira dulu ya sayang. Onty mau bangunin paman kamu dulu." Zavier mengangguk patuh.
Lalu Lira mengajak Zavier ke meja makan. Dia memberikan makanan pada Zavier.
Sementara itu, Kristal naik ke lantai atas. Dia membuka pintu kamar Ruli yang ternyata tidak dikunci. Kristal melihat Ruli tidur masih menggunakan sepatu. Lalu Kristal berinisiatif melepas sepatu tunangannya itu.
"Bagaimana bisa dia tidur seperti ini," gumamnya lirih.
Setelah itu dia membuka gorden jendela dan menyibak selimut Ruli. Kristal duduk di pinggir ranjang dan menggoyangkan tubuh lelaki pujaan hatinya itu agar bangun. "Mas bangun sudah pagi."
Suara Kristal yang terlalu lembut tidak terdengar oleh Ruli. Lalu Kristal menepuk pipi Ruli dengan pelan. "Mas," panggilnya. Wajah Kristal teramat dekat dengan Ruli hingga Ruli dapat menyambar bibir itu dengan cepat.
"Hish, pura-pura tidur," protes Kristal sambil memukul dada bidang Ruli.
__ADS_1
"Morning kiss please," rengeknya sambil merentangkan tangan.
"No. Bangun lalu mandi," perintah Kristal dengan tegas. Gadis itu bangun akan tetapi Ruli menarik tangannya hingga tubuh Kristal jatuh tepat di atas dada bidang laki-laki itu.
Pandangan mereka saling terkunci. Alex mengamati wajah Kristal dengan teliti. Mata bulat dengan bola mata kecoklatan khas bule, alis yang tebal, pipi yang sedikit cabi, hidung mancung dan terakhir dia menatap bibir Kristal yang menggoda.
Cup
Ruli menempelkan bibirnya ke bibir Kristal. Gadis itu hanya bisa pasrah dan menikmati ciumannya. Sesaat kemudian Ruli melepas pagutannya. "Kenapa bibirmu ini bisa menggodaku setiap kali aku memandangnya," ucap Ruli dengan suara parau seraya mengusap bibir kekasihnya yang basah. Wajah Kristal merona karena malu.
Tak lama kemudian Zavier tiba-tiba masuk. Ruli dan Kristal terperanjat kaget. Kristal cepat-cepat turun dari atas tubuh Ruli.
"Tante lagi ngapain?" tanya Zavier polos.
Kristal dan Ruli bingung menjawab pertanyaan keponakannya itu. Lalu Kristal mengajak Zavier turun.
"Sayang, om Ruli mau mandi dulu. Ayo kita turun," ajak Kristal. Sedangkan Ruli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Usai bersiap-siap, Kristal mengajak Ruli dan Zavier ke taman bermain. "Hari ini jadwal kita sibuk jadi ayo kita bersenang-senang," seru Kristal dengan bersemangat.
Agenda pertamanya mengajak Zavier berenang. "Aku tidak mau berenang onty," tolak Zavier yang menahan langkahnya saat Kristal menarik dirinya ke kolam.
"Jangan takut anak kecil paman akan mengajarimu berenang," seru Ruli.
"Apa paman jago berenang?" tanya Zavier ragu.
"Tentu saja, apa kamu mau lihat bagaimana aku ahli dalam berenang?"
"Ah bagaimana kalau paman Ruli berlomba dengan onty. Siapa yang menang harus mengajari Zavier berenang," usul Kristal agar Zavier merasa yakin dan mau diajari berenang.
"Baiklah, aku setuju onty," jawab Zavier.
Lalu Ruli dan Kristal bersiap di tempatnya. Saat ini hanya ada mereka bertiga di kolam renang itu. Kristal membooking kolam renang itu secara eksklusif karena mereka berenang di salah satu hotel yang dimiliki keluarga Jaden.
Siapakah yang akan menang?
*
*
*
Mampir ke novel teman aku ya guys, jangan lupa like dan komennya ditunggu
__ADS_1