Dikira Melarat Ternyata Konglomerat

Dikira Melarat Ternyata Konglomerat
Curiga


__ADS_3

Pagi ini Kristal harus mengurus anak-anak sendiri karena Lala masih sakit tapi demamnya sudah turun. Mulai dari menyiapkan makanan lalu memandikan mereka. Kristal sampai tak sempat menyiapkan baju untuk suaminya. Ruli harus rela mengambil sendiri bajunya karena dia mengerti kalau Kristal sedang sibuk mengurus anak kembarnya.


"Gwen jangan lari-larian sini pakai bajunya dulu nanti masuk angin," seru Kristal. Kristal merasa kewalahan. Tak lama kemudian Ruli masuk ke dalam kamar anak-anak. "Tertangkap," ucapnya ketika berhasil menangkap Gwen.


"Aku hampir berteriak karena kewalahan mengurus mereka," kata Kristal menyampaikan keluhannya pagi ini.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja pagi ini?" tanya Ruli.


"Baik-baik bagaimana? Lihat betapa repotnya aku."


Bukan itu jawaban yang diinginkan Ruli. "Padahal ini kan sudah kelewat tanggal, kalau dia tidak menstruasi bulan ini seharusnya dia...." batin Ruli.


"Mas, ayo aja anak-anak sarapan." Ruli mengangguk setelah itu dia menggandeng tangan mungil Glen. Sedangkan Gwen berjalan bersama Kristal.


Kristal mengisi piring suaminya dengan nasi dan ayam goreng buatan bibi. Wajah Kristal sedikit pucat. "Sayang, kamu terlihat kelelahan," ucap Ruli ketika mengamati istrinya.


"Iya gara-gara kurang tidur. Semalam aku tidur larut kemudian bangun pagi-pagi sekali. Pantas saja Lala sakit, tiap hari dia begadang terus, Mas," adunya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ruli. Kristal menggedikkan bahu. "Aku belum sempat melihatnya. Setelah menyuapi anak-anak aku akan menjenguk dia."


Lagi-lagi anak kembar Kristal berulah. Glen becanda dengan Gwen hingga lari-larian. "Ya ampun anak-anakku kelewat aktif. Nanti aku telepon mama biar dia jagain anak-anak sementara Lala sakit." Ruli mengangguk setuju.


Usai menyuapi anak kembarnya, Kristal menelepon ibunya. Di saat seperti ini sang ibu sangat bisa diandalkan. "Ma, tolong ke sini buat jagain anak-anak pengasuhnya sedang sakit jadi aku minta tolong sama mama."


"Baiklah, mama akan ke sana sekarang," ucap Berlian.


Setelah itu, Kristal menengok Lala di kamarnya. Saat itu Lala sedang bermain games di handphonenya. Tapi buru-buru dia sembunyikan ketika majikannya datang. "La, kamu masih sakit?" tanya Kristal.


"Sudah mendingan tapi kepala saya masih pusing, Bu," bohong Lala.


"Ya sudah nanti ibu saya mau ke sini buat gantiin kamu. Kamu istirahat saja dulu biar besok bisa kerja lagi. Saya agak kerepotan pagi ini," keluh Kristal di depan pengasuh anaknya.


"Baik, Bu."


Setelah itu Kristal menitipkan Glen dan Gwen pada asisten rumah tangganya. "Sebentar lagi mama saya datang, tolong jaga anak-anak sebentar," perintah Kristal dipatuhi oleh asisten rumah tangganya.


Kristal dan Ruli pun berangkat kerja dengan menggunakan mobil mereka masing-masing. "Kamu yakin akan menyetir sendiri?"

__ADS_1


Kristal mengerutkan kening. "Memangnya kenapa, Mas? Biasanya aku juga menyetir sendiri bukan?"


"Tapi pagi ini kamu kelihatan lelah sekali, sayang." Ruli hanya tidak mau terjadi apa-apa pada istri tercintanya.


"Tidak apa-apa, aku mau jalan sekarang, Mas," pamit Kristal seraya mencium tangan suaminya.


Tak mau terjadi resiko, dia pun mengikuti istrinya dari belakang. Mobil Kristal tiba-tiba mogok di tengah jalan. "Kenapa ini?" gumamnya.


Ruli pun ikut turun dari mobil. Lalu dia mengetuk kaca mobil istrinya. "Mas Ruli kok bisa ada di sini? Mau ke mana?" tanya Kristal yang bingung.


"Aku sengaja mengikuti kamu sayang. Mobil kamu kenapa mendadak mogok?" Kristal mengangkat bahunya.


"Aku telepon orang bengkel dulu. Kamu pindah saja ke mobilku," perintah Ruli pada istrinya.


"Aku antar ke kantormu?" tanya Ruli.


"Ke hotel Bang Alex dulu, ada sesuatu yang perlu aku diskusikan dengannya."


Ruli pun memutar kendali setirnya menuju ke hotel Alex. "Nanti pulangnya tidak usah jemput aku, Mas. Aku bisa naik taksi," pesan Kristal pada suaminya.


"Baiklah, aku pergi ya sayang," pamit Ruli. Kristal melambaikan tangan pada suaminya.


"Apa?" tantang Alex.


"Baru datang, Bang?" tanya Kristal basa-basi.


"Kenapa mata kamu itu?" tunjuk Alex.


"Kurang tidur gara-gara jagain di kembar. Pengasuhnya sedang sakit," ungkapnya.


"Berat ya jadi ibu?" ledeknya.


"Berat banget. Makanya Bang kalau sama istri jangan marah-marah mulu. Kalau lagi ada masalah di kantor jangan dibawa ke rumah supaya Kak Sandra nggak kena imbasnya."


Alex menoyor kepala adiknya. "Dasar adik lucknut kapan aku seperti itu? Memangnya Sandra pernah ngeluh gitu sama kamu?" tanya Alex. Kristal nyengir kuda.


Seharian ini Kristal membantu pekerjaan kakaknya. Tidak banyak yang dilakukan hanya mengetik salinan berkas penting tapi tenaganya seolah terkuras habis. Wajahnya semakin pucat. Dia akhirnya menempelkan kepalanya di meja.

__ADS_1


"Kristal, Kristal," panggil Alex.


Kristal mengangkat kepalanya. "Ada apa, Bang?" tanyanya lesu.


"Kamu kenapa?" tanya Alex khawatir.


"Kepalaku pusing, Bang," adunya.


Lalu Alex menempelkan telapak tangannya ke dahi sang adik. "Hish kamu merepotkan saja. Kalau sakit nggak usah kerja." Sesaat kemudian Alex meminta Agung untuk mengantar Kristal pulang.


"Antar dia pulang!" Agung mengangguk patuh.


"Nggak usah Mas Agung biar aku naik taksi saja," tolak Kristal karena tidak mau merepotkan Agung.


"Jangan membantah Kristal. Lebih aman kalau kamu diantar sama Agung," tegas Alex tak terbantahkan. Kristal terpaksa naik ke mobil Agung.


"Mas nanti bilangin ke Rere ya aku minta maaf karena udah ngerepotin cowoknya."


Di rumah Ruli, Mama Berlian sedang mengajak cucu-cucunya bermain. "Pengen es krim Oma," kata Glen sambil menunjuk ke kulkas.


Mama Berlian pun membuka kulkas itu. "Ya ampun Kristal stok es krim sebanyak ini?" gumamnya kesal. Dia hanya tidak ingin cucunya terlalu banyak makan es krim.


"Satu saja, ya," kata Mama Berlian sambil memberikan sebungkus es krim pada Glen. Lalu anak itu menghampiri kakaknya. "Aku juga mau," rengek Gwen.


"Ya ampun, jangan berebut sayang. Nanti Oma kasih." Mama Belian balik ke kulkas dan mengambil satu lagi.


Tak lama kemudian bel rumah dibunyikan. Asisten rumah tangga membuka pintu. "Lho kamu kok pulang sayang?" tanya Mama Berlian pada putrinya.


"Kepalaku agak pusing, Ma," adunya.


"Ma, itu kan es krim aku," ucap Kristal ketika melihat es krimnya dimakan oleh anak kembarnya.


"Oh iya mama heran kamu stok es krim banyak banget buat apa?" tanya Mama Berlian curiga.


"Aku makan sendiri, Ma," jawab Kristal enteng.


"Tumben biasanya kamu kan gak gitu suka olahan susu. Kamu lagi ngidam ya?" tebak Mama Berlian.

__ADS_1


Kristal baru menyadari kalau dirinya telat beberapa minggu. Pantas saja badannya lemas. "Apa aku tes saja ya Ma? Aku belum menstruasi bulan ini."


__ADS_2