
Agung jatuh tersungkur dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya. "Breng*sek. Kamu sengaja menyembunyikan adikku di apartemenmu?" tuduh Leo.
"Kak, jangan salah paham. Mas Agung tidak melakukan apa-apa padaku. Dia hanya menolongku semalam."
Leo memberikan tatapan tajam pada adiknya. "Jadi benar semalam kamu menginap di sini? Kamu tega membohongi kakakmu sendiri, Re."
"Aku tidak bermaksud membohongi kakak aku hanya ...." Rere menjeda kalimatnya dia tidak ingin membuat Leo semakin cemas juga mengetahui kalau dirinya hampir saja dilecehkan.
"Apa yang dikatakan adikmu itu benar." Agung menimpali omongan Rere.
Sayangnya hal itu tidak membuat pikiran negatif dalam kepala Leo berkurang. Laki-laki itu menarik tangan Rere dengan kasar dan membawa Rere keluar dari apartemen Agung.
Agung paham dan mencoba memahami sikap Leo. Sebagai kakak, dia pastilah khawatir jika semalaman adik perempuannya itu tidak pulang ke rumah.
Leo membawa pulang Rere ke rumahnya. Setelah itu dia mengunci adiknya di dalam kamar. "Kak, aku mohon keluarkan aku dari sini aku tidak mau berada di dalam kamar sendirian," teriaknya dari dalam kamar.
"Itu sebagai hukuman karena telah berani membohongiku. Mulai besok kamu tidak usah bekerja. Sebaiknya kamu diam di rumah. Aku akan mencarikan kamu laki-laki yang baik."
Rere tidak percaya pada keputusan Leo. Dia merosot ke bawah sambil menangis tersedu-sedu.
Keesokan harinya Leo mengantarkan surat pengunduran diri pada Kristal. "Kenapa Rere tiba-tiba berhenti bekerja?" Tanya Kristal yang heran. Leo mengantarkan surat pengunduran diri yang dibuat atas nama Rere kepada Kristal secara langsung.
"Dia akan melanjutkan kuliahnya di luar negeri," jawab Leo sekenanya.
"Tapi dia tidak bilang apa-apa padaku?" Kristal sedikit curiga. Leo hanya menggedikkan bahu. "Saya hanya menyampaikan apa yang dia suruh. Kalau begitu saya permisi Nona Kristal," pamit Leo.
__ADS_1
Setelah itu Kristal mencoba menghubungi nomor Rere tapi panggilan teleponnya tidak tersambung. Saat ini Rere sedang menangis di dalam kamar dia tidak sempat mengecek handphonenya. Leo belum mengizinkan dia keluar kamar. Pintu kamar tersebut terbuka hanya ketika asisten rumah tangganya masuk untuk memberikan makan kepada Rere.
Lalu terbersit sebuah ide untuk melarikan diri. Rere berlari ketika asisten rumah tangganya sedang meletakkan makanan di atas meja. Saat kabur dia tidak membawa apa-apa bahkan dompet dan handphonenya juga tidak sempat dia bawa.
Rere bingung ingin kabur ke mana. Tapi saat ini dia tidak ingin berada di rumahnya. Ketika Leo pulang ke rumah dia mengajak keadaan Rere Tapi saat dia melihat asisten rumah tangganya menunduk takut ketika Leo datang, Leo jadi curiga.
"Di mana Rere?" tanya Leo pada asisten rumah tangganya dengan nada tinggi.
"Maafkan saya tuan, non Rere kabur dari rumah." Wanita paruh baya itu menunduk takut saat mengatakannya.
"Kalian bisa kerja apa tidak? Kenapa menjaga seorang gadis kecil saja tidak mampu." Leo menyalahkan asisten rumah tangganya itu.
Laki-laki itu berfikir untuk mencari keberadaan adiknya. Dia menduga Rere masih bisa ditemukan mengingat dia tidak membawa handphone dan dompetnya. Leo sempat melihat kedua benda itu berada di atas meja yang ada di kamar Rere.
"Aku mohon padamu kembalilah ke rumah," gumam Leo lirih menahan sesak di dadanya karena kehilangan adik satu-satunya. Leo hanya memiliki Rere kedua orang tua mereka sudah meninggal sejak Leo berusia belasan tahun. Keduanya meninggal dalam kecelakaan tragis yang menimpa mereka.
Kristal turun dari mobil dan menghampiri Rere. "Kamu ngapain di sini?" tanya Kristal. Rere malah menangis di depannya.
"Ayo ikut aku!" Ajaknya. Kristal tidak tega melihat kondisi Rere seperti itu. Bahkan dia melihat baju yang dikenakan tidak seperti biasanya. Rere masih memakai kaos yang diberikan Agung. Dia belum sempat mandi dan berganti pakaian. Seharian kemarin setelah pulang dari apartemen Agung dia hanya menangis di dalam kamar.
Kristal membawa Rere pulang ke rumahnya. Saat ini dia berada di ruang tamu. Mama Lira memberikan secangkir teh hangat untuk Rere. "Apa kamu sudah makan? Kalau belum Tante akan siapkan makanan untukmu?" Rere mengangguk pelan.
Kristal ingin menghubungi Leo tapi dia ingat kalau Leo bilang Rere akan perangkat ke luar negeri. Dia merasa janggal, setelah itu dia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Leo.
Rere sudah terlihat tenang, Kristal mencoba berbicara perlahan dengan gadis itu. "Apa kamu ada masalah? Ceritakan padaku agar aku bisa membantumu."
__ADS_1
"Kakakku mengurungku di dalam kamar. Aku melarikan diri dari rumah," jawab Rere dengan ragu-ragu.
Kristal menilai kalau Leo bukanlah orang yang suka menganiaya orang lain. Lalu dia kembali bertanya kepada Rere. "Pasti ada alasan yang membuat kakakmu melakukan hal itu bukan?"
Rere menjelaskan secara detail dari tindak pelecehan yang menimpanya sampai kesalahpahaman yang membuat kakaknya memukuli Agung.
"Kenapa kamu tidak menjelaskan hal itu kepada kakakmu, Re?"
"Dia tidak memberikan kesempatan kepadaku." Gadis itu kembali menitikkan air mata.
"Baiklah untuk sementara waktu kamu boleh tinggal di sini. Ada satu kamar kosong, nanti akan aku minta asisten rumah tangga untuk membersihkannya agar bisa kamu tempati."
Kristal mengambil keputusan begitu saja tapi dia akan membicarakan hal itu kepada Ruli.
"Menurut aku sebaiknya kamu beritahu Leo, dia pasti sangat mencemaskan adiknya. Aku paham bagaimana posisinya karena aku juga memiliki seorang adik perempuan."
Kristal mengangguk setuju dengan usulan suaminya. "Kamu benar Mas, aku juga ingin masalah Rere cepat selesai. Dia tidak mungkin tinggal di sini selamanya."
Di lain hari Kristal dan Ruli mendatangi Leo. "Bisakah kita bicara sebentar, ini soal Rere. Dia ada di rumahku sekarang," terang Kristal. Leo sangat terkejut mendengar ucapan wanita itu.
Seharian kemarin dia mencari keberadaan adiknya tapi dia tidak menemukannya sampai sekarang. "Syukurlah, maaf jika dia merepotkan Anda. Aku akan membawanya pulang ke rumah hari ini juga."
"Sebelum kamu membawanya pulang ada yang ingin ku jelaskan kepadamu. Aku yakin kamu belum tahu kalau Rere sempat mendapatkan pelecehan. Sebenarnya saat itu Mas Agung menolongnya, dia membawa Rere ke apartemennya karena adikmu tidak mau membuatmu cemas."
Mata Leo memerah, dia berusaha menahan tangis mendengar ucapan Kristal yang begitu menyesakkan hatinya. "Aku sangat menyesal karena aku tidak mendengarkan penjelasan darinya terlebih dahulu."
__ADS_1
"Tolong pertemukan aku dengan adikku. Aku janji tidak akan berbuat buruk lagi padanya. Aku juga akan meminta maaf kepada Agung karena aku telah salah paham padanya." Kristal meminta pendapat dari suaminya Ruli mengangguk setuju dengan permintaan Leo.
Saat itu juga Kristal mempertemukan Leo dan Rere di rumahnya. Leo langsung memeluk adiknya dengan erat dan menangis. "Maaf, maafkan aku karena berprasangka buruk padamu. Jangan pergi lagi! Aku tidak akan mengekangmu lagi mulai sekarang."