
Ruli menunjukkan kertas yang dia pegang. "Ini punya kamu kan sayang?" tanya Ruli. Kristal mengangguk.
"Aku hamil lagi," ucapnya sambil menangis bahagia. Ruli mengusap air mata istrinya dengan lembut.
"Jadi itu alasan kamu memberikan bonus pada Lala?" selidik Ruli. Kristal mengangguk. "Itu benar, Mas. Mungkin setelah anak kita lahir kita harus menambah gajinya karena dia akan mengasuh tiga balita bersamaku."
"Bersama kamu?"
"Mungkin aku tidak akan bekerja sampai anak-anak tumbuh besar nanti. Jika mereka sudah sekolah mungkin aku baru balik kerja. Tapi sebelum aku melahirkan biarkan aku bekerja membantu abangku. Bagaimana pun dia juga berjasa padaku, Mas."
Ruli senang mendengar keputusan istrinya. "Tentu saja, sayang. Tapi jangan sampai kecapekan karena kamu dengan hamil. Ruli mengelus perut istrinya dengan lembut.
Pasangan suami istri itu pun mulai mengantuk. Ruli memeluk istrinya dari belakang. Menikmati hawa dingin dengan menempel satu sama lain.
Keesokan harinya, Kristal bekerja seperti biasa. Dia tidak mengalami mual muntah hanya saja mudah lelah.
"Kristal, aku sudah menemukan asisten untukmu," kata Alex.
Kristal berdiri. "Siapa dia?" tanya Kristal. Lalu seseorang berjalan memasuki ruangannya. "Kak Sandra?" Sandra pun tersenyum.
"Dia mah bukan asisten tapi istri bos. "Sementara waktu Sandra akan membantu pekerjaan kamu. Karena dia baru di sini jadi kamu ajari istriku," perintah Alex pada adiknya.
"Sebuah kebetulan aku sebentar lagi mau minta cuti," ungkap Kristal.
"Ngapain? Kamu kan sudah banyak bolos," jawab Alex dengan ketus.
"Aku mau ngurus anak."
"Bukannya kamu pakai pengasuh?" tanya Alex bingung.
"Abang dengerin dulu. Nyahut mulu dari tadi orang belum selesai ngomong. Aku hamil lagi jadi aku mau minta cuti."
"Serius, Dek. Wah kita kalah, Mas. Masa dia udah mau punya anak tiga," seru Sandra.
Alex menarik pinggang istrinya. "Kamu mau berapa anak lagi sayang. Mulai sekarang kita jangan kalah sama dia. Buat anak lebih sering supaya cepat menyusul," kata Alex menanggapi istrinya.
__ADS_1
"Dih, dasar pasangan mesum. Woi ada orang di sini. Kalian anggap aku lalat?" protes Kristal.
Setelah itu, Alex meninggalkan istrinya bersama Kristal. "Jadi udah jalan berapa Minggu?" tanya Sandra penasaran.
"Baru lima Minggu, Kak. Oh ya kabar anak-anak bagaimana? Aku belum sempat mengunjungi mereka."
"Tidak apa-apa kapan-kapan aku ajak mereka ke rumahmu. Aku sudah kangen sama si kembar," balas Sandra.
Di rumah Jaden, mama Berlian sedang menyiapkan banyak makanan hari ini. Dia ingin mengundang anak, menantu dan cucu-cucunya datang ke rumah.
"Ada acara apa hari ini? Kenapa mama masak banyak?" tanya Jaden.
"Sengaja karena sudah lama kita tidak kumpul-kumpul," jawab mama Berlian.
"Ma, bagaimana kalau kita rencanakan liburan ke Jerman. Sudah lama kita tidak mengunjungi saudara kita yang ada di sana," usul Jaden.
"Wah boleh, Pa. Tapi apa Kristal diperbolehkan terbang?"
"Memangnya kenapa, Ma? Apa dia sedang sakit?" tanya Jaden cemas.
Jaden mengulas senyum lebar. "Benarkah? CK, padahal aku ingin menambah anak lagi," goda sang suami. Mama Berlian pun memukul lengan suaminya. "Dasar tua-tua keladi," umpatnya kesal.
Setelah itu Mama Berlian menelepon Alex kemudian menyampaikan keinginan sag ibu pada Kristal. "Ntar malam disuruh mama ke rumah, ajak anak sama suami kamu juga," perintah Alex.
"Ngapain, Bang? Kan kemaren mama haus dari rumah aku," tanya Kristal.
"Udah si datang aja. Yang makan siang bareng yuk!" ajak Alex pada istrinya. Sandra pun menyambut uluran tangan Alex.
"Idih makan siang nggak ngajak-ngajak," sindir Kristal.
"Cih, ganggu orang pacaran aja," balas Alex. Kakak adek itu memang tidak pernah akur jika bertemu bahkan hingga dewasa tapi itu cara mereka mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.
Kristal pun mengabari suaminya agar nanti malam bisa datang ke acara makan malam di rumah orang tuanya.
Sementara itu, Amara pulang cepat hari ini. "Dek, kebetulan sekali ikut kakak ke rumah mertua kakak yuk. Mereka ngundang kita makan malam," ajak Ruli.
__ADS_1
"Apa tidak mengganggu, Kak?" tanya Amara.
"Tidak, kamu tahu kan kalau mereka baik." Amara akhirnya setuju ikut makan malam bersama keluarga besar Kristal.
Ternyata Mama Berlian menyiapkan acara bakar-bakaran di rumah besarnya. "Wah mama paling tahu kalau aku lagi suka makan seafood," seru Kristal.
"Benarkah? Mama senang kalau kamu tidak menghindari makanan apapun."
"Alhamdulillah, Ma. Kehamilanku kali ini tidak rewel. Mungkin karena bukan anak kembar kali ya Ma. Atau bisa saja karena hamil anak kedua." Kristal menyampaikan pendapatnya.
Sementara para orang tua sedang makan, anak-anak bermain bersama. Zavier sebagai kakak tertua bertugas menjaga adik-adiknya.
"Glen apakah kamu sebentar lagi akan punya adek?" tanya Zavier pada anak kurang dari tiga tahun itu.
"Benarkah?" tanya Glen. Glen pun berlari ke arah ibunya. "Mama adek mana?" tanya Glen polos. Dia belum mengerti dengan ucapan kakaknya.
Kristal mengulas senyum. "Adiknya masih di dalam sini sayang." Kristal menunjukkan perutnya.
Gwen menyusul adiknya, Glen. "Mama, adek, adek," rengek Gwen. Semua orang tertawa mendengar celotehan anak kembar itu.
"Rupanya cucu-cucuku ini tidak sabar menyambut adiknya," kata Jaden sambil mengangkat Gwen. Glen pun ingin digendong juga. Liora juga berlari ke arah kakeknya. Mereka berebut ingin digendong oleh Jaden.
Setelah keseruan makan malam hari ini, semua orang kembali ke rumahnya masing-masing. Ruli menggendong Glen, sedangkan Gwen digendong Lala. Kristal tidak diperbolehkan mengangkat berat selama dia hamil. Hal itu akan membahayakan janin yang dia kandung.
"Lala titip mereka ya," ucap Kristal sebelum masuk ke kamarnya.
"Baik, Bu," jawab Lala.
Sesampainya di kamar, Kristal memijit pinggangnya yang sakit akibat kebanyakan berdiri hari ini. Ruli yang pengertian pun mendekati istrinya. "Duduk sini!"
Kristal diminta duduk ditepi ranjang. "Apa pinggangku sakit?" tanya Ruli dengan lembut. Kristal mengangguk pelan.
"Aku pijit ya, jangan khawatir aku akan memijitnya dengan lembut," kata sang suami.
Kristal beruntung mendapat suami sebaik Ruli. Banyak cobaan dan ujian yang dialami selama ini. Tapi untungnya setiap ujian dapat mereka lalui dengan baik.
__ADS_1