
Kedua petarung tersebut' sama sama mengambil jarak untuk mengatur rencana nya masing masing ,
Sementara untuk Bo Gang dirinya sudah sangat puas dengan kekuatan tahap pertama dari manual tubuh Budha nya , dia mengikuti turnamen kali ini hanya untuk menguji kekuatan tubuh'nya setelah menguasai tahap pertaama tubuh perak dari manual tersebut'
"Baiklah saudara Gang , ayo kita selesaikan Pertarungan ini dengan cepat "ucap pangeran Han Dong bersiap dengan Kuda kuda miliknya
"Baiklah pangeran ayo " Bo Gang juga bersiap dengan kuda kuda nya
"Jurus pedang langit : gerakan kedua , Tebasan petir langit "
"Tubuh Budha: tubuh pedang perak "
Pedang milik Han Dong bercahaya terang dengan derek petir di bilahnya
Sementara tubuh Bo Gang bersinar ke emasan dan muncul siluet pedang di atas kepala nya
Sretttt...
Keduanya melesat maju mengeksekusi jurus miliknya masing masing , dan ledakan memekikkan telinga terjadi di arena pertandingan seteleh kedua serangan mereka bersentuhan dan berbenturan
.BOOOOOOOMMMMMM......
Arena pun Sedikit bergetar meski sudah di berikan formasi perlindungan , asap menutupi btempat itu sehingga menutupi pasang mata yang tengah menanti ssisp pemenang dari keduanya
"Siapa.? Siapa yang menang , cepat beritahu aku "salah satu penonton berteriak heboh , menoleh ke pada teman nya menanyakan hasil dari pertandingan tersebut sebab dirinya tidak bisa melihat ke dalam arena yang masih tertutup asap
"Aku juga tidak tau sialan, tenanglah kau membuat kita malu dengan bertingkah begini "tamannya bukannya menjawab malah memarahinya sebab akibat ulah bya tempat nya duduk di perhatikan oleh penonton lainnya
Sampai beberapa tarikan nafas berlalu , asap yang menutupi arena pertarungan pun menghilang, di sana terlihat pemuda memegang pedang berdiri di arena , pemuda tersebut merupakan pangeran Han Dong ,
Sementara Musuhnya Bo Gang dalam keadaan berlutut dengan pakaian penuh sobekan di mana mana , tapi di bibirnya masih terlihat senyum meskipun dirinya kalah
"Pemenang pertandingan pertama adalah pangeran Han Dong dari kekaisaran Han"ucap pemimpin pertandingan yang langsung di sambut riuh penonton , dan tim pengobatan langsung naik ke atas panggung mengobati Bo Gang yang masih dalam keadaan berlutut di tempat nya
Han Dong yang di nyatakan menang pun berjalan ke arah Bo gang yang nampak di periksa kondisi nya oleh beberapa orang dari tim pengobatan
"Bagaimana kondisi mu saudara Gang.?"tanya Han Dong
"Seperti yang anda lihat pangeran , dan terimakasih sudah mengurangi kekuatan jurus pangeran sebelum nya " Bo gang tau dari dampak yang di terima tubuhnya , pasalnya sebelum serangan mereka bertemu , Bo gang sudah merasakan firasat buruk pada dirinya , tapi saat bentrokan terjadi kekuatan yang di keluarkan oleh jurus milik Han Dong berkurang drastis ,tidak se mengerikan saat jurus itu di keluarkan
"Hahahaha ketahuan ya, maaf saudara bukan maksudku meremehkan kekuatanmu , tapi aku tidak mau orang dengan bakat sepertimu terluka parah oleh ku "ucap Han Dong merasa tidak enak
"Tidak masalah pangeran , dan terimakasih sekali lagi " kemudian mereka bersalaman sebelum Han Dong kembali ke tempatnya
"Aku kembali ayah "ucap Han Dong tersenyum kepada ayah nya
"Kerja bagus Dong'er, duduklah " Han Chu tersenyum melihat kemenangan pertama sang anak
__ADS_1
Kembali ke arena...
Pertarungan terus di lanjutan, dimana kali ini yang bertanding tuan muda dari sakte angin timur melawan kultivator bebas lainnya , perbedaan ranah dari kedua petarung ini cukup jauh , tapi kultivator bebas itu tidak mau menyerah dan terus melawan meskipun serangan nya tidak bisa menyentuh tuan muda dari sakte angin timur
Para penonton bersorak dan menyemangati kultivator bebas yang pantang menyerah itu , walaupun pada akhirnya kemenangan tetap jatuh pada Fan Tan , para penonton tetap memberikan semangat dan sorak sorainya pada kedua petarung terutama untuk kultivator bebas yang gigih tersebut'
Lanjut ke pertandingan ke tiga dimana kali ini kultivator bebas melawan kultivator bebas lainnya ,
Jual beli serangan terus terjadi semenjak Pertarungan di mulai , kedua nya sama sama tidak mau kalah dan mengeluarkan jurus terkuat nya masing masing
"Ayo jangan mau kalah "
"Serang ,"
"Hajar dia"
Para penonton terus menyemangati jagoan nya masing masing , hingga setengah jam berlalu , kemudian keduanya terlihat sudah kelelahan dan menjauh mengambil jarak untuk mengeluarkan serangan terakhir mereka untuk meng akhiri petarung an yang melelahkan itu
Kemudian keduanya langsung menerjang maju hingga terlihat salah satu dari mereka terjatuh karena kehabisan energi , sementara yang satunya masih sanggup berdiri meski nampak sempoyongan karena juga kehavisa energi
Para penonton ekspresi nya bermacam macam ada yang kesal karena kalah taruhan , sebab jagoan yang merebak pilih kalah , sementara penonton yang jagoannya menang langsung tertawa senang dan langsung menagih uang pada lawan taruhannya
"Baiklah Pertarungan selanjutnya akan di mulai lima menit lagi , silahkan untuk peserta nomor 17 dan peserta nomor 15 bersiap , karena setelah istirahat , giliran kalian untuk bertarung " para penonton nampak kecewa karena Pertarungan di hentikan ,tapi setelah mendengar cuma sedikit istirahat yang di butuhkan untuk melanjutkan ierarungan selanjutanya mereka langsung berbinar dan mulai berdiskudi kemudian memasang taruhan seperti biasanya
"Giliran ku sudah tiba ya , baiklah semoga musuhku sedikit lebih kuat agar aku bisa sedikit berkeringat "ucap seorang pemuda yang duduk di salah satu bangku peserta dengan topeng setengah wajah menutupi wajah tampan nya ,
"Hahaha rupanya musuhku adalah teman dari orang bodoh yang aku bunuh kemarin ، menarik " pemuda bertopeng itu pun menoleh ke arah musuhnya dan tersenyum saat mengetahui siapa yah akan menjadi lawan nya
"silahkan perkenalkan diri kalian masing masing "ucap pemimpin pertarungan pada kedua petarung
"Feng , kultivator bebas , mohon bimbingan nya "ucap pemuda bertopeng yang tak lain adalah Lin Feng
"hahahaha rupanya kau masih bocah ya, menyerah lah karena aku tidak mau di sebut kejam saat nanti memukul anak kecil seperti mu "ucap lawan lin Feng dengan seringai tajam dengan aura membunuh khas dari sakte aliran hitam merembes dari tubuhnya
"Baiklah , silahkan mulai pertandingan nya "
penonton langsung membicarakan lin Feng yang ternyata masih sangat muda setelah mendengar suaranya tadi setelah berbicara tadi
banyak dari mereka menyesal telah bertaruh pada pemuda bertopeng tersebut' karena menganggap bagaimanapun musuhnya lebih tua darinya ,dan nampak sangat kuat , Mereke mengira Lin Feng akan kalah pada musuhnya yang nampak sangat tersebut
"Tidak usah banyak bicara , silahkan maju "ucap Lin Feng mengibaskan tangannya memberikan gestur mengejek pada musuh nya
"kurang ajar kau bocah , jangan menangis setelah ini "
"tendangan membelah gunung " kultivator yang menjadi lawan Lin Feng langsung mengayunkan kaki ya ke depan mengarah langsung ke tubuh Lin Feng
sret...
__ADS_1
suara udara terbelah oleh tendangan tersebut , tapi Lin Feng masih tetap diam ditempat nya , tanpa mempedulikan sarangan yang mengarah padanya
krak.....
"Arrrrkh......." Suara patah tulang dan teriakan terdengar di arena saat kaki tersebut masuk ke arah tubuh Lin Feng
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung