
"Bagaimana , apakah ketiga pedang yang aku miliki cukup untuk di tukar dengan pedang putih yang senior Yu Ji miliki.?" Tanya Lin Feng pada Yu Ji
"Tuan , apakah ketiga pedang itu akan tuan tukarkan semuanya dengan pedang putih yang aku miliki.?" Yu Ji terlihat sangat bersemangat saat menanyakan ini pada Lin Feng
"Tentu saja , jadi apa keputusan senior karena aku harus melanjutkan perjalanan sebaiknya senior cepat menjawab nya " Lin Feng mengangguk membenarkan
"Baiklah Tuan , aku setuju dengan pertukaran ini , " Yu Ji menyetujui pertukaran itu dengen cepat takut Lin Feng berubah pikiran
kemudian Lin Feng menyerah kan ketiga pedang itu pada Yu Ji dan menyimpan pedang putih yang sebelumnya dia pegang
"Baiklah jika begitu aku pergi, satu pesanku untuk anda senior Ji dan anda Tuan Kota, agar cepat membangun kembali rumah rumah warga yang hancur akibat pertarungan sebelum nya , jika tidak biarkan aku membantu para warga untuk mengahncurkan kediaman kalian agar sama dengan nasib Mereka , sebagai hukuman untuk anda yang terlah bertarung di dalam kota tanpa memikirkan nasib warga sbelumnya " setelah itu tubuh Lin Feng menghilang dari Hadapan mereka semua
"Kalian semua laksanakan apa yang di perintahkan oleh tuan sebelum nya , jangan buat tuan marah dan melaksanakan niatnya untuk menghancurkan kediaman kita , "Yu Ji memberi perintah pada anaknya yang merupakan tuan kota untuk cepat memperbaiki semua kerusakan yang di timbulkan akibat petarungan nya sebelum nya , sebab dia takut jika tuan yang tak lain adalah Lin Feng itu akan benar benar menghancurkan kediaman nya
....
"Apakah Gege terlalu lama.?" Lin Feng tiba tiba muncul di samping Ling Ling yang terlihat menunggu kedatangan nya
"Ah , Ternyata kamu Gege aku kira siapa , " Ling Ling memegang dadanya karena terkejut dengan kehadiran Lin Feng di samping nya
"Ayo pergi dari sini dulu , karena aku ingin menjelaskan sesuatu padamu dan tentunya memberikan pedang yang kamu inginkan sebelum nya " tanpa menunggu jawaban Ling Ling , Lin Feng langsung membawa nya menghilang dari tempat itu
wush .
__ADS_1
kedua nya muncul di hutan kecil tak jauh dari kota bulan
"Bisakah Gege menunggu ku menjawab dulu pertanyaan sebelum nya " Ling Ling dibuat kesal oleh ulah Lin Feng yang langsung membawa nya sbelumnya nya
"Hahaha maaf maaf , sebagai permintaan maaf dari Gege , ambillah " Pedang putih yang memiliki gambar ukuran phonix di gagangnya muncul di kekosongan di hadapan Ling Ling
tidak ada jawaban dari Ling Ling tapi terlihat dari gerak geriknya Ling Ling sangat senang dengan hadiah yang Lin Feng berikan, tapi karena masih menggunakan topeng jadi ekspresi nya tidak ada yang melihat nya
sret....
secara cepat Lin Feng menarik topeng yang menutupi wajah Ling Ling , karena dia ingin melihat wajah Ling Ling secara langsung
"Gege kamu...." Ling Ling di buat terkejut dengan tindakan Lin Feng yang dengen paksa membuka topengnya
"maaf maaf Gege hanya ingin melihat senyummu , jadi bagaimana apakah kamu suka dengan pedangnya .?" Lin Feng tersenyum meminta maaf
"Dan untuk pedangnya tentu saja aku menyukai nya , terimakasih Gege " Ling Ling langsung mengambil pedang yang tengah melayang itu dan membawanya nya kedalam pelukan nya
"sebaiknya kamu teteskan dulu darahmu di pedang itu , karena pedang itu sebenernya tidak ada formasi yang menghalanginya tapi hanya tidak cocok saja dengan pemilik sbelumnya, itulah mengapa pedang ini tidak bisa di lepas dari sarungnya " Lin Feng menyuruh Ling Ling untuk meneteskan darahnya pada pedang itu , agar pedang itu bisa mengakui nya
dengen semangat Ling Ling melukai ujung jarinya dan meneteskan darahnya pada pedang yang ada di tangan nya ,
krak....
__ADS_1
wush...
Booomm...Booomm.....
Terdengar seperti suara retakan dari dalam pedang putih itu , kemudian disusul oleh pancaran aura putih yang menyilaukan di ikuti oleh aura dingin yang sangat ekstrim keluar dari pedang itu , tapi bukannya tertekan atau terluka justru Ling Ling malah naik tingkat sebanyak dua kali akibat melakukan kontrak darah dengan pedang itu
"Selamat ling'er , selain mendapat kan pedang yang kamu inginkan , kamu juga mendapat kan kenaikan kultivasi mu sebanyak dua kali , dengen begitu kamu semakin bisa menjagaku kedepannya " Lin Feng Tersenyum ke arah Ling Ling yang nampak memejamkan matanya untuk melihat memproses energi yang meledak ledak dari dalam tubuh nya karena baru mengalami kenaikan tingkat sebelum nya , tak lama kemudian Ling Ling membuka matanya di ikuti ledakan aura Dewa agung 🌟 3 keluar dari tubuh nya , juga elemen es yang di miliki nya juga ikut berevolusi menjadi es abadi sama seperti milik milik Yun'er sang ibu , selain kedua orang itu Xhuhan lah yang memiliki elemen es yang lebih kuat dari itu , yaitu es semesta , karena semua elemen milik xhuhan semuanya sudah berada di titik tertinggi
"Gege terimakasih " sambil memegang pedang putih di tangan nya, Ling Ling langsung menabrak kan tubuh nya ke dada bidang Ling Feng
"Sudah tidak usah menangis , itu memang pedang yang di takdir kan untukmu jadi sudah seharusnya menjadi milikmu , jadi tidak usah menangis oke " Lin Feng mengelus kepala Ling Ling yang nampak bergetar akibat menangis di pelukan nya
Cup...
karena tidak berhenti berhenti nangisnya akhir nya Lin Feng mempunyai ide dan langsung mengangkat wajah Ling Ling untuk menghadap ke arahnya dan menempelkan bibirnya di kening Ling Ling
dan benar saja Ling Ling yang sbelumnya menangis kini pipinya di gantikan oleh kemerah merahan sepeti tomat ,
"untuk saat ini di kening dulu ya, nanti setelah sudah sah baru di tempat yang lain " Lin Feng semakin menggoda Ling Ling karena menurut nya wajah Ling Ling yang sedang malu adalah pemandangan yang sangat indah baginya
"Ayo kita cari tempat duduk dulu ,karena aku ingin menceritakan Informasi penting dari orang yang aku bunuh sbelumnya di kota bulan " Lin Feng langusng mengubah topik agar Ling Ling tidak semakin malu lagi , sebab terlihat jika Ling Ling semakin menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Lin Feng setelah Lin Feng mencium nya tadi
kemudian Lin Feng membawa Ling Ling ke bawah pohon besar yang tak jauh dari posisi nya ,
__ADS_1
"Apakah informasi ini berhubungan dengan kelompok orang berpakaian hitam yang menurut paktua yang bertarung melawannya di kota bulan sebelum nya , jika kelompok itu baru saja muncul ke permukaan akhir akhir ini " tanya Ling Ling setelah duduk di sebelah Lin Feng di bawah pohon besar itu
"kamu benar , tapi informasi yang aku dapatkan lebih dari itu , dan yang pasti akan membuat kamu senang lebih tepatnya sosok Dewi bercadar senang " Lin Feng mengangguk kan kepalanya tapi ucapan selanjutnya membuat king Ling mengerut kan kening nya sebab Lin Feng membawa nawa nama julukan nya saat ini , membuat Ling Ling semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya di dapatkan oleh Lin Feng saat menyerap informasi dari orang sebelum nya