DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Kota Elemen I


__ADS_3

Karena waktu sudah mau hampir sore , Lin Feng dan Ling Ling memutuskan untuk Langsung bergerak Menuju pusat alam dewa , dengen kekuatan kedua nya saat ini , hanya butuh beberapa menit untuk tiba di tujuan , karena memang hanya berjarak beberapa ratus kilo meter dari jarak hutan perbatasan tempat Lin Feng dan Ling Ling sbelumnya


Di depan mereka terlihat gerbang kota yang sangat megah dengan gambar pelangi melengkung di atas gerbang tersebut disertai tulisan yang merupakan nama dari kota yang menjadi ibu kota rari pusat alam dewa itu , Yaitu Kota Elemen , untuk pelangi yang berada di atas tulisan itu merupakan simbol dari elemen itu sendiri , Yang di wakili oleh setiap warnanya , kecuali elemen ruang dan waktu yang memang tidak dimiliki oleh Dewa Elemen


Lin Feng mengeluarkan lencana perak yang di berikan oleh Shen Qi sebagai identitas nya saat melakukan pemeriksaan saat memasuki kota bersama ling Ling , sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya di tempat itu , dengen cepat para penjaga gerbang kota mempersilahkan mereka untuk masuk ,


"Apakah kamu nyaman menggunakan topeng seperti ini .?" Tanya Lin Feng pada Ling Ling , yang saat ini keduanya sudah berada di dalam kota elemen


"Gege tidak usah memikirkan aku , justru aku merasa lebih nyaman dengen menggunakan topeng seperti ini , karena aku merasa risih jika banyak orang yang menatap ke arahku jika tidak menggunakan topeng , dan juga dengan begini kita bisa menghindari masalah yang tidak perlu yang bisa saja datang karena penampilan kita " Ling Ling menggelengkan kepala nya kemudian keduanya melangkah kan kakinya menuju tengah kota di mana Paviliun Dewa Kehancuran Berada ,


Sesampai nya di depan pavilun besar dan megah itu , Lin Feng hampir saja tersedak hampir tertawa dengan keras setelah membaca nama Paviliun di depan nya ini , apalagi ada lukisan seseorang dengan menggunakan baju serba hitam dan juga topeng putih dengan gambar petir di dahi topeng tersebut , di tambah pedang hitam yang ada di punggung sosok tersebut , membuat Lin Feng hampir kelepasan untuk tertawa , untung saja ia langsung menoleh kan kepala nya ke arah lain agar perhatian nya teralih kan dari lukisan yang sangat ia kenali tersebut ,ya walaupun tidak begitu mirip dengan sosok aslinya , setidak nya lukisan tersebut sudah cukup baginya untuk mengetahui siapa yang di maksud oleh sang pelukis lukisan itu


Sementara Ling Ling , hanya tersenyum geli melihat tingkah Lin Feng setelah membaca nama Paviliun dan juga lukisan di depan nya itu ,

__ADS_1


"mari masuk Gege , kita harus segera mendaftar sesegera mungkin aku takut kita tidak akan mendapat tempat menginap jika berlama lama disini " Ling Ling menarik tangan Lin Feng yang masih memalingkan wajahnya itu langsung masuk kedalam pavilun , karena sudah sore Ling Ling takut kehabisan penginapan jika terlalu lama di sini


"Baiklah " Lin Feng berusaha untuk tidak melihat ke arah lukisan yang ada di hadapan nya karena masih merasa geli dengen lukisan dan nama dari paviliun ini ,


.....


Dua puluh menit kemudian keduanya sudah mendapatkan tempat yang di inginkan besok untuk mengikuti acara lelang , hal yang mudah jika memiliki kekayaan untuk melakukan apapun ,


Kini keduanya sudah berada di Depan penginapan besar yang juga memiliki Restoran didalam nya ,


"Kita lihat kesana" Lin Feng langsung mengajak Ling Ling masuk kedalam untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana


Saat tiba di restoran tersebut , keduanya di perlihatkan pemandangan dimana ada satu pelayan wanita yang tengah menangis sambil memegangi pipinya yang merah terlihat jelas jika itu adalah bekas tamparan dari seseorang , di sana juga terdapat Rombongan yang di pimpin oleh seorang pemuda lumayan tampan dengan kekuatan Dewa surgawi 🌟5, dia adalah tuan muda dari sakte besar di pusat alam dewa ini , yang sebelumnya membuat keributan dengan memaksa pelayan wanita untuk menemani nya minum, tapi karena pelayan tersebut menolak akhirnya nya tuan muda yang bernama Bao Chen Tersebut murka dan menampar pelayan tersebut dengen keras sehingga membuat pelayan itu terhempas di lantai ,

__ADS_1


Tuan muda tersebut akhir akhir ini memang terkenal melakukan hal hal seperti ini pada para pelayan dan juga pada gadis yang di temui nya , entah apa yang membuat tuan muda dari sakte Tombak matahari itu berani berbuat seperti itu , padahal ini adalah wilayah kekuasaan Dewa elemen yang sangat jelas melarang keras perbuatan memalukan seperti ini ,


Saat ingin membuat keributan lebih lanjut tiba tiba muncul pria paruh baya yang merupakan pemilik dari bangunan tempat restoran dan penginapan ini berada , kekuatan nya juga tidak rendah berada di ranah dewa agung 🌟 1 , sangat cukup jika cuma ingin menghajar para pengacau di restoran nya ini , tapi paruh baya tersebut hanya meminta Bao Chen untuk meninggal kan tempat ini ,dia bahkan tidak melakukan apa-apa padanya membuat Bao Chen makin jumawah karena mengira paktua pemilik tempat ini takut pada nya karena statusnya


Tepat ketika ia ingin memerintah kan para bawahan nya untuk berbuat ulah di tempat itu , Lin Feng dan juga Ling Ling masuk ke dalam , bahkan mereka berdua lewat di antara pemilik tempat ini dan juga Bao Chen dan rombongan nya, tanpa mempedulikan tatapan bengis dari Bao Chen dan rombongan nya


Bao Chen yang merasa di abaikan oleh kedua orang bertopeng yang melewati nya langsung melotot marah , sementara paktua yang mempunyai tempat ini langsung menghilang dari sana , karena ia merasakan aura yang sangat kuat saat dua orang yang baru masuk tersebut melewati nya , dia tersenyum sebelum menghilang dari tempat itu karena melihat pemuda arogan itu nampak terlihat marah pada dua orang tersebut , dia menertawakan kebodohan bocah itu yang terlihat ingin memprovokasi kedua orang itu


"Kalian berdua Tunggu, apakah kalian tidak tau siapa aku , berani beraninya kalian tidak memerhatikan aku , aku adalah ...."


Kalimat Bao Chen terpotong karena Lin Feng menoleh dan berkata dengen cepat


"Tidak perlu mengenal kan darimu pada kami , karena kami tidak mau repot repot mengenal sampah seperti mu "

__ADS_1


"Hahahaha menarik menarik, baru kali ini ada yang berbicara seperti ini padaku , apakah kalian berdua orang Baru di tempat ini .?" meskipun kesal Bao Chen masih di buat tertawa oleh jawab an salah satu dari dua orang bertopeng itu , karena menurut nya mereka melakukan itu karena Tidak mengetahui siapa dirinya,


Lin Feng dan Ling Ling tidak mendengar kan ocehan di belakang nya , justru ia duduk dan menarik pelayan sbelumnya yang di pukul oleh Bao Chen duduk bersama mereka , tanpa memperdulikan sekeliling nya ,yang menendang ke arah mereka dengan tatapan yang bermacam macam , terutama Bao Chen dan kelompok nya yang merasa harga diri mereka jatuh karena di abaikan oleh Lin Feng dan Ling Ling saat ini


__ADS_2