
Tidak ada yang tau tentang musnahnya salah satu kelompok yang bersembunyi di sekitar ibu kota malam ini , bahkan bagi mereka yang sama sama dari aliran hitam itu sendiri , karena Lin Feng tidak ingin mereka bersikap waspada makanya Lin Feng tidak meninggalkan jejak sedikitpun kemarin saat beraksi
ke esokan paginya
di alun alun ibu kota sudah banyak orang yang siap menyaksikan kelanjutan dari turnamen untuk memasuki situs kuno yang sudah memasuki babak 20 besar , yang artinya hanya perlu separuhnya lagi untuk menentukan siapa saja yang akan masuk ke dalam situs kuno tersebut
seluruh peserta yang sbelumnya sudah masuk ke dalam 20 besar sudah berkumpul di tempat yang di sediakan termasuk Lin Feng di dalamnya
Di tempat para patriak
"sialan , ternyata bocah bertopeng itu masih ada di tempat ini , bukankah semalam kedua bawahan kita sudah mencari nya kemana mana namun tetap tidak menemukan nya , kita hanya bisa diam sambil berharap semoga orang orang kita tidak bertemu dengan bocah bertopeng itu , jika tidak, bisa di pastikan jika siapapun yang melawannya akan gugur "ucap patriak Feng Hu pada patriak Wang peng yang ada di samping nya
Di arena
"Baiklah silahkan ambil nomor yang ada di bawah tempat duduk kalian masing masing , karena itu akan di gunakan sebagai nomor urut untuk kalian bertanding setelah ini "ucap pemimpin pertandingan menatap ke arah 20 peserta yang ada di tempat duduknya
kemudian dua puluh orang tersebut langsung melihat ke bawah tempat duduknya dan benar saja di sana terdapat urutan nomor , dari barisan kiri pertama adalah nomor 1 di akhiri di barisan kanan terakhir nomor 20 , dan kebetulan Lin Feng berada di atas tempat duduk bernomor 7
"Jika kalian sudah tau nomor kalian masing masing , maka aku akan menjelaskan bagaimana pembagian pertandingan nya "
"untuk nomor 01 akan melawan nomor 11 ,nomor 02 melawan 12 begitupun seterusnya , jadi persiapkan diri kalian karena lima menit lagi pertandingan pertama di babak 20 besar ini akan saya mulai " ucap pemimpin pertandingan menjelaskan siapa lawan yang akan di hadapi mereka nantinya
untuk kelima tuan muda sakte Memilki nomor urut 1 sampai 5 sementara pangeran Han Dong di urutan 6 , Lin Feng 7 sementara sisanya kultivator bebas dari nomor 8 sampai 20 , dan di antara nomor itu ada orang-orang dari sakte aliran hitam yang juga berhasil masuk ke babak 20 besar dan semua itu tidak luput dari pandangan Lin Feng , sayang sekali musuh Lin Feng nanti bukan dari penyusup tersebut melainkan hanya kultivator bebas yang memang ikut di turnamen kali ini
sedangkan untuk penyusup itu sendiri berjumlah 5 orang , yang artinya jika berhasil masuk semuanya pasukan aliran hitam yang masuk akan berjumlah 70 orang jika di tambah 2 tuan muda mereka , tapi sayang dua dari lima orang tersebut harus melawan kedua tuan muda mereka sendiri , yang kebetulan nomor kedua nya bentrok dengan nomor tuan muda mereka , maka sudah di pastikan jika penyusup tersebut nantinya akan berjumlah 3 , karena tidak mungkin dua orang tersebut mengalah kan tuan muda mereka
Dunggg......
suara gong di pukul menandakan pertandingan di babak 20 besar akan di mulai , sorak Sorai penonton langsung menggema di tempat itu dan langsung bagi mereka yang suka taruhan langsung membuat taruhan mereka pada jagoan mereka masing masing
kemudian peserta nomor urut 01 dan peserta nomor urut 11 naik ke arena , dimana tuan muda Dar sakte Labura hitam yang akan melawan orangnya sendiri yang merupakan salah atau penyusup yang kebetulan melawannya
"Saya menyerah " ucap orang yang menjadi lawan Feng Ji membuat tempat itu riuh , karena belum sempat keduanya memperkenalkan diri masing masing lawannya sudah menyerah
"apa alasanmu menyerah tanpa melawan .?"tanya pemimpin pertrungan heran
__ADS_1
"Tidak ada , saya rasa tuan muda Feng Ji sangat kuat , lebih baik aku menyerah dari pada menderita lebih jauh "ucap orang tersebut pura pura tertekan dalam mengucapkan kalimat tersebut , sedangkan Feng Ji langsung mengangkat kepalanya tinggi tinggi setelah mendengar pujian dari lawannya yang tak lain adalah orang nya sendiri
"Woaaahhh....."
"Ternyata Itu alasannya tidak mau melawan tuan muda Feng Ji , jual begitu apakah tuan muda Feng Ji sekuat itu sehingga musuhnya langsung menyerah tanpa perlawanan ?"ucap salah satu penonton
"Bisa jadi , siapa yang tau sekuat apa tuan muda Feng Ji yang kita tau sebagai tuna muda sakte kabut hitam tersebut , saya rasa alasan orang itu menyerah cukup bisa diterima "ucap temannya menimpali
Feng Ji makin membusungkan dadanya setelah mendengar bisik bisik tentang dirinya , sedangkan Lin Feng di tempat nya hanya memejamkan matanya tanpa memperdulikan apapun yang terjadi di sekitar nya
"Baiklah , pemenang pertandingan pertama adalah Feng Ji dari skate kabut hitam "pemimpin pertandingan mengumumkan pemenang nya
kemudian di lanjutkan dengan mengumumkan Pertarungan selanjutnya antara tuan muda Wang Ma yang akan melawan orang nya juga , yang sama seperti sebelumnya berakhir dengan lawannya menyatakan menyerah , yang lagi lagi membuat tempat itu riuh sekali lagi
pertarungan ke tiga dan seterusnya berlangsung cukup sengit dimana ketiga tuan muda lainnya menang dengan susah payah dari lawannya , hanya pangeran Han Dong saja yang menang bisa di bilang mudah dari pada ketiga tuan muda sebelum nya
Hingga tiba giliran Lin Feng yang memiliki nomor urut 07 untuk maju melawan nomor urut 17 yang merupakan pengguna Tombak , hal itu bisa dilihat dengan senjata yang di bawa pemuda tersebut
"Feng , mohon bimbingan saudara "ucap Lin Feng menangkupkan tangannya
"Baiklah mulai "ucap pemimpin pertandingan lantang
"aku duluan suadara Feng "
"Tombak Raja: tusukan membelah gunung "
Ni Kung langsung bergerak cepat ke arah Lin Feng , semntara Lin Feng hanya tersenyum dan juga mengeluarkan tombam dari cincin penyimpanan nya karena Lin Feng ingin menghormati lawannya kali ini , meskipun bisa saja di mengalahkannya dengan mudah tapi Lin Feng tidak mau untuk melakukan itu ,
Trang....
kedua tombak mereka bersentuhan dan menimbulkan bunyi nyaring di arena
"Apakah saudara Feng merupakan pengguna Tombak sama sepertiku .?"tanya Ni kung pada Lin Feng
"sebenarnya aku bukan pengguna Tombak saudara Kung , tapi kalau hanya menemani saudara berlatih beberapa jurus, saya rasa masih bisa "ucap Lin Feng menjawab pertanyaan Ni kung
__ADS_1
kemudian keduanya langsung bergerak untuk menyerang satu sama lain , tidak terhitung sudah berapa banyak jurus yang mereka berdua keluarkan , yang lebih mengesankan di pertarungan itu adalah ، setiap Ni kung mengeluarkan jurusnya Lin Feng selalu memberi tahu kesalahan dari gerakan yang Ni kung keluarkan , hal itu berlangsung lama , Hingga gerakan tombak Ni kung yang awalnya kasar kini sudah halus dan mematikan , tapi tetap tidak bisa menyentuh Lin Feng , hingga Ni Kung memutuskan menyerah dan mengucap an terimakasih pada Lin Feng atas bimbingannya
bukan hanya Ni kung yang di buat kagum oleh Lin Feng , para penonton dan juga para petinggi sakte dan kaisar Han Chu juga di buat takjub dengan apa yang di tunjukkan Lin Feng sebelum nya , sebab mereka mendengar dan melihat apa yang terjadi di Arena ,
''Tidak masalah saudara Kung, hanya bantuan kecil tidak usah di pikirkan , dan terimakasih Karena sudah mau mengalah "uap Lin Feng tidak menyombongkan dirinya malah berterimakasih pada Ni kung
Hal itu langsung membuat penonton berteriak mengeluh kan namanya , karena aslinya tadi sangat keren Dimata mereka , selain kuat pemuda bertopeng yang bernama Feng tersebut sangat rendah hati dan tidak menyombongkan kemampuan nya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1