DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
.Ling Ling Kecil


__ADS_3

saat ini ke-tiga nya tengah mendekati kota yang sangat dekat dengan tempat berlangsungnya turnamen antar sakte , kote tersebut bernama kota pedang , dan letak tempat Turnamen tak jauh dari kota ini , tepatnya di lapangan luas dekat kota , disana ada tiga arena besar dan ribuan bangku penonton yang sudah tertata rapi ,


seperti biasa , Xhuhan tidak ikut antrian seperti yang lainnya , dimana dia langsung membawa kedua paman nya masuk ke dalam kota dengan teleportasi ,


"Kita cari penginapan dulu paman , karena dengan adanya turnamen kali ini ,mungkin saja kita tidak akan menemukan lagi penginapan yang masih kosong "ucap Xhuhan setelah muncul di dalam kota


kemudian mereka bertiga langsung bergerak cepat menuju penginapan buang ada di kota itu ,


Benar saja , semua penginapan yang mereka datangi sudah full di tempati oleh para peserta dan para pengunjung yang ingin menyaksikan turnamen besok hari ,


kemudian Xhuhan mengajak kedua paman nya ke penginapan terkahir dan itupun penginapan yang paling besar dan mewah yang ada di kota itu


kemudian mereka langsung bergerak menuju penginapan itu , Susana ramai di kota itu bertambah sesak setelah ada rombongan sakte yang akan ikut dalam turnamen tersebut keluar dari penginapan dan jalan jalan di kota , menambah padat jalan jalan yang ada di kota tersebut


sesampainya di penginapan ternyata di sana hanya ada satu kamar kosong yang tersedia itupun kamar VVIP , mau tak mau Xhuhan harus ambil karena tidak mungkin berkeliaran di luar ,


kemudian mereka bertiga menuju kamar yang telah mereka pesan , dan kamar itu sangat besar ada dua tempat tidur besar , dan juga dengan peralatan lengkap , sangat cocok dengan namanya yaitu kamar VVIP


saat tengah berantai di dalam kamar bersama kedua paman nya , Xhuhan merasakan hawa keberadaan seseorang yang sangat akrab dengan nya di salah satu kamar di penginapan tersebut


"Ada apa tuan muda.?"tanya long Zen yang melihat perubahan sikap Xhuhan


"Tidak apa apa , ayo ikut aku "tanpa menjawab dengan jelas , Xhuhan langsung menuju ke tempat aura itu berasal , tepat nya di samping kamarnya , dan kebetulan di lantai atas ada lima kamar VVIP , dan kamar yang ditempati Xhuhan berada di pojok,


di depan kamar nomor 4, Xhuhan dengan gugup mengetuk pintu kamar tersebut


"Tok, Tok, Tok,"


lima tarikan nafas tidak ada yang membukakan pintu , Xhuhan masih terus menunggu di luar ,


hingga tak berselang lama pintu itu akhirnya terbuka , tapi yang membuat Xhuhan kaget adalah , yang membuka pintu tersebut adalah anak kecil cantik berusia lima tahunan di tangan kanannya memegang permen ,


mata anak perempuan itu tertuju pada ketiga orang di depan pintu , sementara xhuhan dan kedua paman nya di buat kaget dengan kemunculan anak kecil cantik tersebut


"Adik kecil siapa namamu.?"tanya Xhuhan jongkok di hadapan anak kecil itu dan membuka topengnya


dapat di lihat jika wajah keduanya hampir mirip ,jika di lihat dengan teliti


bahkan long Zen dan long Ti sampai tidak berkedip melihat anak kecil itu

__ADS_1


"Ling Ling "ucapnya polos dengan mulut masih belepotan permen


Xhuhan hanya tersenyum melihat kepolosan anak itu,


"Ling'er dimana kamu nak.?"ucap suara seorang wanita dari dalam


"Atu sini Bu "ucap nya , tidak beralih dari pandangan nya ke arah wajah Xhuhan


"apa kakak tampan kakak Ling Ling ?" ucapnya polos


Xhuhan yang bingung harus menjawab apa hanya mengelus kepala Ling Ling


tiba tiba muncul wanita cantik di belakang Ling Ling yang masih diam di tempat nya , masih nyaman dengan perlakuan Xhuhan padanya


"ibu Yun "Xhuhan yang melihat wanita itu langsung berdiri dan memeluknya dengan erat


long Zen dan long Ti hanya diam melihat reuni itu , sementara Ling Ling kecil yang melihat ibunya di peluk langsung menarik Baju ibunya sambil merengek dengan suara kecil nya


merasakan bajunya ada yang menarik , Yun'er melepaskan pelukannya dari Xhuhan dan menggendong anak kecil yang hampir menangis itu


"jadi Ling'er dari tadi bicara dengan kakak ya, kenapa tidak memanggil ibu "ucap Yun'er pada anaknya


"tentu saja , bukankah kamu bisa merasakan kedekatan dengan gadis kecil ini '' ucap Yun'er tersenyum


Xhuhan yang mendengar ini langsung tersenyum bahagia dan mendekati si kecil yang tengah mengemut permennya di gendong an sang ibu


"apakah Ling Ling mau kakak gendong ?"tanya Xhuhan menjulurkan tangan nya


Ling Ling kecil nampak ingin turun dari gendong an sang ibu , tapi sebelum itu , dia melihat ke arah sang ibu untuk meminta izin


"Turun lah , katanya kamu ingin bertemu dengan kakak mu yang tampan , itu kakakmu sudah ada sekarang kamu bermain dulu dengan kakak Han ya"ucap Yun'er pada sang anak ,


tanpa aba aba Ling Ling kecil langsung naik ke gendongan Xhuhan dan nyerocos kesana kemari menceritakan tentang diri nya , sementara mereka hanya tersenyum melihat si kecil sangat bahagia


"apakah kalian teman anak ku ?"tanya Yun'er pada long Zen dan long Ti


"Maaf sebelumnya tidak memperkenalkan diri nyonya , kami pengikut tuan muda , nama saya Long Zen dan ini saudaraku Long Ti "ucap long Zan memperkenalkan diri


"Tunggu sebentar , apa maksudnya dengan pengikut anakku , apakah Han'er memaksa kalian untuk menjadi pengikut nya.?"tanya Yun'er dengan gaya ibu ibu yang siap menerkam mangsanya dengan tatapan tajam melihat ke arah xhuhan

__ADS_1


"Tentu tidak nyonya , kami memang dari awal sudah menjadi pengikut tuan muda Han, untuk lebih jelas nya silahkan nyonya bertanya langsung pada tuan muda nanti "ucap Long Zen hati hati jika dia salah jawab bisa bisa dirinya di goreng oleh Xhuhan


"syukurlah jika begitu "ucap Yun'er tersenyum


"Maaf nyonya jika say lancang , jika boleh tau dimana tuan besar Zen , kenapa dari tadi kami tidak melihatnya.?"tanya long Ti yang dari tadi diam akhirnya buka suara


"Benar, Bu dimana ayah , apakah ayah belum datang, tapi bagaimana kalian bisa di sini jika ayah belum datang.?"ucap Xhuhan ikut menimpali pertanyaan Long Zen


"Ayahmu kini tengah membawa para murid jalan jalan ke kota , mungkin sebentar lagi mereka kembali "ucap Yun'er menjawab pertanyaan mereka berdua


kemudian mereka berlima kelanjutan obrolan di dalam ruangan milik Yun'er , sedangkan si kecil tengah tertidur pulas di gendongan Xhuhan ,


"kalau Han'er capek , tidurkan saja adikmu di tempat tidur , kamu baru saja tiba di sini ,jangan menggendong Ling Ling kecil terus-menerus"ucap Yun'er yang melihat si kecil tertidur pulas di gendongan Xhuhan


"tidak apa apa Bu, Han'er juga suka mengendong Ling Ling kecil, dan aku juga tidak menyangka jika aku akan mempunyai adik kecil saat tiba disini."ucap Xhuhan tersenyum manis , jika ada orang luar melihat senyuman itu mungkin mereka akan terpana melihat senyuman se manis itu


"kamu kalau di luar jangan terlalu banyak tersenyum seperti itu Han'er , ibu saja yang sudah sering melihat senyum mu masih saja terpesona , apalagi mereka para gadis "ucap Yun'er menasehati Xhuhan


"Han'er jika di luar menggunakan topeng Bu , jadi ibu teang saja "ucap Xhuhan menggaruk kepalanya, karena dia malu dengan nasihat ibunya yang di saksikan oleh long Zen dan long Ti


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2