DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. 60 Anggota Pasukan Yin-Yang


__ADS_3

"Tidak usah mengotori tangan kalian dengan sampah itu , biarkan dia seperti itu karena fokus kita saat ini adalah informasi darinya " ucap Zen Yan menatap ke arah para tetua saktenya yang nampak menahan diri untuk tidak menghajar murid penghianat di depan nya itu


"Baik Patriak " Ucap mereka bertujuh serempak , walau mereka marah pun , mereka harus bisa menahan nya karena sang patriak sudah mengatakan keputusannya


"Feng'er , apakah kamu sudah mendapat kan informasi nya.?" tanya Zen Yan pada Lin Feng


"Sudah paman , dan Informasi itu sangat menarik karena bukan hanya satu kekuatan yang berniat menghancurkan Wilayah barat ini " ucap Lin Feng sehingga membuat Zen Yan dan para tetua menjadi penasaran akan hal itu


"Bisakah paman mengetahui nya.?" tanya Zen Yan dengan raut wajah tidak sabar


begitu juga dengan para tetua yang nampak menampakkan wajah penasaran nya juga saat ini


tanpa menjawab Lin Feng hanya menjentikkan jarinya , dan keluarlah seberkas cahaya dari tangannya yang merupakan ingatan dirinya yang sebelumnya mengintrogasi murid penghianat tersebut


Cahaya itu memasuki kening Zen Yan dan ketujuh tetua sakte ,


"maaf bibi, bukan nya feng'er tidak mau memberikan informasi itu padamu , tapi lebih baik bibi tidak mengetahui ini agar bibi tidak ikut pusing dengan masalah ini, biar kami saja yang mengurus nya dan bibi hanya tinggal diam dan menikmati waktunya dengan paman dan yang lainnya " Lin Feng mengirimkan telepati pada Istri Zen Yan ,yang nampak mantap ke arah Lin Feng karena dirinya tidak juga di berikan informasi yang sama seperti yang lainnya

__ADS_1


Mendengar suara Lin Feng , Sang bibi pun langsung tersenyum tulus pada Lin Feng , karena ia tau jika para anak anaknya itu tidak ingin dirinya ikut dalam masalah ini agar dirinya tidak ikut kepikiran dan bisa beristirahat dengan para saudara saudarinya yang lain di klan tanpa harus terbebani dengan masalah ini


Lima menit kemudian Zen Yan dan yang lainnya sudah selesai menyerap informasi yang Lin Feng berikan sebelum nya , dan itu membuat emosi mereka yang tadinya masih cukup stabil kini langsung meledak tanpa bisa di bendung , sehingga membuat murid mata mata itu dan juga istri Zen Yan yang memiliki kultivasi di bawah mereka semua langsung tertekan dengan hebat


"Blush"


Lin Feng langsung mengeluarkan sedikit aura nya untuk menekan ledakan aura paman dan para tetua yang ada di sana , juga ia melapisi tubuh sang bibi dengan auranya agar tidak tertekan lagi


"Apakah kalian semua ingin membunuh bibi ku.?" ucap Lin Feng datar , tapi dari nada bicara'nya tersirat kemarahan pada mereka semua yang sudah membuat bibi nya pucat akibat ulah mereka sebelum nya , dan ucapan itu juga berlaku pada Zen Yan , meskipun ia adalah suaminya, Lin Feng cukup kesal pada paman nya itu karena tidak bisa mengontrol emosinya yang hampir fatal jika saja dirinya tak sigap sebelum nya


"Deggg"


Sementara untuk Zen Yan ia langsung mengutuk kebodohannya dan langsung memeluk sang istri dari hadapan semua orang tanpa memikirkan pandangan mata anak dan para keponakannya yang menatap aneh ke arahnya saat ini


"Maafkan kebodohan kami tuan muda " ucap para tetua dengan suara bergetar


"aku harap setelah ini kalian bisa mengontrol emosi kalian itu , karena akan sangat berbahaya bagi yang lainnya jika setiap ada masalah kalian langsung meledak seperti sebelumnya " ucap Lin Feng menasehati para tetua itu , tapi yang paling terkena omongannya itu adalah Zen Yan , karena ia sebagai patriak bisa bisanya terpancing hanya karena hal seperti itu dan karena kebodohannya itu hampir saja melukai sang istri

__ADS_1


"Paman , apa yang akan kamu lakukan pada nya .?" tanya Lin Feng mengalihkan pembicaraan sambil menunjuk murid mata mata tersebut yang kini sudah tergelatak di lantai


"aku serahkan pada mu saja feng'er , dan paman juga mau minta maaf atas masalah sebelumnya , seharusnya paman menjadi contoh bagi yang lainnya tapi paman malah ...


"Sudah tidak usah di bahas paman , yang penting bibi tidak apa apa sakarang , dan untuk orang ini karena sudah tidak di butuhkan lagi maka kamu bisa pergi ke neraka sekarang " Lin Feng menjentikkan jarinya yang kemudian mengeluarkan api hitam yang langsung terbang dan hingga di tubuh murid tersebut dan dalam waktu singkat murid itu sudah lenyap dari sana tanpa meninggal kan jejak sedikitpun bahkan untuk berteriak pun tidak sempat saking cepat nya api hitam itu melahap tubuhnya


Bagi Ling Ling dan Kelima orang lain'nya yang memang sudah pernah melihat itu, mereka hanya biasa biasa saja tapi tidak bagi Zen Yan dan Yang lainnya , Mereka di buat takjub dan sekaligus ngeri dengan kekuatan api hitam itu , yang bisa membakar dengan sangat cepat tanpa meninggal kan jejak sedikitpun , bahkan karpet yang menutupi lantai yang ada di bawah nya masih utuh tanpa ikut terbakar , yang menandakan jika Lin Feng sudah sangat menguasai api hitam itu dan bisa mengontrol nya


"Paman bisakah kami menemui 60 murid yang paman janjikan sebelum nya.?" ucap Lin Feng memecahkan suasana yang sebelumnya hening


"Ah , tentu saja bisa , apakah mau paman panggilkan sekarang .?" Zen Yan yang tiba tiba mendapat kan pertanyaan dari Lin Feng langsung saja sadar dari lamunannya


"Boleh , tapi jangan sampai yang lainnya terganggu dengan itu , biarkan mereka fokus dengan Kultivasi nya ," ucap Lin Feng


"Tetua pertama apakah anda mendengar nya , .?" tanya Zen Yan pada tetua Pertama yang posisinya dekat dengan nya


"saya mengerti Patriak , Jika begitu saya izin keluar untuk memanggil Mereka ke sini " kemudian tetua pertama langsung bangun dari tempat duduknya dan membungkuk kan sedikit tubuh nya untuk berpamitan pada Zen Yan dan juga yang lain'nya

__ADS_1


Tak sampai sepuluh menit , kini tetua pertama sudah kembali dengan di ikuti oleh 30 murid laki laki dan juga 30 murid perempuan di belakangnya yang nampak wajah mereka sangat tegang karena sebelum nya sudah di beritahu oleh tetua pertama saat diluar jika diantara tuan muda dan nona muda saktenya itu ada dua sosok agung yang mana keduanya adalah putra dan putri dari pendiri sakte dan juga pemilik dari klan Zen , sehingga membuat mereka sangat gugup karena bisa mendapat kan kesempatan seperti saat ini untuk bisa bertemu dengan sosok agung tersebut dan terlebih lagi menurut patriak nya sebelumnya mereka akan menjadi pasukan pribadi dari tuan muda dan nona muda saktenya yang merupakan pasukan dari Lin Feng dan juga Ling Ling yang sangat di agungkan itu


__ADS_2