
Tak berselang berapa lama muncul retakan ruang tak jauh dari tempat Lin Feng berada, kemudian muncul tiga sosok dari dalam retakan ruang tersebut , yang tak lain adalah Xhuhan , Qingzhu dan juga si kecil Su Yun'er yang sudah terlihat sangat berbeda dari terkahir kali bertemu dengan Lin Feng setahun yang lalu waktu di Bumi
"Kakak , Hiks Hiks Hiks..."
Su Yun'er Langsung berlari ke arah Lin Feng di sertai dengan air mata yang terus mengalir dari wajahnya
Grep....
Lin Feng langsung menangkap tubuh gadis itu dan membawa nya kedalam pelukan nya
"Adik kakak kenapa menangis , apakah kamu merindukan kakak.?" Lin Feng mengelus punggung si adik angkatnya itu dengen lembut semenatra yang bersangkutan masih terus menangis dalam pelukan nya ,
"Sudah jangan menangis lagi ya, nanti kakak kasih hadiah jika kamu mau berhenti menangis bagaimana.?" Lin Feng terus membujuk agar si kecil mau berhenti menangis
"Emmm baiklah , tapi kakak harus memberikan ku hadiah yang bagus , jika tidak aku akan marah dan mengadukan nya pada ibu Zhu jika kakak tidak memberikan nya " Su Yun'er melepas kan pelukan nya dari tubuh Lin Feng dan nampak senyum di wajahnya , membuat Lin Feng heran dengan perubahan sikap adiknya ini , baru saja ia menangis tapi setelah di janjikan hadiah langsung tersenyum se akan akan tidak pernah terjadi apa apa
kemudian Lin Feng mengalihkan pandangan nya pada wanita cantik lainnya yang merupakan sang ibu Qingzhu yang nampak sekarang seperti se usia dengan nya , karena memang tubuh Lin Feng saat ini sepeti pemuda 20 tahunan , sementara untuk Xhuhan dan Qingzhu ke-dua nya masih sama sepeti dulu , baik wajah dan tubuh nya tidak menua sedikit pun layaknya pemuda pemudi dua puluh tahunan
__ADS_1
"Ibu , " Lin Feng Langsung memeluk Qingzhu dengan erat , tanpa mempedulikan Xhuhan yang nampak kesal dengen anak nya itu , bagaimana tidak kesal , di sana ada dirinya tapi sang anak seperti tidak merindukan nya
"Hey bocah , apakah kamu sudah melupakan ayahmu ini hah, jika ia biar aku kembali saja " Xhuhan pura pura marah pada sang anak dan memalingkan wajahnya ke arah lain , sementara Qingzhu dan Su Yun'er hanya cekikikan melihat tingkah Xhuhan itu
"Hehehe , maaf ayah " Lin Feng Langsung melepaskan pelukan nya dari Qingzhu dan langsung menerjang ke arah Xhuhan
"Lumayan juga kekuatan mu sudah berada di puncak alam dewa saat ini , dan satu lagi , kamu masih memiliki energi cadangan yang sangat besar saat ini , biar ayah tebak , pasti itu sengaja di segel agar kamu tidak langsung keluar dari alam dewa ini kan.?" Xhuhan langsung melihat apa yang ada di dalam tubuh putra nya itu alam sekali lihat , membuat Lin Feng kaget , kemudian ia hanya tersenyum bagaimana pun ayahnya adalah sosok yang sangat kuat dan pastinya tubuh mereka saling terhubung karena ikatan darah di antara mereka sebagai ayah dan anak
"hehehe , karena ayah sudah mengetahui nya , labih baik ayah dan ibu langsung menemui seseorang yang sudah memberikan semua kekuatan ini pada Feng'er , dan satu lagi ayah pasti akan sangat senang karena bisa bertemu dengan orang ini " Lin Feng hanya cengengesan dan mengatakan jika ada seseorang yang akan ia kenalkan pada kedua orang tuanya itu
"Hahaha ketahuan kah , yasudah sekarang antar ayah dan ibumu untuk bertemu dengan orang yang kamu maksud " Xhuhan yang akan menggunakan kekuatan matanya akhir nya membatalkan niatnya karena ketahuan oleh sang anak
"apakah Yun'er ingin bermain bersama kakak .?" Lin Feng menoleh ke arah sang adik yang dari tadi ga nya diam di samping Qingzhu
"emm" Su Yun'er langsung meng angguk anggukan kepala nya dengen gembira karena sudah lama tidak bermain dengan sang kakak
"Ayo ikut kakak menemui seseorang dulu bersama ayah dan ibu , setelah itu kakak akan membawa mu bermain di dalam dunia kecil ini , dan satu lagi kamu akan kakak kenalkan dengen seseorang nanti , pasti kamu akan suka dengen orang itu " Lin Feng langsung membawa Tubuh Su Yun'er ke dalam gendongan nya dan memimpin jalan di ikuti Qingzhu dan Xhuhan di belakang nya
__ADS_1
"Gege , apakah kamu merasakan aura dua orang yang sangat familiar buat kita , tapi salah satu dari mereka nampak sudah sangat lemah" Qingzhu mengirim kan telepati pada sang suami karena persepsi nya menangkap dua aura yang sangat ia kenali di jauhan
"Gege sudah tahu , kedua orang itu tentu saja sangat Dekat dengan kita karena orang itu adalah adik sekaligus menantu kita Ling Ling , dan untuk satunya lagi biar kita lihat saja nanti saat tiba di sana , jika memang benar, orang inilah yang Gege cari dari dulu " Xhuhan membalas telepati Ling Ling dan menjelaskan jika Aura yang di rasakan oleh Qingzhu sebelumnya adalah orang yang memang Memiliki hubungan dengan mereka
"Jadi gadis nakal itu sudah bersama dengan putra kita , pantas anak kita terlihat sangat bahagia sekali kelihatan nya , rupanya mereka sudah bertemu dan sudah bersama , tapi kenapa anak itu tidak memberitahu kita sbelum nya " terdengar suara Qingzhu yang mulai berbeda , membuat Xhuhan bergidik ngeri , karena ia tau jika sang istri saat ini tengah kesal pada putra nya karena tidak memberitahu jika dia dan Ling Ling sudah bertemu dan bahkan tinggal bersama saat ini ya meskipun bukan sekamar , tetap saja membuat Qingzhu kesal dengen sang anak , bagaimana pun ia sangat merindukan Ling Ling karena Ling sudah seperti anaknya sendiri bagi nya
sementara Lin Feng yang tengah menggendong Yun'er di pelukan nya langsung menoleh ke belakang karena merasakan hawa dingin di punggung nya ,
Deg..
Jantung Lin Feng se akan mau copot setelah melihat tatapan tajam sang ibu saat ia menoleh sebelum nya , membuat ia berfikir dengan keras apa kesalahannya mengapa sang ibu nampak sangat kesal padanya saat ini , setelah mengingat ngingat lagi akhir nya ia menemukan alasan kenapa sang ibu menunjukkan sikap seperti itu sbelumnya
"Ibu aku...
Lin Feng menoleh lagi ke belakang untuk menjelaskan pada Sang ibu , tapi setelah melihat tatapan sang ibu dia mengurung kan niat nya dan langsung mempercepat langkah nya agar bisa sampai ke tempat Long Zhang dan Ling Ling berada , siapa tau dengan begitu sang ibu bisa melupakan kesalahan nya
sementara Qingzhu di Belakang hanya terkikik geli melihat reaksi ketakutan anaknya yang sama Persih dengen Xhuhan saat ia tengah memarahi nya jika Xhuhan tengah melakukan kekesalan, dia sebenarnya hanya ingin menggoda sang anak dengen pura pura marah untuk melihat reaksi nya , tapi diluar dugaan rupanya sang anak meskipun sudah tumbuh menjadi dewasa saat ini , tetap saja ekspresi nya tidak berubah sama seperti dulu sangat imut menurut nya
__ADS_1