DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Menggunakan Jurus Terakhir Untuk Membujuk


__ADS_3

"Ayo kita keluar dulu dari sini , mungkin saat ini sudah menjelang pagi hari , aku takut si kecil terbangun dari tidurnya dan malah menangis karena tidak melihat kita berdua di rumah " Su Yang mematikan kembali lampu di ruangan itu , dan mengajak Lin Feng keluar dari sana , dan menutup kembali pintu masuk ruangan itu dengan kain dan meja kecil seperti sebelumnya ,


waktu cepat berlalu sementara dua orang itu tidak istirahat semalaman karena Lin Feng terus mengajak Su Yang berbicara kesana kemari dan menanyakan tentang hal hal yang belum ia ketahui , sampai pada titik dimana masa lalu keduanya sama sama terbuka


"Apakah setelah ini paman akan berangkat bekerja.? tanya Lin Feng saat tiba di depan rumah , dan tepat seperti yang di katakan Su Yang sbelumnya ,rupanya hari memang sudah berganti pagi dan matahari sudah menampakkan wujudnya di ufuk timur


"hahahaha bagaimana paman akan bisa bekerja jika semalam paman tidak mempunyai kesempatan untuk istirahat bahkan sedetikpun tidak punya " Su Yang menguap beberapa kali namun masih tertawa menanggapi pertanyaan yang di ajukan Lin Feng sbelumnya


"Itu paman , aku minta maaf gara gara aku paman tidak bekerja hari ini " Lin Feng menggaruk belakang kepalanya dengan canggung


"Sudah tidak apa apa , paman nantinya bisa izin dengan alasan masih sakit gara gara peristiwa kemarin " Su Yang hanya tersenyum melihat Lin Feng merasa bersalah padanya


"Satu lagi , tolong buatkan makanan buat si kecil jika dirinya bangun , karena paman sudah tidak kuat lagi , " Su Yang berbalik sebelum masuk ke kamarnya untuk meminta bantuan Lin Feng mengurus si kecil selama diri nya tidur ,


"serahkan itu paman feng'er paman , paman bisa tidur dengan nyenyak ,masalah di kecil aman bersamaku " Lin Feng kemudian langsung menuju kamar si kecil untuk melihat apakah sudah bangun atau tidak , di lihat masih belum ada pergerakan dari sisi kecil , yang artinya masih belum bangun , Lin Feng langsung ke dapur untuk memasak makanan untuk dirinya dan si kecil , Lin Feng sbelumnya sudah di beritahu oleh Su Yang , apa yang ingin di ketahui nya , jadi Lin Feng tidak bingung lagi jika ingin mengerjakan sesuatu


Dua puluh menit kemudian masakan yang di buat Lin Feng sudah berjejer rapi di meja makan , dan tinggal membangun kan si kecil untuk sarapan ,


"uh kakak , lepasin swaakiitttt" Lin Feng yang berniat membangun kan si kecil untuk sarapan, di buat gemas saat melihat si kecil masih tidur dengan pipi yang mengembung, karena memang pipi si kecil sedikit chuby, membuat Lin Feng Langsung memainkan pipi itu dengan gemas sehingga membuat si kecil terbangun dari tidurnya , karena merasakan ada yang menarik narik pipinya


"Apakah beneran sakit ?" tanya Lin Feng , mengentikan aksinya mencubit pipi si kecil

__ADS_1


"Kakak jahat " Si kecil langsung memalingkan wajahnya , dan nampak matanya sedikit berembun tanda tanda akan menangis , membuat lin Feng kalang kabut , karena tidak menyangka jika sikap jahilnya akan membuat si kecil ingin menangis


"maaf Kan kakak sayang , apakah kakak tadi menyakiti mu .?" Lin Feng langsung berpindah ke depan si kecil dan memeluknya dengan lembut


"apakah adik kecil mau memaafkan kakak.?" Lin Feng masih dalam mode merayu di kecil yang nampak tidak mau menanggapi ucapan nya


"Kakak janji kalau adik kecil mau memaafkan kakak, adik kecil boleh meminta apapun pada kakak" Lin Feng mengeluarkan jurus terkahir nya untuk membujuk si kecil


"Apakah kakak tidak berbohong .?" Lin Feng di buat kaget dengan perubahan mendadak di kecil yang tadinya murung , kini langsung berubah 180°, bahkan nampak matanya memancarkan kebahagiaan di sana , jauh berbeda dengan keadaan sbelumnya


"Tentu saja , asal adik cantik kakak ini mau memaafkan kakak " ucap Lin Feng bernafas lega setelah melihat si kecil tersenyum ke arahnya


Lin Feng yang bahagia melihat si kecil kembali ceria tidak sengaja memainkan pipi si kecil seperti sebelumnya , tapi dia buru buru melepaskan tangannya saat melihat si kecil tidak bersuara


"Hehehehe, Maaf maaf ayo ikut kaka untuk sarapan , tadi kakak sudah memasak makanan enak untuk mu " Lin Feng langsung menggendong si kecil dan membawanya ke meja makan


"Woaaahhh, apakah ini masakan Kakak .?" nampak tatapan mata si kecil berbinar saat melihat masakan yang ada di hadapan nya , bagaimana tidak , disana ada ikan emas goreng , syur sop, sop daging dan beberapa buah buahan ,yang nampak sangat menggiurkan ,


"Tentu saja , ini ...." belum sempat Lin Feng menyelesaikan ucapannya , si kecil langsung menarik satu ikan emas goreng besar ke Piringnya dan juga mengambil sop daging dengan sangat cepat ,.membuat Lin Feng melongo melihat tingkah di kecil di depannya ini


kemudian Lin Feng ikut makan, tidak jadi berbicara karena melihat si kecil sangat menyukai masakannya

__ADS_1


"kakak , apakah ikan itu boleh buat Yun'er .?" Si kecil nampak masih kurang dengan ikan emas yang di habiskan sebelumnya dan menunjuk ikan emas goreng yang ada di hadapan nya


"Tentu saja sayang , makanlah " Lin Feng hanya tersenyum melihat nafsu makan si kecil sangat besar pagi ini , mungkin karena sudah lama tidak makan masakan seperti ini , mendapatkan persetujuan dari Lin Feng , si kecil langsung mengambil ikan tersebut dan kedua tangan mungil nya langsung Bergerak sangat cepat untuk memasukkan daging ikan tersebut ke mulutnya


.........


3 Tahun berlalu


"Kakak , ayo berenang " saat ini Su Yun'er sudah menjadi wanita cantik berusia 9 tahun dan kehidupan Su Yang sudah jauh berbeda dari pertama kali bertemu Lin Feng


Saat ini Su Yang memiliki Rumah mewah di bawah pegunungan di pinggiran kita Guilin , lengkap dengan kolam renang dan bagasi yang menampung puluhan mobil mewah


semua itu berawal saat Lin Feng memulia Rencana nya dengan menaklukkan beberapa kekutan bawah tanah untuk melindungi keluarga Su Yang dan menjadikan keluarga itu sebagai keluraga nomor 1 di tempat itu , sementara untuk tujuan Lin Feng sebelum nya untuk memiliki senjata modern pun sudah tersedia terpenuhi semua, bahkan Lin Feng bukan hanya membeli dari negara China melainkan dari seluruh negara yang mempunyai sistem persenjataan yang menurut nya kuat dan mempunyai daya hancur yang bisa membunuh para dewa nantinya


"Paman ,bisakah kita bicara sebentar.?" Lin Feng menghampiri Su Yang , yang saat ini tengah duduk di balkon rumahnya dengan menghisap rokok di temani kopi di tangan kirinya


"Apakah ini berhubungan dengan pembicaraan kita sebelum nya .?" tanya Su Yang balik


"Benar paman , " Lin Feng mengangguk membenarkan apa yang di katakan oleh Su Yang


"Huft , akhirnya tiba juga waktunya " nampak raut sedih di wajah Su Yang saat ini entah apa yang ia rasakan sekarang

__ADS_1


__ADS_2