DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Tiba Di Sakte | Ke Adaan Yang Tidak Di Harapkan


__ADS_3

Sakte Macan Angin Wilayah Utara


"selamat datang di sakte macan angin Feng'er, ayo ajak istrimu masuk ke dalam " setelah keluar dari celah ruang yang membawa mereka kembali ke wilayah Utara , Shen Qi langsung memperkenalkan saktenya pada Lin Feng dan mengajak nya masuk bersama Ling Ling istrinya, meskipun dari awal pertemuan Shen Qi tidak pernah bicara dengan Ling Ling , dia tidak mempermasalahkan itu karena dia tahu tidak ada hubungan apapun antara dirinya di Ling Ling , jadi dia tidak berhak meminta perhatian seperti yang Lin Feng berikan padanya ,


Begitu , gerbang sakte di buka , ribuan murid yang berada di sakte langsung keluar untuk menyambut Shen Qi dan seluruh murid yang sebelumnya keluar untuk menjalankan tugas penyerangan ke markas Topeng malam,


seluruh murid berjejer membentuk jalan panjang hingga ke pintu masuk sakte , mereka semua juga bertanya tanya siapa dua sosok bertopeng tanpa aura yang datang bersama patriak nya itu


"Terimakasih untuk sambutan kalian , sepeti yang kalian tau jika kita baru kembali dari misi penyerangan markas topeng malam yang di perintahkan oleh Dewa agung sebelumnya dan kabar baiknya adalah kita semua berhasil menghancurkan organisasi itu hingga ke akarnya , dan mulai saat ini alam dewa kembali bersih dari pengacau yang sebelumnya sempat membuat kerusuhan alam ini khusus nya di wilayah selatan dan barat yang paling parah sbelumnya , tapi mulai saat ini kita sudah bebas dari hama itu dan yang terpenting dari pada semua itu , sakte kita mendapat kan keberuntungan dari sosok yang sangat kita kagumi , yaitu dewa agung itu sendiri yang saat ini sudah hadir di tengah tengah kita ,tentu kalian tidak akan menyadari ini jika saja aku tidak memberi tahu kalian saat ini , oleh karena itu berilah hormat pada Dewa agung yang saat ini berada di sampingku , dan di sampingnya merupakan Dewi agung istri dari dewa agung " Setelah Shen Qi menyelesaikan ucapan nya masih belum ada yang memberikan hormat pada Lin Feng dan Ling Ling., itu membuat Shen Qi marah karena murid saktenya sangat bodoh saat ini , bahkan nampak dari wajah mereka mempertanyakan apa yang di katakan Shen Qi sbelumnya , seakan akan tersirat jika mereka keberatan dengan itu


"Apa yang kalian tunggu , apakah kalian tidak mendengar ucapanku hah.?"Bentak Shen Qi marah , ke arah murid murid saktenya itu ,


baru setelah melihat kemarahan Shen Qi pada mereka saat ini , Mereka buru buru mengubah sikap mereka dan bersiap untuk memberikan hormat pada Lin Feng


"Sudah tidak usah , ayo kita masuk " karena terlalu lama berdiri , membuat Lin Feng bosan dan langsung masuk bersama Ling Ling meninggalkan Shen Qi dan murid murid yang masih bengong di tempat itu


"Kalian tetap berdiri di tempat ini , jangan meninggalkan tempat ini sebelum aku sendiri yang menyuruh kalian " setelah mengatakan itu shen Qi langsung masuk ke dalam menyusul Lin Feng dan Ling Ling , yang ternyata sudah duduk di dalam bersama tetua agung dan kelima tentu sakte yang sudah berada di sana menunggu kedatangan Shen Qi


Di Luar


"Kalian sangat bodoh , apakah kalian meragukan ucapan patriak hah , bukankah patriak sudah mengatakan dengan jelas pada kalian jika Sosok yang berada di sampingnya adalah dewa agung dan Dewi agung , kenapa kalian masih diam tanpa memberikan hormat pada nya , " terdengar suara dari salah satu dari pasukan yang ikut bersama Shen Qi sbelumnya murid elite yang ada di tempat itu memarahi juniornya dengan galak bahkan nampak kekecewaan terlihat jelas di wajah seluruh murid elite Yang menyaksikan kejadian itu ,


"Ma maaf senior , apa benar dua sosok bertopeng yang berada di sebelah patriak sbelumnya adalah dewa agung yang merupakan penguasa alam dewa ini , tapi kenapa dari tubuh mereka ...

__ADS_1


Plak.....Booooommm


belum sempat salah satu murid itu menyelesaikan ucapan nya , murid elite yang berbicara sbelumnya langsung menerjang dengan marah ke arah murid bodoh itu , sehingga membuat murid murid Junior yang ada di sana ketakutan sebab pikiran mereka juga sama dengen satu orang yang di hajar sbelumnya , mereka tidak memberikan hormat pada dua orang bertopeng sebelumnya karena mereka tidak merasakan aura kultivasi dari tubuh keduanya karena itulah Mereka berpikir buat apa memberikan penghormatan bagi seseorang yang tidak bisa berkultivasi , padahal sudah sangat jelas sudah katakan langsung oleh Shen Qi bahwa kedua sosok tersebut adalah dewa agung yang mulia tapi karena kebodohan dan ke angkuhan murid murid Junior itu tinggi ya terjadi seperti saat ini , mereka begini memungkin sudah merasa sudah sangat tinggi posisinya karena bisa menjadi bagian dari sakte terkuat di alam dewa ini , hingga memunculkan sifat seperti itu


"Sejak kapan sakte ini memiliki sampah seperti kalian hah , dan apakah kalian di ajarkan seperti ini selama berade di sakte macan angin ini , jika kalian masih mempertahankan sifat seperti ini aku sendiri yang akan membunuh kalian dengan tanganku camkan itu, meskipun kalian adalah bagian dari sakte ini , aku tidak peduli , apalagi saat ini orang yang kalian tidak hormati adalah sosok yang sangat agung bahkan Dewa elemen dan patriak sekalipun tidak akan bisa menanggung konsekuensi nya jika sampai beliau marah akibat kelakuan kalian sebelum nya , "


"Ayo kita kembali , biarkan para murid murid bodoh ini menyesali kelakuan nya di sini , semoga saja patriak tidak membunuh kalian setelah ini " kemudian murid elite itu langsung kembali ke kamarnya masing masing meninggal kan ribuan murid itu di sana dalam ke adaan ketakutan , sebab apa yang di katakan senior mereka barusan merupakan hal yang sangat benar , karena sakte ini tidak pernah mendidik mereka dengan cara seperti itu , mereka di didik dengan baik agar bisa mengayomi masyarakat biasa dan tidak memandang status manusia dari kekuatan atau kehidupan sosialnya , itulah yang selalu di tanam kan kepada seluruh murid baru yang masuk ke sakte ini ,


Di Dalam Aula sakte


Shen Qi masih ragu ragu untuk bicara dengen Lin Feng setelah apa yang terjadi di luar sbelumnya , dia sangat malu sebagai patriak sakte memiliki murid sepeti mereka , sementara Lin Feng masih berbincang dengan tetua agung dan yang lainnya , mengabaikan Shen Qi yang dari tadi diam di kursinya ,


"Baiklah , saya rasa sudah cukup untuk waktunya , istriku sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat ini juga sudah menjelang sore , jika begitu terimakasih sambutan nya di sakte ini , kami permisi " Lin Feng langsung memegang tangan Ling Ling dan menghilang dari tempat itu ,


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2