DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Memasang Formasi Aray


__ADS_3

Yan Zi langsung duduk di ikuti oleh ke empat lainnya , tapi saat ini Zen Yan masih terpaku di tempat nya , memikirkan apa yang baru saja terjadi , apalagi setelah mendengar ucapan sang anak sebelum nya


"Kalian samua harus menjelaskan semua nya padaku , anggap saja sebagai kompensasi untuk keterlambatan kalian untuk menemui ku " menepis semua perasaan yang tengah menumpuk di dalam dirinya , Zen Yan langsung duduk di kursi miliknya , dan meminta mereka menjelaskan semua nya agar rasa penasaran di dalam dirinya terobati , termasuk mengenai pakaian yang mereka pakai saat ini


"Srek"


mereka berlima membuka topeng nya secara Serentak , kemudian menatap ke arah Zen Yan dengan senyum tipis di bibir Mereka


"Brak"


Belum kembali dari keterkejutan nya akibat melihat wajah anak dan ponakan nya itu , Zen Yan dan yang lainnya di kejutkan dengan suara pintu ruangan itu yang di buka dengan sedikit keras hingga menimbulkan suara yang lumayan nyaring di sana


"Kalian samua jika sudah datang mengapa tidak .....


"prang"


gelas yang berisikan minuman yang di buat untuk Zen Yan itu langusng jatuh berantakan di lantai , bukan hanya itu saja ia tidak bisa meneruskan ucapan nya saat melihat 5 wajah yang sangat tidak asing tengah menatap ke arahnya, kemudian ia sadar jika kelima orang tersebut adalah anak dan keponakan nya , meskipun saat ini wajah mereka mengalami perubahan yang sangat jauh dari sebelumnya ,tetap saja Sebagai seorang ibu dan seorang bibi yang sudah melihat pertumbuhan Meraka berlima dari kecil , dia langsung bisa mengenali mereka


"Salam ibu , salam bibi" mereka berlima bangun dari duduknya menyapa wanita yang tak lain adalah ibu darah Yan Zi istri dari Zen Yan , yang sebelumnya keluar untuk membuatkan minuman untuk Sanga suami

__ADS_1


....


"Jadi begitu , lalu bagiamana dengan 60 murid yang sebelumnya kamu minta feng'er , apakah langsung aku bawa ke tempat ini untuk di kenal kan dengan kalian atau bagaimana?" tanya Zen Yan pada Lin Feng , setelah mengetahui semuanya, nampak wajah nya sangat bahagia saat ini begitu pula sang istri , bagaimana tidak bahagia melihat anak anaknya saat ini sudah menjadi begitu luar biasa


sebelum nya Lin Feng sudah menjelaskan semua nya pada Zen Yan mengenai kekuatan kelima saudara saudarinya , begitu juga dengan nama Pasukan nya


"Tunggu dulu paman , aku ingin melakukan sesuatu dulu di luar sebentar , setelah itu kita bisa mengobrol lagi mengenai apa yang paman katakan sebelumnya " setelah mengatakan itu Lin Feng menghilang dari sana karena mengingat rencana awal nya saat memasuki sakte ini


"Saudara Zi , katakan pada paman dan bibi saat ini aku ingin membuat Aray untuk melindungi sakte ini , dan satu lagi yang paling penting , aku ingin melanjutkan rencana yang aku sebut kan sebelumnya mengenai dugaan adanya Mata mata di sakte ini "


di saat semuanya di sana kebingungan kecuali satu orang yaitu Ling Ling , mengenai kepergian Lin Feng sebelumnya , tiba tiba Yan Zi berdiri dari duduknya membuat semua orang menatap ke arahnya


kemudian Yan Zi langsung menceritakan apa yang Lin Feng katakan sebelumnya , membuat Zen Yan dan sang istri terkejut , pasalnya mereka berdua sudah lama mengurusi sakte ini tapi tidak pernah kepikiran sejauh itu , tapi hari ini Lin Feng di kunjungan pertamanya nya udah Memiliki pemikiran seperti itu bahkan langsung dengan solusi nya ,


"Sebaiknya kita keluar untuk melihat apa yang Gege lakukan , siapa tau dugaan Gege terbukti , dan kita bisa langsung meringkus nya untuk di interogasi , tapi sebelum itu, sebaiknya paman memanggil semua yang ada di sakte ini untuk keluar tanpa terkecuali agar lebih mudah nantinya "Ling Ling yang dari tadi diam tiba tiba membuka suaranya dan memberikan saran pada Zen Yan


"Ah, kamu benar ling'er , jika begitu berati tugas kalian berlima adalah menutup semua penjuru sakte untuk mencegah seandainya mata mata itu ingin kabur , ya meskipun ini hanya dugaan tapi tidak ada salahnya mengantisipasi nya " Zen Yan langsung setuju dengan usul itu kemudian mengalihkan perhatian nya pada anak dan ponakan nya untuk memberikan tugas pada mereka


"Baik"

__ADS_1


ucap kelimanya serempak sebelum tubuh mereka lenyap dari sana


lagi lagi Zen Yan dan sang istri di buat terkejut dengan kecepatan kelimanya menghilang dari sana ,


hanya Ling Ling saja yang nampak biasa saja, karena di mata Ling Ling mereka terlihat dengan jelas saat menggunakan keterampilan meringankan tubuh mereka di padukan dengan langkah bayangan yang di berikan oleh Lin Feng pada mereka , tapi jika di lihat oleh yang lainnya Mereka akan mengira jika kelimanya menghilang , padahal mereka hanya bergerak tapi kecepatan Mereka yang tidak bisa di lihat oleh mata mereka


Ling Ling bersama sang bibi , semenatra Zen Yan menuju aula tempat para tetua sakte berada untuk menyuruh mereka keluar Menuju lapangan dan tak lupa ia juga menyuruh para tetua untuk meminta para murid untuk berkumpul semua nya di lapangan untuk berkumpul di sana ,


sementara di atas sakte , terlihat Lin Feng tengah melayang setelah sebelumnya sudah menempatkan bendera Aray di segala penjuru sakte ,


kemudian ia menggerakkan tangannya ke udara, tak lama setelah itu muncul cahaya emas dari empat penjuru sakte , dengan dirinya sebagai pusatnya , perlahan cahaya tersebut Mulai menyebar dan membentuk ribuan simbol simbol kuno yang akhir nya membentuk sebuah kubah menutupi kawasan sakte sepenuh nya


"Lumayan , setidaknya bendera Aray ini cukup berguna di sini dari pada tergeletak tak berguna di dalam cincin penyimpanan Ku, sekarang langkah selanjutnya "


sebenarnya ia bisa saja membuat formasi aray tanpa bendera Aray sekalipun , tapi ia mengingat jika di dalam cincin penyimpan nya ada bendera Aray ciptaannya dulu , yang berfungsi sebagai pertahanan dan penyerangan , juga ada fungsi lainnya yaitu mengumpulkan Qi sebanyak banyak nya dari luar dan di keluarkan di dalam aray itu , membuat ketebalan aura langit dan bumi di sakte berlipat lipat ganda dari para sebelum nya ,


Tak sampai di situ , Lin Feng juga menyuntikkan sedikit elemen Cahaya nya pada Aray tersebut , yang nantinya akan berguna pada rencana nya untuk menemuka seseorang yang mempunyai niat buruk di hatinya pada sakte ini , dan dengan elemen cahaya itu juga siapapun yang memiliki niat buruk pada sakte ini akan terpanggang jiwanya saat itu juga


Lin Feng yang masih berdiri di udara , mengarahkan tatapan nya ke bawah , saat ini sudah banyak murid yang sudah berkumpul di lapangan , tapi tidak ada tanda tanda adanya murid yang kesakitan setelah merasakan aura yang di keluarkan oleh Aray yang Lin Feng buat sebelumnya, tapi Lin Feng masih setia menunggu karena masih belum semuanya orang keluar dari dalam sakte menuju lapangan dan saat itulah apa yang Lin Feng ingin temukan mungkin akan bisa ia saksikan

__ADS_1


__ADS_2