
Lin Feng bersembunyi di salah satu tembok untuk melihat ke adaan pertarungan yang ada di depan nya ,
nampak para penyerang yang memakai setelan warna hitam kini tengah menggempur para pekerja proyek pembangunan Resort , meskipun para pekerja menang jumlah , tapi orang biasa sebanyak apapun jumlah nya mana bisa melawan kelompok terlatih seperti yang menyerang mereka saat ini , Lin Feng belum bergerak karena tidak melihat Su Yang di sana , hingga dirinya melihat Su terjatuh di dekat bangunan yang sudah hampir jadi dari pada bangunan yang lainnya
saat ini kondisi Su Yang dalam ke adaan terdesak , karena satu pukulan berhasil masuk mengenai pelipis kiri nya ,hingga terlihat lebam di pelipis nya
Lin Feng yang melihat kejadian itu , langsung mencari cara untuk menolong Su Yang tanpa ketahuan oleh orang orang ini, bagaimana pun , Lin Feng takut membuat heboh tempat ini jika dirinya tiba tiba muncul dan membunuh mereka yang berpakaian hitam
Lin Feng kemudian mengambil beberapa kerikil yang tak jauh dari kakinya berdiri , dan mulai melepaskan kerikil kerikil yang di ambil sebelum nya ke arah penyerang pekerja proyek , dan dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata , tiba tiba satu persatu orang yang memakai pakaian hitam jatuh dan meninggal di tempat dengan kondisi yang sama , yaitu di tengah tengah kedua matanya terdapat bolongan kecil seperti terkena peluru yang menembus kepala tersebut', membuat para pekerja yang sebelumnya kerepotan dan hampir saja menyerah Ψlangsung Memiliki semangat kembali saat menemukan lawan mereka jatuh tanpa sebab , tapi setelah melihat apa yang membuat penyerang tiba tiba jatuh, para pekerja tersebut langsung bergidik negeri dan melihat ke berbagai arah untuk mencari sniper yang membantu mereka untuk mengalah kan kelompok berpakaian hitam tersebut , sementara Lin Feng sudah tidak ada lagi di tempat nya karena dirinya takut si kecil pergi terlalu jauh jika dirinya terlalu lama meninggal kan nya di pinggir sungai sendiri
" Apakah kakak terlalu lama meninggal kan adik cantik kakak.?"tanya Lin Feng setelah tiba di sana , kebetulan si kecil masih asik bermain dengan dua kelinci sebelum nya
"Tidak kakak , tapi Yun'er lapar " ucap si kecil sambil memegang perutnya
"Tunggu sebentar kakak akan carikan ikan untuk di jadikan makanan buat adik kakak"
kemudian Lin Feng mengambil ranting pohon untuk di jadikan alat untuk menangkap ikan di sungai yang tak jauh dari posisi nya
lima menit kemudian Lin Feng sudah membawa dua ikan emas besar di tangan nya dan langsung membuat api untuk membakar dua ikan yang baru di tangkap sebelum nya
"Kakak apakah ikan yang kakak pegang enak.?" si kecil menghampiri Lin Feng , karena dia tidak pernah memakan ikan bakar sbelumnya, maka dia merasa asing dengan cara Lin Feng membuat makanan untuk nya
"Tentu saja ini enak , tunggu sebentar lagi pasti kamu menyukai nya " Lin Feng kemudian mengoleskan bumbu yang di ambil nya dari cincin penyimpan miliknya , dan bumbu itu yang di siapkan oleh Qingzhu sebelumnya, meskipun kultivasi nya di tekan hingga ranah paling rendah, tapi untuk membuka cincin penyimpanan nya Lin Feng cukup dengan kekuatan jiwanya sudah bisa membukanya , jadi Lin Feng bisa di bilang tidak akan kesulitan apapun di Sini meskipun tanpa menggunakan kultivasi nya seperti di alam kultivator sebelum nya
"ini coba adik kecil makan , apakah ini enak atau tidak " Lin Feng menyerah kan ikan emas bakar yang lebih besar pada pada Si kecil , sedangkan untuk dirinya memilih yang lebih kecil
__ADS_1
" Wah kakak ini enak , apakah ini boleh Yun'er habiskan semuanya.?"ucap si kecil dengan mata berbinar , dan Mulutnya sudah belepotan oleh bumbu dan minyak yang ada di ikan tersebut
"tentu saja , jika masih kurang adik kakak boleh makan juga punya kakak " Lin Feng tersenyum melihat penolong kecil nya suka dengan ikan bakar buatan nya
"Tidak tidak, kakak juga harus makan biar kuat , agar bisa menjaga Yun'er " ucap si kecil dengan mulut penuh ikan
"Baiklah , ayo cepat habiskan makanan nya , karena kita harus segera pulang , takut paman mencari kita " keduanya dengan lahap menyantap ikan nya masing masing
Sementara di tempat lain , tepatnya di lokasi pembangunan Resort , ada tiga mobil mewah memasuki halaman yang sebelum nya terjadi tempat pertrungan antara para pekerja dengan para penyerang yang sudah di bunuh oleh Lin Feng
" Jelaskan padaku apa yang terjadi di tempat ini .?"tanya pria paruh baya yang merupakan pemilik resort yang sedang di bangun ini
"Maaf tuan Tan , tadi saat kami tengah bekerja , tiba tiba ada puluhan orang berpakaian hitam datang ke tempat ini dan mengancam kami untuk menghentikan pembangunan Resort ini , jika tidak mereka akan menghancurkan kan nya "
"Tuan bisa ikut saya ke belakang , di sana tuan akan bisa mengerti segalanya " kemudian Tuan Tan dan para pengawal nya mengikuti pekerja tersebut hingga sampai di tempat para mayat mayat penyerang yang menggunakan setelan warna hitam tersebut , di sana mayat mayat itu di kumpulkan di satu tempat oleh para pekerja dan berencana untuk membuat lubang besar untuk di jadikan tempat pembakaran mayat mayat itu
"Apakah ini orang orang yang menyerang sebelum nya.?" Tanya tuan Tan , dengan wajah yang sulit diartikan
"Benar tuan , awalnya kami kewalahan dan hampir mati di tangan mereka , tapi kami mendapatkan bantuan misterius yang entah dari mana datangnya, tiba tiba para mereka semua jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan dan dengan keadaan di tengah tengah kedua mata mereka terdapat lubang kecil seperti terkena peluru ,yang membuat mereka mati di tempat " pekerja itu menjelaskan kejadian nya dengan rinci membuat tuan Tan dan para pengawal nya juga ikut bingung dengan identitas yang membantu para pekerja nya , tapi fokusnya sekarang adalah untuk mencari tahu siapa yang mengirim mereka dan apa tujuan nya
"kau urus mayat mayat ini " tuan Tan mengambil gambar salah satu mayat untuk di jadikan petunjuk nantinya saat penyidikan dan langsung kembali ke depan untuk melihat pembangunan Resort miliknya
...
sore harinya , Su Yang sudah tiba di rumah nya , namun dia tidak menemukan Lin Feng dan juga si kecil di sana , tapi dia tidak mencari nya karena dirinya memutuskan untuk mandi air hangat untuk menyegarkan tubuhnya dan juga menghilang rasa ngilu di anggota tubuhnya setelah bertarung dengan orang orang yang menyerang tempat kerja nya
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
. Bersambung
Terimakasih untuk yang masih suport novel ini , kemungkinan update normal setelah libur lebaran berakhir ya teman teman , saat ini author tidak bisa up seperti waktu sebelum nya karena masih berlibur dan lagi ada kegiatan bareng keluarga , tapi nanti akan kembali lagi seperti sebelumnya jika sudah normal lagi aktifitasnya nya ,
Mohon teman teman me maklumi nya ,
Terimakasih ,
πππππ
__ADS_1