DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Kebersamaan & Kerinduan


__ADS_3

Klan Zen.


Saat ini Zen Yan dan saudara saudaranya yang lain masih diam di tempat nya , bahkan pandangan mata mereka samua masih berfokus pada proyeksi Aray yang kini masih menyala di depan nya , meskipun semua kejadian yang mereka saksikan sebelum nya sudah berakhir , tapi tidak ada satupun dari mereka yang menolehkan kepala nya dari proyeksi Aray tersebut setelah melihat bagaimana anak anak mereka menyelesaikan ujian pertama nya itu semenjak bergabung menjadi Pasukan dari Lin Feng dan Ling Ling , meski mereka tidak meragukan kekuatan mereka Berlima dan juga pasukan Yin-Yang yang bersama mereka di sana , tetap saja mereka masih di buat takjub dengan apa yang terjadi di proyeksi Aray sebelum nya , dimana bukan hanya kekuatan yang di tunjuk kan oleh mereka, melainkan cara mereka bersikap dalam menangani masalah itu juga tidak luput dari pengawasan dan penilaian mereka para orang tua,


"Bagaimana pendapat kalian setelah melihat semua itu para paman pamanku yang baik , tidak kah kalian merasa sudah cukup tua saat ini , setelah melihat mereka sudah jauh melampaui kalian para generasi sebelumnya, bahkan bukan hanya dari segi kekuatan yang berkembang tapi juga kedewasaan mereka dalam bertindak juga sudah terbentuk sekarang , "


"Aku Hanya berdoa semoga saja mereka berlima tidak ada yang memiliki dendam pada kalian para orang tua , jika sampai ada, mungkin setelah mereka kembali akan langsung memukul pantat Kalian berlima , mengingat sauadara Zen pernah bercerita jika kalian sangat keras saat melatih mereka dulu "


Lin Feng tersenyum di balik topeng nya saat mengatakan ini , membuat Ling Ling yang berada di samping nya hanya menggelengkan kepala nya karena sifat Lin Feng yang satu ini tidak bisa di rubah bahkan dengan ancaman yang ia berikan sebelum nya , tapi meski begitu ia juga sebenarnya sangat senang dengan ini , dengan begitu ia sangat yakin jika Lin Feng sudah sangat percaya dan sangat menyayangi keluarga ini , jika tidak , Lin Feng Tidak akan pernah menunjuk kan sifat yang ini pada mereka , karena sepengatahuan nya hanya bersama orang orang yang di sayangilah Lin Feng akan bercanda seperti ini


"hah.. Meskipun apa yang kamu katakan sebelumnya membuat hati kami para orang tua ini sakit, tapi aku mengakui untuk hal ini kamu memang benar feng'er, tapi jika mereka sampai berani memiliki keberanian seperti itu pada kami , maka yakinlah meskipun kami sudah tua setidaknya masih bisa menahan beberapa jurus Mereka sebelum kami tumbang" Zen Yan menghela nafasnya sebelum menjawab ini , ada sedikit senyuman kecil di bibir nya karena ia tau jika Lin Feng hanya bercanda saat ini


"Hahahaha"


"Hahahahaa"


Setelah itu mereka tertawa bersama bahkan melanjutkan kegaduhan itu dengan saling bercanda satu sama lain , dimana para wanita termasuk Ling Ling hanya menjadi pemandu sorak dan kebagian tertawa saja, berbeda dengan mereka para laki laki yang terus berdebat tidak mau kalah , begitu juga Lin Feng yang tak mau ketinggalan dan yang menjadi sasaran utama nya tentu saja Zen Yan siapa lagi , membuat Zen Yan hanya tersenyum kecut melihat dirinya di target kan oleh semua orang saat ini karena dirinya merupakan patriak dan kakak bagi ke empat Saudaranya , alhasil saat ini di jadikan kesempatan oleh Zen Fan dan yang lainnya untuk mengalahkan nya


ditengah kebisingan yang di sebab kan oleh perdebatan para laki laki di sana , Ling Ling menoleh melihat ke arah luar mansion karena merasakan kehadiran banyak aura tengah menuju ke mansion ini , yang merupakan aura dari kelompok Yan Zi dan 60 anggota pasukan Ying-Yang yang kini telah hampir Sampai di tempat itu , tak hanya itu saja Ling Ling juga merasakan ada tiga aura asing seseorang yang nampak sangat lemah bersama mereka saat ini


"Paman , Gege berhenti dulu , Sebentar lagi saudara Zi dan yang lainnya tiba , apakah kalian mau menyambut kedatangan mereka dengan ke adaan kalian seperti ini , jika ia maka lanjutkan biar aku dan bibi bibiku yang akan menyambut mereka di luar "


"Bibi ayo kita keluar biarkan para laki laki ini melanjutkan kegiatan nya , aku takut jika kita tidak segera keluar nanti sauadara Zi dan yang lain nya akan menerobos masuk dan melihat kelakuan mereka yang seperti ini "

__ADS_1


Tanpa menunggu para laki laki itu bereaksi untuk menjawab nya , Ling Ling bahkan melanjutkan ucapannya dan membawa kelima bibi nya setelah itu menuju pintu keluar , meninggal kan para laki laki di sana dengan wajah memerah karena ucapan terakhir dari Ling Ling sebelum nya


"Si*l, cepat kita kejar para wanita itu jangan sampai mereka berbicara yang tidak tidak pada mereka berlima dan juga anggotanya,"


Zen Yan langusng berdiri di ikuti oleh yang lainnya , tapi tidak dengan Lin Feng dia tetep tenang di tempat nya tapi perlahan tubuh nya memudar kemudian menghilang dari tempat itu


Di luar mansion saat ini Ling Ling dan kelima bibinya sudah sampai di sana nampak ke enam wanita itu berbaris menunggu kedatangan Yan Zi dan rombongan nya ,


"Sudah dekat kah?, Cepat juga mereka sampai nya "


Ucap satu suara yang sukses mengagetkan ke enam wanita di sana , pasalnya suara itu sangat mereka kenali ,


Dan benar saja mereka menemukan Lin Feng sedang duduk tak jauh dari posisi mereka dengan buah buahan abadi di tangan nya ,


"Tidak lama , Hanya sedikit lebih cepat dari kalian , sedikit " Lin Feng menjawab pertanyaan Ling Ling dengan santai bahkan ia mengabaikan wajah terkejut kelima bibinya yang saat ini masih memandangi nya


mendengar jawaban santai Lin Feng , Ling Ling hanya tersenyum kecut kemudian ia mengalihkan tatapan nya pada kelima bibi nya yang nampak masih terkejut dengan keberadaan Lin Feng di tempat itu


"tidak usah di pikirkan laki laki aneh itu bibi , hal seperti ini sudah biasa ia lakukan , jadi bibi harus membiasakan diri dengan itu , jika tidak, mungkin bibi akan selalu di kejutkan oleh nya sepanjang waktu "


Setelah mengatakan itu Ling Ling mengabaikan Lin Feng yang menatap tajam ke arahnya setelah mendengar ucapan nya itu, karena ucapan nya sama persis dengan ucapan ibunya saat sang ayah melakukan hal yang sama pada ibunya seperti yang ia lakukan saat ini ,sehingga sang ibu menyebut ayah nya dengan sebutan pria aneh karena kekesalannya pada sang suami yang sering muncul tiba tiba dan mengagetkan nya


"hahahaha"

__ADS_1


"Rupanya kita sangat beruntung saudara karena bisa melihat wajah kusut keponakan kita yang tampan ini "


belum sempat Lin Feng membuka mulutnya untuk memprotes ucapan Ling Ling sebelumnya, terlihat Zen Yan dan yang lainnya mendekat ke tempat itu, kemudian mereka berlima langusng bergabung dengan istri istrinya untuk menyambut anak anak mereka yang akan tiba sesaat lagi


"mereka datang "


Mendengar ucapan Ling Ling , semuanya langusng bersiap nyambut rombongan Yan Zi yang saat ini sudah memasuki gerbang mansion , begitupun dengan Lin Feng yang nampak masih memasang wajah kesal nya itu langusng menghilang dari tempat nya dan kemudian muncul di belakang Ling Ling


"Grep"


Lin Feng memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak kanan Ling Ling yang nampak masih linglung saat ini akibat pergerakan Lin Feng yang tiba tiba itu


"Biarkan seperti ini Sebentar" Lin Feng berbisik ke telinga Ling Ling agar Ling Ling tidak melepaskan pelukan nya


"Tapi Gege di sini ..


"Tak apa , Gege hanya ingin memeluk mu sebentar " Lin Feng langusng memotong ucapan Ling Ling bahkan saat ini ia terlihat memejamkan matanya , mengabaikan tatapan mata yang melihat ke arah keduanya


Zen Yan mendekati keduanya dan menemukan saat ini Lin Feng ternyata sudah tertidur dengan pulas dengan memeluk Ling Ling dari Belakang sementara kepala nya bersandar di bahu Ling Ling


"kamu bawa suamimu dulu ke dalam , seperti nya dia sangat nyenyak tidurnya saat ini , entah apa yang terjadi padanya , mungkin saat ini dia merindukan keluaraga nya makanya ia tiba tiba bertingkah seperti ini padamu " melihat Lin Feng tertidur sangat pulas di pelukan Ling Ling Zen Yan menduga jika ini ada kaitan nya dengan perbincangan nya sebelum nya yang mengingat kan Lin Feng pada keluarga nya


"Jika begitu , bisakah paman membantuku untuk membawa Gege ke kamar?" dengan posisi Lin Feng yang menempel di belakangnya saat ini , Ling Ling meminta Zen Yan untuk membantu nya membawakan Lin Feng Yang sangat pulas itu ke Kamarnya

__ADS_1


Sementara ketiga orang itu kembali ke dalam mansion , kini Yan Zi dan rombongan nya sudah memasuki halaman mansion dimana nampak Dong Ji dan ke-dua orang lainnya yang merupakan kedua patriak yang menjadi pendukung utamanya itu kini tengah di seret oleh nomor satu , dua dan tiga seperti menyeret karung


__ADS_2