
"Apakah kalian berdua tidak mau mengundangku masuk ke dalam markas itu ,atau perlu kami paksa agar pintu markas tersebut dengen sendiri nya terbuka untuk kita berdua " Lin Feng menatap Yi Bo dan Bao Yang yang masih diam di tempatnya dengan tatapan tajam seraya mengarahkan aura membunuh nya pada mereka
"cepat buka gerbang nya , " Yi Bo Berteriak menoleh ke arah belakang meminta penjaga gerbang markasnya untuk segera membuka gerbang itu
"Selamat datang di markas Topeng malam Tuan Tuan , Mari silahkan masuk " setelah pintu gerbang di buka oleh anak buahnya , Yi Bo langsung menawarkan Lin Feng dan Ling Ling untuk masuk ke dalam markas nya ,
"Baiklah silahkan pandu kamu berdua " Lin Feng mengangguk kan kepala nya kemudian meminta Yi Bo untuk memandu nya
'gege apakah aku boleh mengajar mereka sekarang , ?' tanya Ling Ling melalui telepati pada Lin Feng , saat ini keduanya tengah mengikuti Yi Bo yang nampak membawa mereka menuju tempat para bawahan nya berada
'sabar dulu ling'er , Gege belum puas mengerjai mereka , nanti setelah itu kamu bisa puas menghajar mereka di dalam sana , karena aku berniat menangkap Yi Bo dan Bao Tang di dalam nantinya , dan membiarkan mereka berdua menyaksikan kehancuran organisasi nya tepat di hadapan mereka sendiri tanpa bisa melakukan apapun, nah di sanalah tugasmu nantinya untuk melumpuhkan Keduanya beserta beberapa orang lagi yang ada di dalam , apakah kamu puas dengan itu .? ' Lin Feng meminta Ling Ling untuk bersabar sampai beberapa waktu lagi , karena nanti bagian nya akan tiba tidak akan lama lagi
'Baiklah , aku sudah tidak sabar untuk menghajar mereka , terutama dua tua Bangka di depan kita ini ' Ling Ling mengangguk kan kepala nya ,
__ADS_1
kini mereka berdua sudah tiba di ruangan luas yang di tempat itu sudah banyak orang menunggu , Yang merupakan orang Orang kepercayaan Yi Bo dan para tetua sakte Tombak matahari yang sudah bergabung sbelumnya , di sana juga ada Bao Chen sang tuan muda sakte tombak Matahari yang sbelumnya di hajar oleh Lin Feng
"panguasa , Patriak , siapa mereka berdua.?" terlihat salah satu tetua sakte tombak matahari yang penasaran dengan dua sosok berpakaian hitam yang datang bersama dua pemimpin nya itu mengajukan pertanyaan saat pertama kali mereka masuk ke ruangan itu
"Silahkan duduk tuan , " tanpa menjawab pertanyaan sbelumnya , Yi Bo mempersilahkan Lin Feng dan Ling Ling untuk duduk di kursi yang ada di bawah singgasana megah yang berada di tengah tengah
sementara untuk dirinya tidak duduk di singgasana nya melainkan duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat duduk Lin Feng dan juga Ling Ling sbelumnya
Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan bagi semua orang yang ada disana , karena baru kali ini mereka melihat Yi Bo melakukan hal itu,
yang langsung di tanggapi dengan letusan puluhan aura dewa abadi di ruangan itu , yang merupakan aura yang di keluarkan oleh para tetua sakte tombak matahari dan bawahan Yi Bo yang tidak suka dengan ucapan Lin Feng sebelum nya
suasana di ruangan itu langsung menjadi panas setelah statement itu di keluarkan oleh Lin Feng sbelumnya , bahkan ketidak sukaan mereka langsung di tunjuk kan secara terang terangan pada keduanya , sementara untuk Yi Bo dan Bao Tang saat ini tengah berkutat dengan pikiran nya masing masing , mengabaikan orang orang mereka yang saat ini sangat marah pada Lin Feng
__ADS_1
'penguasa izinkan kami meringkus dua berandalan ini , kami sudah tidak tahan dengan perkataan nya sebelum nya yang tidak masuk akal , jadi biarkan kami meringkus nya ' salah satu anak buah Yi Bo meminta izin untuk menyerang Lin Feng dan Ling Ling , mereka mengirimkan transmisi suara pada Yi Bo agar tidak di ketahui oleh keduanya
'Baiklah , tapi tunggu aba aba dariku , karena kedua orang di depan kita ini sangat kuat , jangan gegabah agar kita bisa melumpuhkan nya dengen sekali jalan ' Yi Bo mengiyakan permintaan itu tapi meminta bawahan nya untuk menunggu sinyal perintah darinya , karena dia tidak mau terjadi hal batuk karena salah langkah , apalagi yang akan mereka lawan adalah dua orang yang mempunyai aura kuat melebihi dirinya
"Tuan , bisakah kita bicarakan dulu , bagiamana pun ini harus saya diskusikan dengan para bawahan ku dan juga ada sakte tombak matahari yang juga memilikinya suara di tempat ini , jadi bisakah tuan memberikan waktu bagi kami untuk mendiskusikan ini " Yi Bo berusaha mengulur waktu dengan mengatakan omong kosong pada Lin Feng saat ini , karena sejatinya semua keputusan ada ditangan nya tanpa perlu meminta pendapat pada yang lainnya , jadi ini murni hanya omong kosong untuk memperlama saja ,
"Baiklah, kami kasih kalian waktu 10 menit untuk berdiskusi sekarang , tidak lebih tidak kurang , setelah itu kalian harus menentukan jawaban nya " setelah mengatakan itu Lin Feng membawa Ling Ling menjauh dari ruangan itu , tapi masih bisa terlihat oleh Yi Bo dan orang orangnya , hal itu sengaja Lin Feng lakukan agar mereka tidak curiga dengan nya dan mengira dia tidak tau apa apa mengenai rencana yang sudah di siapkan oleh Yi Bo dan yang lainnya , padahal ia sudah tau dan dengar sendiri percakapan sebelum nya antara Yi Bo dan salah satu anak buahnya yang berniat melumpuhkan nya ,
"kenapa kita meninggal mereka Gege , apakah Gege tidak takut jika mereka merencanakan sesuatu di belakang kita.?" Ling Ling yang di tarik menjauh sebelum nya langsung menanyakan alasan Lin Feng membawanya menjauh dari mereka
"kamu tentang saja , sajak pertama kali Gege memasuki markas ini , Gege
sudah memasang formasi di tempat itu , dan apapun yang mereka lakukan akan Gege ketahui termasuk rencana mereka untuk melumpuhkan kita tadi yang sempat Gege dengar lewat pembicaraan Yi Bo dengan anak buahnya melalui telepati , dan mungkin saat ini mereka tengah membahas rencana untuk mengalahkan kita saat ini , karena mereka sudah tau kekuatan kita lebih dari pada mereka , mungkin saat ini mereka tengah menyiapkan beberapa kejutan untuk kita nantinya " Lin Feng hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ling Ling itu , kemudian ia menjelaskan alasannya melakukan ini
__ADS_1
"Jadi begitu , lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini .?" Tanya Ling Ling lagi
"Tentu saja Eksekusi , apalagi....