DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
.Keterkejutan Long Zen | Pembukaan Kompetisi


__ADS_3

Karena kompetisi akan di mulai siang hari , Xhuhan dan long Zen masih berkeliaran di kota langit melihat lihat siapa tau ada sesuatu yang menarik minat keduanya,


"Tuan muda, seperti beberapa orang bodoh itu masih saja mengikuti kita , apa yang harus kita lakukan sekarang tuan muda.?"tanya Long Zen yang kini sudah mulai geram dengan kelakuan penguntit itu


"Tenang lah paman , kita bawa mereka ke tempat sepi, disana paman bisa melakukan apapun pada mereka ,"ucap Xhuhan terus melangkah mencari tempat yang ia maksud


long Zen yang mendengar itu langusng tersenyum sumringah , pasalnya dia sudah gatal ingin menghajar mereka yang dari tadi mengikuti nya


saat ini Xhuhan dan Long Zen tengah berada di gang sempit dan sangat jauh dari keramaian kota, terlihat di sana Xhuhan tengah duduk santai menanti kedatangan lima orang yang dari tadi terus mengikuti mereka ,


sementara long Zen Hanya berdiri santai di samping Xhuhan , menunggu sekumpulan orang bodoh ini tiba , tak lama setelah itu , nampak lima orang datang dan tersenyum menatap ke arah xhuhan dan


long Zen


"Hahahhaa, Tidak hanya dua pemuda lemah , tapi kalian juga bodoh , apakah kalian tidak tau jika kalian sekarang menggali kuburan kalian sendiri dengan menanti kami di sini, apalagi di sini tidak akan ada orang yang akan menyelamatkan kalian "ucap pemimpin kelompok tersebut dan di ikuti gelak tawa oleh ke empat anak buahnya


sementara' Xhuhan hanya diam acuh tak acuh melihat ke arah mereka , berbeda dengan long Zen yang langsung memasang tatapan dingin pada mereka berlima , karena sebelum nya pemimpin kelompok tersebut menghina dirinya dan yang tidak bisa ia maafkan adalah , orang bodoh ini menghina tuan muda agung nya ,


"Apa yang kau ucapkan sebelumnya, coba kau ulangi "ucap Long Zen yang langsung menghilang dari tempatnya dan langsung mencengkram erat leher pemimpin kelompok tersebut


"Lepas...bajingan "ucap pemimpin tersebut dengan wajah memerah karena sudah kehabisan oksigen


bukan nya melepaskan long Zen langsung melemparkan tubuh pemimpin tersebut ke arah tembok yang ada di sana , alhasil terjadi ledakan keras saat tubuh tersebut menabrak tembok , dan pemimpin tersebut langsung tertimbun reruntuhan tembok dan nampak dari mulutnya mengeluarkan banyak darah


sementara empat anak buahnya kini tengah diam mematung di tempatnya , pasalnya ketuanya itu Memiliki kultivasi di ranah Maha Dewa Hitam 🌟 1 , di lempar begitu saja , apalagi Mereka yang hanya memiliki Kultivasi di ranah maha Dewa putih 🌟 5


"Aa ampuni kami tuan muda "ucap mereka berempat dengan menjatuhkan tubuhnya di depan long Zen dan langsung bersujud


sementara long Zen hanya mendengus dingin melihat ke arah mereka ,

__ADS_1


kemudian Long Zen menghampiri pemimpin mereka yang kini tengah pingsan di bawah reruntuhan tembok dan langsung mengambil cincin penyinapanan yang ada di jarinya


"Kalian berempat cepat bawa orang bodoh ini pergi dari hadapan ku sekarang"ucap long zen menunjuk ke arah pemimpin mereka yang keadaan nya sangat menyedihkan tersebut'


tanpa aba aba mereka berempat langsung bergerak cepat menuju sang pemimpin dan ingin berniat kabur dari sana secepat nya karena merak takut pemuda di depan nya ini berubah pikiran


kemudian empat orang tersebut langsung bersiap meninggalkan tempat itu dengan membawa tubuh sang pemimpin yang kini masih pingsan , tapi langkah mereka tiba tiba terhenti saat mendengar suara di belakang mereka


"Tunggu "


Deg....


mereka berempat dengan gemetar mengehentikan langkah nya dan berbalik menatap ke arah suara tersebut


"Ada apa tuan .?"tanya salah satu dari mereka dengan muka pucat


"tidak ada , aku hanya mengingat kan kalian untuk meninggalkan cincin penyinapanan kalian di sini, kemudian kalian boleh pergi "ucap Xhuhan , akan sayang rasanya jika kesempatan ini di lewatkan , sementara long Zen hanya diam dengan alis berkedut mendengar apa yang di ucapkan tuan mudanya tersebut


Xhuhan tanpa rasa bersalah langsung menyimpan empat cincin tersebut kedalam cincin penyinapanan nya , mengabaikan tatapan aneh dari long Zen padanya


"Ada apa paman .?"tanya Xhuhan dengan suara datarnya , justru membuat long Zen makin kesal dengan tuan mudanya ini , tapi dia hanya menyimpan nya dalam hati


"Tidak ada tuan muda , sebaiknya kita langsung saja menuju tempat turnamen , Karena sebentar lagi kompetisi akan di mulai "ucap long Zen mengalihkan pembicaraan


"Baiklah , ayo"setelah itu mereka berdua menuju akun alun kota langit untuk mengikuti kompetisi, sebenarnya Xhuhan tau apa yang di pikiran Long Zen tadi, tapi dia merasa bodo amat dengan itu, karena memang dirinya suka merampok orang orang bodoh seperti mereka tadi


sesampainya di alun alun kota , telah banyak penonton yang hadir untuk menyaksikan acara tersebut dan juga di sana terdapat lima panggung besar dan luas sebagai tempat peserta bertanding , dan juga di sediakan bangku penonton mengelilingi arena tersebut


keduanya berjalan mencari tempat duduk untuk mereka tempati , di perjalanan keduanya menjadi perhatian orang orang yang hadir disana , pasalnya wajah tampan Long Zen begitu mencolok , dan juga pemuda dengan topeng bergambar petir di sampingnya juga tampak gagah meski Meraka tidak bisa melihat wajahnya ,

__ADS_1


"Siapa mereka berdua, apakah Mereka peserta atau hanya ingin menyaksikan kompetisi ini"ucap salah satu wanita muda di bangku penonton


"Tidak tau, tapi jika di lihat dari wajah dan pakai an yang di kenakan keduanya, aku yakin mereka dari klan besar , dan untuk kultivasi, seperti nya mereka tidak memiliki nya , aku rasa mereka berdua merupakan tuan muda manja dari salah satu klan besar "ucap seseorang menjawab pertanyaan wanita sebelum nya


Xhuhan dan long Zen tidak menghiraukan ucapan ucapan yang tertuju pada mereka berdua , dan mereka lebih memilih duduk di kursi yang tak jauh dari arena pertarungan, tak jauh dari mereka terdapat banyak sekali Perseta baik dari sakte ataupun dari asosiasi berkumpul di tempat itu , dan mereka kini mengalihkan pandangan nya pada dua sosok yang sangat tampan dan misterius, tapi tidak memiliki aura sama sekali dari tubuhnya , tapi Jika di lihat dari baju yang mereka berdua pakai , merak seperti putra bangsawan , bisik bisik mereka membicarakan mereka berdua


Tak lama setelah itu , Muncul paktua melayang di atas udara , yang langsung membuat riuh penonton , sebab mereka tau jika pak tua tersebut sudah berada di ranah Maha Dewa bumi 🌟 7 sedikit lagi menembus ranah yang sangat di agung Agung kan di alam ini yaitu ranah maha dewa langit


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2