
"Jangan tegang begitu yang mulai kaisar dan anda juga pangeran , duduklah " Lin Feng tidak menunjuk kan siapa permusuhan pada kedua orang yang sudah bersiap dengan posisi bertarung di depan nya
kaisar Han Chu dan pangeran Han Dong yang tidak melihat Adanya permusuhan dari orang bertopeng di depannya ini langsung menurunkan kewaspadaan nya dan langsung duduk di tempat dirinya semula , tapi pedang di tangan nya tidak ia masukan kembali ke dalam cincin penyimpanan nya untuk berjaga jaga
"Baiklah yang mulia mari kita bicara "
klik .
Lin Feng menjentikkan jarinya dan muncul Aray menutupi area itu agar tidak ada yang mendengar apa yang mereka obrolkan di sana
kaisar Han Chu dan Pengeran Han Dong di buat melongo dengan kemaupan formasi Aray orang di depan nya ini , sebab hanya dengan menjentikkan jari , Aray sekuat ini sudah terbentuk dengan sempurna bahkan kaisar Han Chu tidak yakin bisa menghancurkan formasi ini
"apakah yang mulia mengenal kedua orang yang ada di belakangku ini.?"tanya Lin Feng pada kaisar Han Chu
"kalian...." kaisar Han Chu di buat kaget saat mengetahui dua orang tersebut adalah dua tetua dari dua sakte besar aliran hitam yang akhir akhir ini sering membuat ulah memperebutkan situs kuno yang tuan tiba muncul di ibu kota kekaisaran , tapi entah apa yang terjadi kedua sakte itu perlahan diam tidak lagi menunjuk kan sikap itu akhir akhir ini
"hormat kami kaisar ,Pengeran " ucap ke-dua pria paruh baya tersebut membungkuk kan badan'nya
"Sebenarnya apa yang terjadi , kenapa kalian berdua berada di sini .?"kaisar Han Chu Langsung mengajutkan pertanyaan
"Kami tidak bisa bisa menjawab kaisar , biarkan tuan kami yang menjelaskan semuanya " karena tidak mendapat kan jawab dari kedua orang tersebut , kaisar Han Chu mengalihkan pandangannya pada Li. Feng yang dari tadi hanya diam
"Tuan , bisakah anda menjelaskan semuanya ini.?"tanya kaisar pada Lin feng
"Kaisar tenang saja , kedatangan kami menemui anda sebenarnya berhubungan dengan apa yang ingin kaisar tanyakan , dari pada aku menejelaskan semuanya , lebih baik kaisar langsung sendiri yang melihat apa ayang ingin aku sampaikan " setelah itu Lin Feng menembakkan sesuatu ke arah kening kaisar Han Chu ,
__ADS_1
Saat ini di kepala kaisar Han Chu tengah mengalir banyak sekali informasi dari kedua sakte yang ingin memberontak dan menggulingkan kekaisaran, juga tentang keterlibatan sang adik dalam rencana pemberontak an ini , dan beberapa tetua dari sakte aliran putih yang juga membelot pada aliran hitam dan rencana itu akan di laksanakan setlah semua peserta keluar dari situs kuno dan ingin memanfaatkan kelengahan semua orang , dan parahnya lagi sudah banyak orang yang di susupkan oleh dua sakte aliran hitam tersebut sebagai mata mata , dan puncaknya besok mereka akan menaruh racun pelumpuh kultivasi bagi semua patriak sakte dan tentunya kaisar Han Chu , Agar
saat Rencana mereka di mulai , tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka menggulingkan kekaisaran dan memiliki akses ke situs kuno ,
"Kurang Ajar , "tanpa sengaja kaisar Han Chu melepaskan kekuatan penuhnya yang sudah berada di ranah pendekatan surgawi 🌟 1 , sehingga membuat ketiga orang yang ada di dekatnya jatuh ke tanah akibat tidak bisa menahan tekanan tersebut , ketiga orang tersebut adalah pangeran Han Dong , dan dua pria paruh baya yang menjadi budak Lin Feng ,
Lin Feng yang melihat ini langsung mengibaskan tangan nya dan secara mengejutkan tekanan tersebut langsung hilang dan membuat kaisar Han Chu terkena serangan balik pada tubuh nya , sehingga kaisar Han Chu sedikit sesak di dadanya
"Bisakah kau sedikit masuk akal pak tua , marah boleh saja tapi jangan sampai membuat orang orang di sekitar mu terluka "Lin Feng di buat kesal oleh tindakan kaisar Han Chu yang menurut nya tidak bisa mengatur emosi nya , sehingga kelepasan seperti tadi padahal dirinya adalah seorang kaisar , seharusnya lebih bisa bertindak layaknya seorang kaisar tidak ceroboh seperti tadi
"Ah maafkan aku tuan , aku hanya kelepasan sebelum nya ,karena terlalu emosi setelah melihat apa yang sebenernya di rencanakan oleh para bajingan itu , dan yang membuat aku tidak bisa menahan amarahku adalah saudara ku sendiri yang juga berkomplot dengan Kedua sakte itu untuk menjatuhkan ku " kaisar Han Chu tidak tersinggung dengan ucapan Lin Feng yang menegur dirinya, sebab dirinya juga salah dan yang lebih membuat nya heran adalah , kekuatan orang bertopeng di depan nya ini , dengan menghancurkan tekanan miliknya hanya dengan lambaian tangannya , bisa di bayangkan sekuat apa itu
"Baiklah , Hanya itu saja yang aku ingin sampaikan , mendekat lah " Lin Feng meminta kaisar Han Chu untuk mendekati dirinya
"Berlatihlah di dalam Aray ini , karena di dalam sini waktu nya berbeda dari pada di luar , 1 bulan sini sama dengan setengah hari di luar , dan gunakan tiga pil itu untuk naik tingkat , dan ini juga untuk mu pangeran , aku harap saat kekacauan terjadi kalian sudah bertambah kuat " Lin Feng juga memberikan pil Kultivasi pada Han Dong
"kami pergi"
lin Feng langsung membawa kedua bawahan nya pergi dari sana meninggal kan kaisar Han Chu dan pangeran Han Dong menatap kosong ke arahnya ,
tanpa ada riak energi yang tersisa di tempat itu , seakan ketiga nya tidak pernah ada disana
"Ayah apa yang terjadi pada tubuhmu , saat ini aku merasa kekuatan di dalam tubuhmu jauh lebih besar dari pada sebelumnya " setelah kepergian Lin Feng , Han Dong langsung melihat ke arah ayahnya dan menemukan perbedaan yang sangat mencolok pada energi yang terpancar dari tubuh sang ayah
"Entahlah , tapi ayah merasa kalau tubuh ayah lebih ringan dan ayah merasakan perubahan pada saat ayah bernafas, jika sbelumnya ayah merasa sudah sangat nyaman , kini perasaan yang lebih dari pada itu benar benar ayah rasakan , " Han Chu merasakan tubuhnya jauh berbeda dari sebelumnya dan perubahan itu sangat mengejutkan nya
__ADS_1
"Ayah akan berlatih sesuai arahan dari orang bertopeng itu. dan akan menggunakan waktu sebulan di dalam Aray ini dengan baik , kamu juga jangan mengecewakan penolong kita , mari buat seluruh penghianat itu terkejut dengan perubahan kekuatan yang kita miliki " Han Chu tidak ingin membuang buang waktu lagi dan langsung memerintahkan sang putra untuk berkultivasi dengan menggunakan pil yang di berikan orang bertopeng sebelumnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1